Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
182


__ADS_3

Author POV


Sementara itu di perusahaan, Riksa dan Dina sedang di buat kalang kabut oleh Samuel. Bagaimana tidak mereka bahkan harus merevisi ulang semua laporan akibat ada beberapa berkas yang telah di hilangkan oleh seorang karyawan yang telah mengundurkan diri beberapa hari lalu. Samuel terlalu fokus pada keluarganya juga Naira, hingga masalah ini luput dari pengawasan nya.


Sementara itu Riksa juga tengah sibuk mencari siapa dalang di balik kecelakaan yang menimpa Naira. Dan Dina, dia baru saja selesai cuti karena kakak kandungnya menikah. Dan juga adiknya baru saja melahirkan.


"Bagaimana ceritanya kita bisa kecolongan seperti ini?" tanya Samuel kesal.


"Tenang dulu bos, kita sedang menyalin ulang semuanya. Untung saja Riksa masih menyimpan semua dokumen dalam laptop pribadi nya!" ucap Dina mencoba untuk menenangkan Samuel karena Riksa juga sedang menyalin laporan dari dalam laptopnya dan itu membutuhkan konsentrasi.


Jika Samuel terus mengomel dan marah-marah juga mondar-mandir ke kanan ke kiri sejak tadi seperti itu hanya akan membuat Riksa bertambah panik. Karena itu Dina mencoba untuk menenangkan Samuel agar pekerjaan Riksa berjalan dengan lancar.


Sementara itu Riksa sejak tadi hanya fokus pada layar monitor komputer nya kan tangannya terus mengetik sesuatu dengan cepat kemudian suara printer pun terus berbunyi mengeluarkan lembaran-lembaran kertas yang sudah berisi perjanjian perjanjian kerjasama juga dokumen-dokumen yang penting untuk kerjasama dengan Tuan Rizaldi.


Samuel yang mulai tenang berdiri di dekat jendela kemudian berpikir tentang hal-hal yang kebetulan terjadi kepadanya.


Dia cara melihat kearah Dina dan bertanya.


"Siapa nama karyawan bagian administrasi itu?" tanya Samuel.


Dina ya mendengarkan pertanyaan dari bosnya langsung melihat ke arah bosnya itu dan menjawab.


"Namanya Lusiana bos, dia adalah lulusan terbaik universitas terkenal di Jerman. Tidak tahu kenapa dia bisa seceroboh itu hingga menghilangkan laporan-laporan itu bahkan dia tidak melaporkannya sebelum dia resign. Kalau dilihat dari riwayat pekerjaannya semuanya berjalan baik, bahkan dia adalah salah satu pegawai teladan di perusahaan milik tuan Danubrata. Tidak menyangka...!


Tapi sebelum dinas selesai dengan apa yang ingin ia katakan Samuel mengangkat tangannya sebagai tanda agar sekertaris pribadi nya itu menghentikan segala ucapan yang ingin dia sampaikan.


"Lulusan universitas Jerman, pegawai perusahaan Danubrata?" tanya Samuel dengan memiringkan kepalanya menghadap ke arah Dina.


Dina mengangguk cepat, dan Riksa yang sedari tadi fokus pada layar monitor laptop nya juga melihat kearah Samuel.

__ADS_1


"Danubrata adalah sepupu tuan Rizaldi kan?" tanya Riksa yang merasa kalau semua ini memang berhubungan.


Dina yang boleh mengerti apa yang dipikirkan oleh bos dan rekan kerjanya itu mulai mengangguk paham.


"Jadi menurut bos dan kamu Riksa, semua ini disengaja bukan hanya kebetulan?" tanya Dina yang boleh paham dengan maksud kedua orang pria yang bersamanya dalam ruangan ini.


Samuel mengapa kan tangannya dengan kuat dan meninjaunya ke arah udara.


"Sial!" geram nya.


Dina dan Riksa saling pandang, sepertinya mereka sudah mengerti kenapa karyawan itu mengundurkan diri dan menghilangkan semua dokumen-dokumen penting. Bahkan jejaknya pun menghilang dan mereka sudah mencari tahu di apartemen yang terdaftar atas nama nya, namun Lusiana tidak ada di sana. Dan setelah mencari di beberapa tempat yang merupakan teman dekatnya mereka juga sudah tidak mendengar kabarnya lagi. Nomer ponselnya bahkan sudah tidak aktif lagi, tidak bisa lagi dihubungi.


