Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
241


__ADS_3

Puspa menatap Jonathan dengan sangat tajam ketika pria itu mulai melepaskan tangan nya dari Puspa. Jonathan yang di tatap oleh Puspa hanya memalingkan wajahnya karena ayah dan ibu Puspa memberinya ucapan selamat.


Jonathan tahu apa yang di pikirkan oleh Puspa, wanita itu pasti sangat kesal dan marah sekali padanya. Tapi Jonathan tadi benar-benar tidak bisa menahan dirinya. Untuk sesaat dia juga ingin menjadi egois karena merasa Puspa adalah tunangan nya, dan tidak mau melewatkan kesempatan yang ada di depan matanya.


Puspa pun tak bisa berbuat banyak, dia ingin keluar dari sana dan mengejar Riksa. Namun ibunya menahannya karena sebentar lagi adalah acara pemotongan kue ulang tahun dan menerima ucapan selamat dari para tamu.


Alhasil Puspa yang ingin menangis pun harus menahan air matanya juga karena acara masih sangatlah panjang.


'Dia pasti sangat marah padaku!' batin Puspa merasa sangat bersalah pada Riksa.


Namun acara tetap harus berlanjut, acara pemotongan kue membuat Puspa makin merasa sedih. Awalnya dia ingin sekali memberikan suapan dari potongan kue pertama nya untuk Riksa. Namun ternyata dia harus memberikan nya pada Jonathan. Puspa pun enggan melakukan itu karena dia masih sangat kesal pada Jonathan. Tapi ibu Mega membuatnya tak bisa menolak permintaan ibu dan juga ayahnya.


"Sayang, cepat berikan suapan pertama itu pada nak Jo!" ucap ayah yang membuat Puspa langsung melakukan apa yang ayahnya katakan.


Acara masih terus berlanjut, sementara di luar tepatnya di area parkir Riksa sudah hampir membuka pintu mobilnya tapi di tahan oleh Samuel.


"Aku akan mengantar mu pulang!" seru Samuel dengan nada tinggi.


"Bos, tolong biarkan aku sendiri. Aku butuh space bos!" protes Riksa pada Samuel.


Naira yang masih berusaha menyusul mereka dengan susah payah karena gaun yang dia pakai dan high heels membuatnya sulit melangkah dengan cepat pun berhenti sejenak, karena melihat Samuel sudah berhasil menahan Riksa.


"Astaga, apa aku semakin gemuk kenapa rasanya aku jadi cepat lelah!" gumam Naira yang berhenti sebentar lalu beberapa detik kemudian melanjutkan langkahnya menyusul Samuel dan juga Riksa.


Samuel lalu menepuk bahu Riksa pelan.


"Kadang semua itu tidak seperti yang terlihat Riksa, setidaknya jangan berpikir yang tidak-tidak atau bertindak tanpa memikirkan akibat selanjutnya!" seru Samuel dengan nada tegas.


Riksa menatap sorotan mata tajam dari bos yang ada di hadapannya itu.


"Aku bisa melihatnya pria itu mencintai Puspa!" bantah Riksa.

__ADS_1


"Kalau iya lalu kenapa? Puspa mencintaimu. Dia setuju bertunangan karena ini sudah di rencanakan jauh-jauh hari oleh orang tua Puspa, kalau mau menyalahkan seseorang, salahkan dirimu sendiri kenapa begitu jual mahal pada Puspa!" ucap Samuel membuat Riksa semakin kesal saja dalam hatinya.


"Lalu aku harus apa?" tanya Riksa yang mulai kehabisan kesabaran nya.


Samuel selalu mengatakan kalau semua ini adalah kesalahan nya karena terus menerus menolak Puspa. Tanpa Samuel tahu kalau Riksa melakukan semua itu untuk menghargai perasaan adik kandung Samuel yaitu Adam yang juga sangat menyukai Puspa.


"Hei, kenapa berteriak padaku?" pekik Samuel tak terima.


"Memangnya aku harus apa, aku selama ini juga mengalah demi adik mu! sekarang kamu terus menyalahkan aku karena menolak Puspa berkali-kali. Sial!" pekik Riksa memukul bagian atas mobilnya karena kesal.


