Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
249


__ADS_3

Setelah semua urusan selesai, Samuel pun pulang kembali ke kediaman Virendra. Sejak semalam Naira juga tidak bisa tidur memikirkan apa yang terjadi sebenarnya pada Puspa. Dia hanya tahu kalau Puspa di culik dan sebab penculik itu dirinya pun tidak tahu.


Naira terus memikirkan apa yang membuat wanita sebaik Puspa menjadi sasaran penculikan. Dia tahu Puspa memang tegas tapi dia tidak pernah berkata kasar dan tidak sopan, jadi Naira berpendapat kalau Puspa tidak mungkin menyakiti orang lain.


Sampai menjelang pagi, Naira bergegas bangun dari posisi awalnya yang sedang berbaring di atas tempat tidur miliknya yang sangat nyaman dan juga empuk. Naira mau dengar suara mobil dari arah luar, dan dia begitu sangat yakin kalau itu adalah suara mobil yang membawa pulang Samuel, suami yang sedang dia cemaskan juga.


Naira dengan caper turun dari atas tempat tidur kemudian bergegas berjalan dengan cepat ke arah jendela kamar. Dia menyingkap tirai agar terbuka, setelah itu matanya langsung tertuju ke arah jalan yang menghubungkan pintu gerbang dengan area garasi yang berada di belakang rumah.


Naira menghela nafas lega ketika dia melihat mobil Samuel. Lalu Naira langsung menutup tirai kembali, kemudian berjalan ke arah pintu kamarnya. Dengan cepat Naira membuka pintu kamarnya kemudian keluar dari dalam kamarnya menuju ke arah belakang rumah.


Naira berjalan dengan sangat cepat. Hingga membuat seseorang menegurnya.


"Hei, apa kamu lupa kalau kamu itu sedang hamil? kenapa berjalan secepat itu?" tanya Adam yang ternyata juga tidak tidur semalaman setelah berusaha ikut mencari keberadaan Puspa.


Naira yang menoleh ke arah Adam sekilas tidak menghiraukan pemuda itu dan langsung fokus lagi ke arah pintu belakang untuk menemui Samuel.


Sementara Adam yang merasa di acuhkan, mendengus kesal.


"Dasar, dia mengacuhkan aku. Memang nya dia pikir siapa dia?" tanya Adam kesal. Adam terus menggerutu tapi dia mengikuti langkah Naira menuju ke arah belakang rumah. Karena dia tadi juga mendengar suara mobil Samuel.


"Mas!" panggil Naira begitu melihat Samuel membuka pintu belakang rumah dan masuk ke dalam rumah.


Naira langsung memeluk suaminya itu.


"Mas, akhirnya kamu pulang. Bagaimana? apa Puspa sudah di temukan?" tanya Naira yang terlihat jelas kalau dirinya sangat cemas pada keadaan Puspa saat ini.


Samuel langsung mencium kening istrinya itu dengan lembut.

__ADS_1


"Maaf karena aku tidak mengabari mu, aku tidak mau mengganggu istirahat mu! kamu tenang saja. Puspa sudah di temukan...!"


"Siapa penculiknya?" tanya Adam menyela ucapan yang ingin di katakan oleh Samuel pada Naira.


Samuel dan Naira langsung menoleh ke arah Adam.


"Ini hanya kesalahpahaman. Semua sudah selesai. Kamu juga istirahat lah!" ucap Samuel pada Adam.


Samuel tahu Adam sangat perduli pada masalah ini, tapi Samuel tidak ingin kalau Adam bertanya lebih banyak lagi. Karena pasti ujung-ujungnya dia akan bertanya di mana keberadaan Puspa saat ini. Dan Samuel tidak ingin kalau adiknya itu kembali bersitegang dengan Riksa karena mengetahui Puspa sedang bersama dengan Riksa saat ini.


"Kenapa aku selalu merasa kalian selalu menutupi setiap hal dariku?" tanya Adam dengan tatapan sinis pada Samuel dan juga Naira.


"Tidak ada yang aku tutupi, ini benar-benar hanya kesalahpahaman. Semua sudah selesai. Aku tahu kamu juga cemas karena Puspa sudah seperti kakak mu sendiri kan...!"


"Ck...!" hanya itu yang di ucapkan Adam sebelum Samuel bisa melanjutkan kalimatnya.


