
Tiga hari berlalu, Adam dan juga Vina sudah boleh keluar dari rumah sakit. Namun di dalam ruang kamar rawat Vina. Kevin dan Lisa terus berusaha membujuk anaknya agar mau membawa pengawal pribadi nya ke kediaman Virendra.
"Ayah, ibu. Aku akan tinggal di ruang suami ku. Kenapa aku harus membawa pengawal pribadi?" tanya Vina pada sang ayah sambil tersenyum ketika ayah Vina merangkul putri tunggal nya itu.
"Nak, kenapa kamu selalu tidak mau menurut apada ayah mu. Kamu di minta kuliah di dalam negeri saja, kamu malah memilih kuliah di luar negeri, di minta bekerja di perusahaan ayah saja, malah memilih menjadi manager di perusahaan Jodi. Dan saat kami setuju dengan hubungan mu dan Jodi kamu malah menikah dengan orang yang jelas-jelas sudah menjadi penyebab kecelakaan mu dan nasib mu...!" Lisa menghentikan kalimat nya.
Wanita paruh baya yang masih tetap cantik itu tidak kuat untuk mengatakan nasib buruk yang kini di derita putrinya. Bagi wanita manapun menjadi wanita tapi tidak bisa menjadi seorang ibu pasti adalah hal yang sangat menyedihkan.
Vina tahu apa yang akan di katakan oleh sang ibu. Dia bisa mengetahui hal itu dari raut sedih yang tergambar jelas di wajah cantik sang ibu. Vina yang sudah bisa berdiri dan berjalan seperti biasa pun langsung menepuk punggung tangan sang ayah dengan lembut, lalu menghampiri sang ibu yang matanya sudah mendung.
"Ibu, aku baik-baik saja. Aku memang tidak bisa melahirkan anak. Tapi aku masih tetap bisa menjadi seorang ibu, aku bisa mengadopsi anak yatim piatu, ibu tidak perlu mencemaskan aku di kediaman Virendra. Ibu mertua ku sangat baik, ingat bagaimana dia marah saat aku masih memanggilnya Tante kemarin kan? tapi dia memelukku dengan sangat erat. Dan aku bisa merasakan kasih sayangnya sama seperti saat ibu memelukku. Juga ada kakak ipar Naira yang terlihat sangat sabar dan penyayang, ada juga kakak ipar Puspa yang begitu cerdas dan elegan. Aku tidak akan kekurangan kasih sayang, saudari dan teman disana ibu!" ucap Vina dengan mata yang berkaca-kaca sambil memeluk Lisa yang sudah menangis.
Kevin pun menghela nafas lega saat Vina mengatakan semua hal itu. Menurutnya meski masih berusia muda namun cara pikir Vina memang sudah dewasa. Kevin mendekati Vina dan Lisa lalu memeluk kedua wanita yang paling dia cintai di seluruh dunia itu.
Waktu berlalu begitu cepat, dan hari pun sudah mulai siang. Adam memang masih menggunakan kursi roda karena kaki kanannya memang masih sulit di pakai untuk berjalan. Kevin dan juga Lisa juga mengantarkan Vina ke rumah suaminya. Tapi mereka naik mobil yang berbeda dari Adam dan Vina. Juga Stella dan juga Damar, mereka juga naik mobil yang berbeda. Sementara Puspa dan Naira tidak ikut karena harus menyiapkan kamar untuk Adam dan Vina. Dan Samuel juga Riksa, mereka juga tidak ikut menjemput karena beberapa hari ini mereka cuti kerja, banyak sekali pekerjaan yang menunggu mereka.
Di area parkir, ketika Vina akan masuk ke dalam mobil yang Adam sudah berada di dalamnya. Seorang pria menariknya hingga menabrak dada bidang pria tersebut.
"Augh!" pekik Vina yang merasa terkejut juga sakit di pergelangan tangannya yang di tarik kencang.
"Vina, kamu masuk mobil siapa ini? om dan Tante ada disana!" seru pria itu yang ternyata adalah Jodi.
__ADS_1
Jodi telah kembali setelah menyelesaikan semua pekerjaan yang di berikan oleh Kevin di luar kota bersama dengan Caren. Dari arah belakang, juga muncul Caren yang berjalan perlahan mendekati mobil Adam yang di kemudikan oleh pak Urip.
