Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
211


__ADS_3

Saat ini kami sedang berada di dalam mobil, aku dan Samuel sedang dalam perjalanan pulang kembali ke rumah ayah Rama. Tapi apa yang aku lihat dan dengar barusan di rumah Natasha itu masih terus mengganggu pikiran ku. Rasanya aku begitu terkejut ketika melihat ayah Natasha menamparnya tadi.


Hatiku rasanya ikut sakit, entahlah tapi rasanya aku sama sekali tidak bisa menyangka saja kalau seorang ayah akan bisa menampar putrinya seperti itu. Apa yang dilakukan Natasha mang keterlaluan, dan aku rasa kesabaran om Teddy itu memang sudah pada batasnya. Karena itu dia bahkan bisa menampar putri tunggalnya, putri satu-satunya yang pasti sangat dia sayangi lebih dari apapun.


Semua perasaan tidak nyaman ini didalam hatiku mungkin karena aku memang lebih dekat dengan ayahku daripada dengan ibuku. Dan melihat sikap seorang ayah seperti itu aku jadi teringat akan ayahku. Rasanya aku pasti tidak akan sanggup kalau ayah ku sampai kecewa dan marah padaku seperti yang dilakukan oleh om Teddy tadi kepada putrinya Natasha.


Dan aku juga tahu kalau saat om Teddy menampar Natasha tadi, pasti dia merasakan rasa sakit yang sama bahkan mungkin lebih sakit lagi daripada yang dirasakan oleh Natasha di wajahnya. Om Teddy pasti merasakan rasa sakit yang mendalam di dalam hatinya, bahkan mungkin Om Teddy tidak akan pernah melupakan peristiwa ini seumur hidupnya dan dia akan terus menyesali apa yang telah dia lakukan pada putrinya. Putri yang sangat dia sayangi, dia Kak pasti akan menyalahkan dirinya sendiri karena kegagalan yang mendidik sang Putri menjadi wanita yang baik dan justru membuat masalah yang besar bagi keluarganya.


Karena apapun yang dilakukan oleh orang tua sesungguhnya adalah untuk kebahagiaan dan untuk kemajuan dari kehidupan Putri mereka untuk kehidupan yang lebih baik. Dan melihat betapa om Teddy bekerja keras, pasti semua itu juga dia lakukan demi keluarganya demi anaknya tersayang. Dan saat anaknya membuat dirinya kecewa dan malu maka yang dilakukan oleh orang tua adalah menyesali cara didiknya, mereka akan lebih menyalahkan diri mereka sendiri karena telah gagal menjadi orang tua yang baik.


Aku sendiri tidak habis pikir juga kenapa seorang wanita yang sangat cantik berpendidikan tinggi bahkan dia sangat kaya raya, dia memiliki segalanya tapi memilih untuk mencintai seorang pria yang sudah punya istri. Jika Natasha mau, tidak akan sulit mencari pria yang baik sebaik Samuel. Jika dirinya tidak terlalu terobsesi pada Samuel maka sebenarnya dia bisa mendapatkan pria yang dengan tulus mencintainya.


Aku memandang ke arah Samuel yang sedang fokus mengemudi, setelah memperhatikan pria yang duduk dengan tenang di sampingku itu aku merasa kalau apa yang dilakukan oleh Natasha itu memang adalah hal yang wajar. Siapa yang bisa menolak pesona dari seorang Samuel Virendra, wajahnya yang tampan saat pertama kali bertemu kesan pertama adalah dia memang sangat tampan.


Lalu jika seseorang semakin mengenal dia maka orang itu pasti akan semakin menyukainya apalagi seorang wanita. Sikap Samuel yang begitu arogan tapi mampu membuat siapapun terkesan, pasti akan membuat wanita manapun di dunia ini jatuh hati padanya.


"Ada apa sayang?" tanya Samuel padaku.