"Bagaimana jagoan Daddy, apa dia menemani ibunya tidur dengan nyenyak?" tanya Samuel sambil mengusap perut Naira setelah mereka sudah tiba di dalam kamar.


"Mas, aku bahkan tidak bisa tidur. Rasanya terdengar sangat aneh kalau hanya kesalahpahaman. Ayolah mas, ceritakan padaku!" pinta Naira pada sang suami.


Samuel sebenarnya ingin menceritakan semuanya, tapi begitu mendengar Naira tidak bisa tidur dia pun mengurungkan niatnya. Samuel langsung memeluk pinggang Naira dan merapatkan tubuhnya pada istri tercintanya itu.


"Aku akan ceritakan, tapi tadi istriku mengatakan tidak bisa tidur karena mencemaskan aku. Baiklah, sekarang aku akan menemani istriku ini tidur, bagaimana?" tanya Samuel sambil mengedipkan sebelah matanya pada Naira.


"Mas, tapi aku penasaran... agkh!" belum selesai Naira bicara, Samuel sudah mengangkat tubuhnya yang sekarang lebih berisi daripada awal mereka menikah dulu.


"Mas, sekarang aku sudah berat! nanti pinggang mu bisa encok!" seru Naira yang tidak mau sampai suaminya mengalami sakit pinggang karena mengangkat dirinya yang sekarang memang sudah lebih gemuk dari sebelumnya.

__ADS_1


"Siapa bilang kamu berat, kamu tetap sama seperti saat pertama kali aku menggendong mu!" seru Samuel tidak berbohong.


Samuel lalu merebahkan tubuh istrinya itu di atas tempat tidur, lalu ikut merebahkan tubuhnya juga. Samuel memeluk Naira lalu mengecup kening istrinya itu lagi.


"Kita tidur sebentar ya sayang, aku lelah sekali!" ucap Samuel sangat lembut sambil memejamkan matanya.


Naira sebenarnya masih penasaran dengan apa yang terjadi. Tapi karena dia mendengar Samuel bilang kalau dia sangat lelah maka Naira pun ikut memejamkan matanya di pelukan suaminya. Karena dia juga mengantuk sebenarnya, dan rasanya sangat tenang ketika dia bisa melihat suaminya pulang dalam keadaan baik-baik saja.


Apalagi tadi Samuel juga bilang kalau Puspa sudah ditemukan dan dia dalam keadaan baik-baik saja. Itu membuat Naira merasa tenang dan bisa tidur bersama Samuel.


Sementara itu, di kediaman nenek Arumi. Semua orang juga masih cemas dengan keadaan Puspa, karena Jonathan pulang sendirian. Dan meminta agar Putra menutup kasus penculikan Puspa itu atas permintaan Puspa sendiri.


"Bagaimana bisa Puspa meminta kasusnya di tutup begitu saja, ini kriminal!" seru Mega tak terima dengan apa yang di katakan Jonathan barusan tentang keputusan yang sudah dibuat oleh Puspa.


Mega langsung mendekati Jonathan dan bertanya pada pria bule yang sangat tampan dan tinggi itu.


"Katakan sejujurnya apa yang sudah terjadi Jonathan, apa yang mereka berdua, para penculik itu katakan pada Puspa sampai dia memutuskan hal yang tidak masuk akal seperti itu?" tanya Mega dengan ekspresi wajah yang sangat serius.


Jonathan sebenarnya ingin menceritakan yang sebenarnya, bahkan Puspa nyaris di bakar hidup-hidup di gudang itu bersama dengan pak Nasrul dan juga ibu Jamilah. Tapi Jonathan kembali mengingat pesan Puspa kalau dia harus menutupi semuanya, berpura-pura tidak tahu apapun uang terjadi kecuali sudah menemukan nya dalam keadaan baik-baik saja. Jonathan sudah berjanji pada Puspa.


"Tidak ada tante, tidak ada yang mereka katakan pada Puspa. Hanya saja keputusan Puspa memang seperti itu. Dia hanya ingin kasus ini selesai sampai di sini. Hanya itu Tante!" jawab Jonathan.


"Lalu dimana Puspa sekarang?" tanya Mega yang sangat cemas pada putri sulungnya itu.


Dan ketika Mega bertanya seperti itu, Jonathan hanya terdiam.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2