"Ck... pasti anak tuan Rizaldi yang bernama Teddy itu yang merencanakan semua ini." ucap Samuel dengan nada ketus.


Dina yang tidak mengerti pun bertanya.


"Tapi kenapa? bukankah tuan Rizaldi terkenal sebagai pengusaha yang sangat baik, tidak mungkin kan dia berbuat seperti itu. Ini pasti juga akan merugikan nya?" tanya Dina yang berpikir sebagai seorang sekertaris biasa yang tidak mengetahui masalah pribadi antara Samuel dengan Teddy anak tuan Rizaldi.


Tapi Riksa yang melihat hal itu langsung berdiri dan menghalangi Samuel di depan pintu.


"Aku akan ikut dengan mu, bos!" seru Riksa yang terlihat jelas mengkhawatirkan bos sekaligus sahabatnya itu.


Samuel hanya mengusap kepalanya gusar.


"Lalu siapa yang mengerjakan semua laporan ini. Besok pagi jam 7, sudah harus ada di depan meja kerja tuan Rizaldi!" tegas Samuel.


"Tapi aku juga tidak akan membiarkan mu pergi dengan tangan terkepal seperti ini. Tuan Rizaldi punya banyak anak buah, anaknya pun pasti begitu. Bos...!"


"Memang kamu pikir aku mau apa?" tanya Samuel dengan nada yang kesal pada Riksa.

__ADS_1


Samuel juga tidak akan sebodoh itu hingga membuat masalah bagi dirinya sendiri.


Melihat kedua pria itu bersitegang, Dina mengusap pundak Riksa.


"Riksa, biarkan saja bos pergi. Dia pasti tahu apa yang akan dia lakukan. Sebaiknya kita segera menyelesaikan semua laporan ini!" ucap Dina selembut yang dia bisa agar Riksa mendengarkannya dengan baik.


Riksa akhirnya hanya bisa menghela nafasnya dan memberi jalan pada Samuel untuk bisa keluar dari ruang kerja nya.


Setelah Samuel sedikit jauh, Dina baru mulai bertanya pada Riksa.


"Kulihat seperti nya bos punya perselisihan dengan tuan Teddy!" ucap Dina.


"Dina, aku khawatir pada bos. Aku akan memberitahukan password nya padamu. Kamu kerjakan semuanya sendiri dulu ya, setelah memastikan bos baik-baik saja. Aku akan kembali kesini dan menantu mu lagi!" jelas Riksa pada Dina.


"Riksa, kamu percaya padaku?" tanya Dina.


Riksa langsung mengangguk yakin.


"Iya, tapi jangan beritahu pada orang lain." ucap Riksa.


Kemudian Riksa memberitahu kan pada Riksa semua kata kunci aplikasi pada laptopnya. Dan Dina pun mengerjakan semua laporan yang belum selesai. Sementara itu Riksa keluar dengan cepat dan berlari menyusul Samuel. Tugas Stella yang di berikan pada Riksa membuatnya tak bisa membiarkan Samuel pergi sendiri dalam keadaan kesal seperti itu.


Meskipun dia tahu kalau Samuel tidak akan sampai melakukan hal yang melanggar hukum, tapi dia tidak mengenal siapa itu Teddy Rizaldi, dia tidak mau kalau sampai dia kecolongan dan terjadi hal buruk pada Samuel.


Setelah mengikuti mobil Samuel, Riksa menghubungi seseorang.


"Datang ke kantor kedua perusahaan Rizaldi yang di jalan Tamrin. Bawa beberapa orang. Lindungi bos Samuel, apapun yang terjadi jangan biarkan bos Samuel sampai terluka!" seru Riksa pada seseorang yang berada di ujung telepon.


Setelah itu dia memutuskan panggilan telepon dan kembali fokus mengemudi membuntuti mobil yang di kendarai sendiri oleh Samuel.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2