__ADS_1


Aku langsung mengangkat alisku karena aku juga lumayan terkejut dengan pertanyaan yang diajukan oleh Samuel karena tadi aku sedang melamun.


Aku langsung menggelengkan kepalaku dengan cepat.


"Tidak mas, tidak ada apa-apa!" jawab ku singkat.


Sebenarnya jawabanku itu tidak benar ini maksudnya tidak jujur, karena tadi aku sempat memikirkan bahwa menjadi seorang istri Samuel itu tidak akan mudah. Dia yang tampan dan di gilai banyak wanita entah sampai kapan akan bertahan dengan kesetiaannya kepada aku. Tapi kalau aku berpikir seperti itu artinya aku tidak percaya apada suamiku sendiri.


Aku sebentar jangan percaya pada Samuel, sejak awal aku mengenalnya bukankah dia sangat setia kepada Caren. Bahkan setelah menikah denganku pun dia masih menjaga kesetiaan cintanya itu kepada wanita yang telah berpacaran dengannya dalam waktu yang lama.


Tapi melihat kasus yang terjadi pada Natasha ini, aku mulai berpikir kalau aku memang harus berhati-hati. Apalagi sekarang aku tidak sendiri, ada kehidupan lain yang sedang tumbuh bersamaku. Ada tanggung jawab lain yang harus aku lindungi dan jaga bersamaku. Calon anakku dengan mas Samuel.


"Tapi wajah mu menunjukkan hal berbeda?" tanya mas Samuel lagi.


Aku menghela nafasku, kali ini aku yakin yang mengganggu pikiran ku sebenarnya bukan rasa takut akan kehilangan cinta mas Samuel karena wanita-wanita yang pernah mengejarnya atau bahkan sampai sekarang masih mengejar cintanya. Tapi lebih pada keselamatan bayi yang ada di kandungan ku. Jika kemarin Natasha bisa nekad mencoba untuk mencelakai ku, tidak mustahil dan tidak menutup kemungkinan kalau dia akan melakukan hal itu lagi.


Aku bisa berpikir seperti itu karena apa yang kulihat tadi. Natasha bahkan masih menyangkal dirinya bersalah setelah Samuel bahkan menunjukkan bukti-bukti yang begitu kuat kepada Om Teddy. Dia masih terus bertanya dimana letak kesalahannya, padahal sudah jelas kalau apa yang dia lakukan itu sudah termasuk ke dalam kejahatan kriminal.

__ADS_1


Aku rasa aku harus membicarakan hal ini pada mas Samuel.


"Begini mas, tadi itu aku berpikir kalau Natasha sepertinya belum jera dan dia masih sangat terobsesi padamu. Yang aku cemaskan adalah, kalau dia melakukan sesuatu yang lebih nekad, maksud ku...!"


Dan sebelum aku bisa menyelesaikan apa yang ingin aku katakan, tangan kiri mas Samuel mengusap lengan kanan ku dengan lembut beberapa kali.


"Aku tahu, kamu mencemaskan calon anak kita kan! aku juga sudah memikirkan ini saja keluar dari kediaman Morgan tadi. Aku tahu kalau Natasha memang benar-benar tidak mengerti apa kesalahannya, dia masih terus menyangkal. Mulai sekarang aku akan memperingatkan kepada semua orang rumah agar melarang Natasha dan juga ibunya untuk datang ke rumah, dan melarang mereka menerima apapun yang berasal dari keluarga Morgan!" tegas mas Samuel.


Tapi setelah mendengar apa yang mas Samuel katakan aku malah semakin tidak enak hati.


"Tapi apa semua itu tidak akan berpengaruh terhadap hubungan dua keluarga mas?" tanya ku.


Karena aku berpikir, kalau mungkin saja keluarga akan menganggap aku yang terlalu parno atau bagaimana begitu nanti, kalau sampai mas Samuel memblokir semua akses keluarga Morgan dari rumah.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2