Sebaliknya, Samuel merasa begitu terkejut mendengar pernyataan Riksa barusan. Dia tidak pernah menyangka kalau ternyata penyebab Riksa terus menolak Puspa adalah karena dia tahu Adam menyukai Puspa. Usia Adam dan Puspa bahkan terpaut cukup jauh, Samuel benar-benar tidak bisa berkata-kata setelah mengetahui hal itu.


Melihat Riksa memukul bagian atas mobilnya dan suaminya terdiam, Naira jadi panik. Naira mempercepat langkahnya hingga saat ini sudah berada di depan Samuel.


"Mas, ada apa?" tanya Naira begitu penasaran.


Samuel hanya menatap sang istri tapi tidak mampu berkata karena dia masih sangat shock. Dia lalu kembali menoleh ke arah Riksa dan bertanya pada Riksa.


"Sejak kapan? sejak kapan Adam menyukai Puspa?" tanya Samuel pada Riksa.


"Apa?" tanya Naira pelan.


"Adam menyukai Puspa?" tanya Naira.


Riksa yang awalnya berada dalam posisi membelakangi Samuel dan juga Naira langsung berbalik. Dengan ekspresi yang benar-benar kalut dan marah di saat yang bersamaan.


"Iya, Adam menyukai Puspa. Jadi aku mengalah untuknya. Tapi kemarin seseorang telah membuatku sadar kalau aku harus jujur pada Puspa tentang perasaan ku atau aku akan menyesali nya seumur hidupku, jadi salahkan saja aku!" seru Riksa yang membuat Naira menutup mulutnya tak percaya.


Mata Naira sudah berkaca-kaca, ternyata selama ini yang menjadi alasan Riksa adalah Adam.


Naira langsung melihat ke arah suaminya yang masih terdiam mematung dengan tatapan nanar ke arah bawah. Naira tahu hal ini pasti sangat sulit bagi Samuel.

__ADS_1


Di satu sisi adik kandungnya, dan di satu sisi sahabat dan orang yang paling dia percaya di dalam hidup nya.


Naira juga bingung harus berkata apa. Cukup lama mereka bertiga hanya saling diam tanpa saling melihat dan berkata.


"Apa Puspa tahu Adam menyukainya?" tanya Samuel lagi pada Riksa.


Riksa mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Samuel.


"Sebelum kemarin dia sama sekali tidak tahu, tapi sekarang dia sudah mengetahui nya!" jawab Riksa.


Samuel mengusap wajahnya itu kasar, adik kandungnya itu bukan seperti orang lain yang masih bisa menahan emosinya. Adam itu bipolar, sikap nya tidak pernah bisa di prediksi. Samuel sungguh mencemaskan adiknya itu, apalagi kalau dia sampai tahu bahwa orang yang dia sukai sudah bertunangan dengan orang lain, Samuel sama sekali tidak bisa membayangkan apa yang akan di lakukan oleh Adam.


Namun ketika Samuel, Riksa dan juga Naira masih bingung harus bagaimana. Tiba-tiba saja listrik padam.


"Naira, sayang kemari!" pekik Samuel langsung memeluk Naira.


Riksa langsung meraih ponselnya dan menghidupkan senter. Dia menyinari sekeliling tempat mereka berada.


"Ini pesta besar, tidak mungkin ini kebetulan!" seru Riksa yang merasa ada yang aneh dengan listrik yang tiba-tiba saja padam.


"Kamu takut sayang?" tanya Samuel pada Naira dan Naira langsung menggelengkan kepalanya.


Dan satu menit kemudian listrik kembali menyala, tapi terdengar teriakan seorang pelayan dari dalam.


"Nona Puspa tidak ada di kamarnya!" teriak pelayan itu sampai terdengar di tempat Samuel, Riksa dan juga Naira berada.


Mereka bertiga saling pandang,


"Apa dia kabur?" tanya Samuel mencoba menerka-nerka.


Karena penasaran, Samuel dan Naira juga Riksa pun masuk kembali ke dalam tempat acara, untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2