Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
222


__ADS_3

Naira tampak terkejut ketika Samuel mengatakan padanya kalau besok adalah ulang tahun Puspa. Dalam perjalanan pulang menuju ke rumah ayah Rama, di dalam mobil Naira membuka percakapan dengan Samuel uang sedang fokus mengemudi.


"Mas, bagaimana kalau besok kita berdua pergi ke butik Puspa, menemuinya dan memberinya ucapan selamat!" ucap Naira.


"Tentu saja sayang, dan aku rasa aku tahu sekarang kenapa Riksa sulit sekali di hubungi hari ini!" ucap Samuel dan apa yang di ucapkan oleh Samuel itu membuat Naira mengernyitkan dahi nya.


"Maksud mu?" tanya Naira heran.


"Aku yakin kamu juga tahu kan kalau di antara kedua orang itu sebenarnya mereka saling suka! dan pada saat seperti ini Riksa pasti sedang menyiapkan sesuatu untuk Puspa." ucap Samuel pada Naira.


'Benarkah? tapi kenapa Puspa bilang padaku kalau Riksa sudah menolaknya sebanyak sembilan kali. Apa aku katakan saja hal ini pada mas Samuel, tapi jika aku katakan pada mas Samuel apa sebagai perempuan tidak apa-apa jika orang lain tahu kalau dirinya sudah di tolak sebanyak itu oleh seorang pria. Tapi mas Sam kan suami ku, aku juga tidak boleh menyembunyikan apapun darinya bukan?' tanya Naira dalam hati.


Naira masih bingung akan menceritakan perihal apa yang pernah di katakan oleh Puspa padanya, dia masih ragu antara menceritakan hal itu atau tidak.


Dan samuel yang melihat Naira lama terdiam pun bertanya pada Naira.


"Sayang, ada apa?" tanya Samuel penasaran.


"Em, begini mas. Kalau memang Riksa menyukai Puspa, apa mungkin dia akan menolak kalau Puspa mengakui perasaannya lebih dulu pada Riksa?" tanya Naira pada Samuel.


Samuel yang tengah fokus mengemudi langsung menoleh sekilas ke arah istrinya itu.


"Itu tidak mungkin, Riksa tidak akan sebodoh itu menyia-nyiakan kesempatan yang mungkin saja sudah dia tunggu selama ini!" jawab Samuel begitu yakin.


Naira malah semakin di buat bingung lagi atas jawaban suaminya yang dia katakan dengan ekspresi wajah yang begitu yakin.


'Sepertinya aku memang harus mengatakannya pada mas Samuel, kenapa aku merasa mas Samuel yakin sekali kalau Riksa itu suka pada Puspa, tapi kalau suka kenapa menolaknya sampai sembilan kali. Puspa benar-benar wanita tangguh, kalau aku sih di tolak sekali juga sudah mundur sejauh-jauhnya!' batin Naira.

__ADS_1


"Mas, aku akan jujur padamu. Tapi tolong jangan bahas ini di depan Riksa atau Puspa ya, aku tidak enak pada mereka!" ucap Naira dengan posisi menyerong ke arah Samuel.


Samuel yang melihat tingkah dan juga apa yang dikatakan oleh Naira jadi semakin penasaran dengan apa ayang sebenarnya ingin di ucapkan Naira selanjutnya.


Samuel melambatkan laju kendaraan nya lalu menepikan mobilnya di pinggir jalan.


"Mas, kok berhenti?" tanya Naira yang bingung kenapa sang suami menepikan mobilnya di pinggir jalan.


"Aku benar-benar penasaran dengan apa yang ingin kamu katakan! aku tidak mungkin fokus mengemudi kalau melihat wajah istriku yang begitu serius seperti ini, kamu tahu tidak sayang, wajah mu yang seperti ini terlihat sangat cantik dan menggemaskan!" ucap Samuel dengan tersenyum tulus.


Sementara Naira yang mendengar gombalan dari sang suami malah mengernyitkan dahi nya bingung.


