Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
204


__ADS_3

Di tempat lain, di sebuah area parkir perusahaan yang merupakan salah satu perusahaan terbesar di kota ini. Sebuah mobil dengan warna merah menyala sedang terparkir di area parkir dengan mesin mobil masih menyala.


"Aku harus ke kantor ayah dan mengurus beberapa hal, kalau butuh bantuan ku kamu tinggal telpon saja ya, jangan mengirim pesan. Aku jarang membaca pesan!" ucap Vina sambil tersenyum.


"Lalu kenapa tidak kamu hapus saja aplikasi pesan di ponsel mu!" sahut Caren santai.


Seperti itulah Vina, dia sama sekali tidak pernah memperdulikan apapun notifikasi pesan yang ada di ponselnya. Saat Caren mengatakan kalimat seperti itu padanya, dia malah hanya terkekeh geli sendiri.


"Sukses ya nona SPG, aku heran padamu, ayah ku memberikanmu jabatan sebagai sekertaris, kamu malah memilih jadi SPG!" ucap Vina mencoba menyindir Caren lagi.


Karena dia memang tidak habis pikir pada sahabatnya itu, sementara Caren yang lagi-lagi di panggil SPG oleh Vina jadi cemberut dan tidak senang, dia bahkan berdecak kesal sebelum membuka pintu mobil Vina.


"Ck... aku sudah bilang, ini semua demi aku bisa dekat lagi dengan Samuel. Apapun akan aku lakukan!" ucap Caren lalu turun dari mobil Vina.


Setelah menutup kembali pintu mobil Vina, Caren lalu melambaikan tangannya pada Vina dan masuk ke dalam perusahaan. Vina yang melihat sahabatnya itu berlalu hanya bisa menghela nafas panjang.


"Sebagai sahabat aku hanya bisa mendoakan yang terbaik dan membantu mu, tapi maafkan aku Caren. Kali ini aku harus mendoakan mu sadar dan berhenti mengejar Samuel. Karena dia sudah punya istri, sebentar lagi dia akan menjadi ayah. Aku harap dengan bekerja di sana kamu menemukan seseorang selain Samuel. Maafkan aku Caren, kali ini aku tidak bisa mendukung mu lebih dari ini!" gumam Vina lalu memundurkan mobilnya dan bergegas melajukan mobilnya keluar dari area parkir perusahaan Samuel.


Vina memang selalu membantu Caren, mendukungnya dan menemaninya, tapi dalam hatinya dia selalu berharap Caren menemukan pria lain dan melupakan Samuel.


Setelah masuk ke dalam perusahaan, Caren berjalan menuju keruang promosi. Untuk bertemu dengan kepala bagian promosi yang kemarin telah di kenalkan padanya oleh Samuel.


Begitu Caren berjalan masuk, semua mata tertuju padanya. Caren Maida memang adalah seorang wanita cantik dengan tinggi badan 175 cm, wajah tirus, kulit putih mulus dengan rambut yang panjang sepinggang dengan gaya rambut kuncir kuda sekarang. Siapa yang bisa menolak pesona wanita muda secantik itu.


Kepala bagian promosi bernama Sugeng itu langsung menghampiri Caren.


"Selamat pagi nona, ada yang bisa saya bantu?" ucap pak Sugeng membuat Caren mengernyitkan dahi nya karena keheranan.


Cukup lama Caren terdiam.

__ADS_1


'Apa maksudnya orang ini? apa dia lupa padaku? apa dia tidak mengenali aku?' tanya Caren dalam hati.


"Pak Sugeng, apa bapak lupa? saya Caren yang di ajak Samuel kemari kemarin!" jelas Caren.


Dan setelah mendengar apa yang di katakan oleh Caren, sekarang pak Sugeng yang kebingungan. Dia memperhatikan Caren dari atas sampai bawah, Caren yang di perhatikan seperti itu oleh pak Sugeng malah merasa risih.


Tapi pak Sugeng benar-benar merasa kalau penampilan Caren sangat berbeda.


'Yang benar saja, jadi ini wanita yang kemarin di bawa pak Samuel. Berbeda sekali penampilannya sekarang!' batin pak Sugeng.


Dan itulah yang ada di pikiran pak Sugeng, dia benar-benar pangling pada Caren. Kemarin wanita yang Samuel bawa itu hanya memakai kaos oblong kebesaran dan celana yang lusuh dan kotor, juga dengan wajah tanpa riasan dan rambut yang kusut. Saat ini yang ada di depan pak Sugeng itu terlihat seperti Raline Shah yang sedang siap naik ke atas panggung untuk fashion show. Siapa yang akan menyangka kalau wanita yang lusuh kemarin itu menjadi wanita sangat anggun dan elegan seperti itu dalam sehari.