Melihat ada keributan, Kevin dan Lisa juga damar dan Stella kembali turun dari mobil mereka masing-masing dan mendekati mobil Adam.
"Vina, kenapa kamu masalah mau masuk ke dalam mobil Adam?" tanya Caren yang melihat Adam ada di dalam mobil namun pria itu bersikap sangat cuek dan tidak perduli pada apa yang terjadi diluar mobil pada istrinya.
"Ada apa ini?" tanya Kevin yang langsung menarik tangan Vina dari genggaman Jodi.
"Om, kenapa Vina malah mau pergi dengan Adam? kenapa juga pria ini masih bebas dan tidak mendekam di penjara?" tanya Jodi yang bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya.
"Memangnya kenap? Vina mau masuk ke dalam mobil suaminya, apa masalah mu?" tanya Stella yang tidak tahu kalau sebenarnya Jodi itu dulunya adalah kekasih Stella.
Mata Jodi dan Caren sama-sama terbelalak kaget mendengar apa yang di katakan oleh Stella, ibu kandung Adam.
Jodi lantas menggelengkan kepalanya dengan cepat lalu melihat ke arah Vina. Jodi menyentuh kedua lengan Vina dan memegangnya dengan cukup kuat. Jodi merasa kalau semua ini tidak benar. Dia sangat yakin kalau Vina itu sudah cinta mati padanya, dan tidak mungkin melirik pria lain, apalagi menikah.
"Vina, sayang. Katakan kalau semua ini tidak benar kan? tidak benar kan sayang? kamu sangat mencintai ku, kita saling mencintai sayang, dan beberapa minggu lagi kita bahkan kita akan bertunangan. Sayang, katakan kalau semua ini tidak benar Vina?" tanya Jodi dengan ekspresi wajah seperti seseorang yang sangat mencintai Vina.
Matanya sudah berkaca-kaca dan dia seperti seseorang yang benar-benar tersakiti di sini saat ini.
'Dasar penipu, siapapun pasti akan tertipu oleh sandiwara mu ini. Dasar pengkhianat!' pekik Vina dalam hati melihat ke arah Jodi dan Caren secara bergantian.
__ADS_1
Ekspresi wajah yang di tunjukkan oleh Caren juga sama, dia terlihat sangat sedih dan matanya juga berkaca-kaca. Mereka berdua benar-benar membuat Kevin dan Lisa merasa tidak enak hati. Tapi berbeda dengan Vina, dia merasa sangat muak pada dua orang pengkhianat di depan mereka itu.
"Apa yang kamu dengar benar Jodi, aku memang sudah menikah dengan Adam...!" Vina menjeda kalimatnya.
Vina menghela nafas panjang, bukan karena dia mengumpulkan keberanian untuk mengatakan hal itu karena merasa bersalah, tapi dia sedang mengumpulkan kekuatan untuk dapat bicara dengan baik pada Jodi. Agar dia tidak terbawa emosi dan menampar pria yang ada di hadapannya saat ini.
Vina berusaha melepaskan tangan Jodi dengan perlahan dari kedua lengannya.
"Dulu aku melarang mu menyentuh ku karena kita memang belum menikah, dan sekarang aku melarang mu menyentuh ku karena aku ini sudah menjadi istri orang lain!" ucap Vina.
'Sial! apa-apaan perempuan ini, minta maaf pun tidak padaku setelah dia menikah dengan orang lain. Bagaimana ini? aku akan kehilangan tambang emas ku. Sial!' batin Jodi.
Vina baru saja akan berbalik dan masuk ke dalam mobil, tapi Jodi lagi-lagi menahannya.
"Lepaskan aku!" bentak Vina sambil menghentakkan tangannya.
Jodi terkejut karena Vina membentak nya, selama hampir dua tahun ini mereka berpacaran. Vina bahkan tidak pernah membantah ataupun bicara keras pada Jodi. Namun sebelum Jodi membuka suara untuk melayangkan protesnya, Kevin menahan Jodi.
"Relakan Vina nak Jodi!" seru Kevin membuat Jodi tidak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini.
***
__ADS_1
Bersambung...