'Sejak kapan mas Samuel jadi bisa bicara seperti itu, aku baru dengar dia menggombal. Kenapa rasanya malah jadi aneh ya!' batin Naira yang malah merasa aneh melihat dan mendengar suaminya menggombal padanya.


"Mas, aku tidak percaya kamu bisa menggombal seperti itu?" tanya Naira.


Samuel langsung meraih tangan kanan Naira dan mengecup punggung tangan istrinya itu.


"Mas, kemarin saat semua orang datang ke rumah memberi kado dan ucapan selamat atas kehamilan ku. Puspa itu menangis dan mengatakan padaku, kalau dia baru saja di tolak oleh Riksa saat dia menyatakan perasaannya pada Riksa!" terang Naira pada Samuel.


Samuel terlihat terkejut dengan wajah serius dia melihat ke arah Naira.


"Apa kamu serius sayang, Riksa tidak mungkin menolak Puspa, dia itu menyukai Puspa!" ucap Samuel dengan sangat yakin.


"Aku juga sempat berfikir seperti itu mas, bahkan saat Puspa menangis di pinggir kolam renang, aku baru saja akan mengambilkan tissue dan air minum untuknya, tapi saat aku masuk ke dalam Riksa juga sudah berdiri dengan membawa gelas berisi air dan juga sapu tangan untuk Puspa. Aku juga tidak percaya kalau perhatian seperti itu, perhatian Riksa pada Puspa itu hanya perhatian seorang sahabat pada sahabatnya. Tapi Puspa bahkan sudah di tolak 9 kali mas!" ucap Naira menceritakan apa yang terjadi waktu itu dan apa pendapatnya tentang kejadian waktu itu.


"Apa?" pekik Samuel bertanya pada Naira.

__ADS_1


Samuel bahkan begitu terkejut mendengar apa yang di ungkapkan oleh Naira. Dia tidak menyangka kalau sekertaris pribadinya itu yang


juga adalah sahabat dekatnya itu akan menolak Puspa.


"Apa dia tidak waras?" tanya Samuel terlihat kesal. Dia bahkan memukulkan tangannya ke setir mobil di depannya.


Naira terkesiap.


"Siapa yang tidak waras mas?" tanya Naira yang cukup di buat terkejut terhadap reaksi Samuel.


"Tentu saja Riksa, apa dia sudah tidak waras sampai menolak wanita yang selalu di igaukannya ketika lelah dan ketiduran di kantor!" ucap Samuel yang membuat Naira menutup mulutnya tak percaya.


'Astaga, sampai seperti itu!' batin Naira begitu terkejut.


"Jadi Riksa juga...!"


"Iya sayang, Riksa selalu mengigaukan nama Puspa ketika dia ketiduran setelah kerja lembur di kantor, bahkan saat demam dan sakit orang yang pertama kali Riksa tanyakan saat bangun adalah Puspa. Aku tidak mengerti sebenarnya ada apa ini?" tanya Samuel yang juga di buat bingung dengan hubungan dua sahabat dekatnya itu.


"Mas, kalau begitu kita harus tanyakan pada Riksa apa sebenarnya yang membuat nya menolak Puspa terus, padahal hatinya berkata lain!" ucap Naira yang terlihat begitu perduli pada hubungan Puspa dan juga Riksa.


"Kamu benar sayang, apa Puspa mengatakan padamu apa alasan yang di katakan Riksa saat menolaknya?" tanya Samuel lagi.


"Em, dia hanya bilang kalau Riksa merasa tidak pantas untuk Puspa. Riksa merasa kalau Puspa berhak mendapatkan lelaki yang lebih baik dan lebih kaya darinya!" jawab Naira.


Samuel mendengus kesal.


"Itu pasti alasan yang di buat-buat. Meski aku sering memotong gajinya, tapi tetap saja gajinya sebulan itu masih bisa membeli satu buah Alphard kalau dia mau!" seru Samuel membuat Naira menutup mulutnya karena terkejut mendengar berapa gaji Riksa dalam sebulan.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2