"Kamu benar Caren uang kemarin itu?" tanya pak Sugeng sekali lagi memastikan.


Caren mengangguk cepat.


Selain penampilan dan riasannya, pakaian yang di pakai oleh Caren juga membuat pak Sugeng bingung untuk menjelaskan pada Caren mengenai apa pekerjaan nya.


"Begini Caren, pak Samuel meminta mu untuk bekerja di bagian ku. Artinya di bagian promosi, maksudku aku adalah kepala bagian promosi bukan pemasaran, itu berbeda...!" pak Sugeng terdengar ragu mengatakan apa yang harus Caren kerjakan karena melihat penampilan Caren di depannya.


Caren yang tahu kalau pria paruh baya di depannya terkesan bertele-tele pun mengeluarkan pendapat nya.


"Jadi, apa pekerjaan ku?" tanya Caren yang tidak ingin mendengarkan ocehan tidak berguna pak Sugeng.


"Di sini kamu hanya sebagai SPG, berdiri di sebelah mobil yang di pamerkan untuk menarik minat konsumen agar mau membeli produk perusahaan kita!" jelas pak Sugeng.


Deg


Caren merasa syok, dia tidak menyangka jika apa yang dikatakan oleh Vina sahabatnya itu memang benar. Dia hanya akan bekerja sebagai seorang SPG.

__ADS_1


Dia benar-benar tidak percaya, Samuel akan mempekerjakan dirinya hanya sebatas SPG saja di kantornya. Caren terdiam sejenak, dia masih berusaha menerima kenyataan yang ada di hadapannya. Caren menghela nafas panjang lalu melihat ke arah pak Sugeng lagi.


"Lalu kalau boleh tahu, berapa gaji ku sebulan pak?" tanya Caren pada pak Sugeng.


Pak Sugeng langsung menoleh dan berkata.


"Kurang lebih 3 sampai 3 juta lima ratus ribu sebulan, itu kalau kamu lembur dan rajin bekerja tanpa bolos!" terang pak Sugeng


Dan setelah mendengar penjelasan dari pak Sugeng, Caren mengusap wajahnya kasar. Dia masih tidak percaya kalau dia hanya bekerja sebagai seorang SPG dan dengan gaji yang bahkan dulu uang sebesar itu hanya uang jajannya beberapa jam yang di berikan oleh Samuel ataupun oleh Kenzo.


Kaki Caren sudah terasa sangat lemas, meskipun tadi pagi dia sudah sarapan dan minum susu. Tapi lagi-lagi Caren masih mencoba untuk berpikir positif. Setidaknya meskipun dia hanya sebagai SPG dengan gaji yang jauh dari kata cukup baginya, dia masih bisa bertemu dengan Samuel setiap hari dan masih bisa dekat dengan Samuel.


"Baiklah, kalau sudah mengerti sekarang ikuti para SPG lain disana untuk berganti pakaian seragam, hari ini juga kamu mulai bekerja!' ucap pak Sugeng.


"Pak Sugeng, apakah Samuel akan datang ke showroom setiap hari?" tanya Caren lagi memastikan. Setidaknya dia masih akan lebih semangat kalau hal itu terjadi.


"Kenapa sejak tadi terus bertanya tentang pak Samuel, beliau itu sangat sibuk. Pak Samuel dan pak Riksa itu hanya ke showroom kalau ada peluncuran produk baru, dan itu terjadi paling cepat dua atau tiga bulan sekali!" terang pak Sugeng.


Mendengar apa yang dikatakan oleh pak Sugeng, Caren langsung membelalakkan matanya terkejut.


'Tidak, tidak boleh begini. Bagaimana bisa aku mendekati Samuel kalau bertemu dengannya saja hanya sebulan atau dua bulan sekali. Tidak!' batin Caren sangat kecewa.


Kakinya yang lemas, benar-benar bertambah semakin lemas saja mendengar semua itu dari pak Sugeng, bukan hanya tidak sesuai dengan perjuangan dan pengorbanannya untuk bisa masuk ke Perusahaan ini. Tapi memang benar-benar tidak seperti yang dia harapkan. Dia benar-benar merasa sangat putus asa.


Author POV end


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2