Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
205


__ADS_3

Ayah dan ibu terlihat senang mendengarkan cerita masa kecil mas Sam. Hari ini setelah sarapan, aku, mas Sam, ayah dan juga ibu mengobrol di teras depan rumah. Dengan teh manis hangat dan juga rempeyek kacang buatan ibu yang menemani obrolan kami.


Mas Sam sangat suka rempeyek kacang buatan ibu, katanya sangat renyah dan gurih. Dia yang tidak suka makan camilan jadi sangat menyukainya.


Ayah iseng bertanya tentang bagaimana masa kecil mas Sam, dan dengan senang hati mas Sam menceritakan nya. Kehidupannya di luar negeri saat masih sekolah dasar, kemudian kepindahannya ke kota ini karena ibunya saat itu berhenti bekerja karena Adam mengalami hal yang tidak di sangka-sangka oleh seluruh anggota keluarga Virendra.


"Tidak pernah kami sangka kalau Adam akan terjerumus dalam hal semacam itu, pergaulan di luar negeri memang terlalu bebas tapi kami sama sekali...!" mas Sam menghentikan kalimat nya karena tak sanggup melanjutkan nya lagi.


Ayah langsung menepuk bahu mas Sam pelan beberapa kali.


"Tidak apa-apa nak Sam, yang penting sekarang nak Adam juga sudah sembuh dari ketergantungan nya bukan. Dan kalau ayah lihat sebenarnya dia itu sangat baik. Sebagai keluarganya kita seharusnya selalu mendukungnya, dan jangan pernah lagi menyinggung masalah ini. Ayah yakin sebenarnya dia juga ingin melupakan masa lalunya dan memulai semuanya dengan awal yang baik ke depannya nanti!" ucap ayah membuat mas Sam tersenyum.


Melihat kedua pria yang sama-sama aku sayangi itu saling menguatkan seperti ini di hadapan ku membuat hidupku rasanya sangat lengkap. Aku beruntung karena takdir telah membuatku bertemu dengan mas Samuel, suami ku yang luar biasa baik. Meski di awal-awal dia sangat dingin dan kasar, namun sekarang dia menjadi pria paling baik dan paling perduli juga perhatian padaku. Bahkan tidak hanya padaku saja, dia juga sangat baik dan perhatian pada semua keluarga ku.


Saat kami masih berbincang-bincang, tiba-tiba saja aku mendengar suara ponsel ku berdering. Aku memastikannya sebentar, dan setelah yakin itu memang adalah ponsel ku, aku masuk ke dalam dan mengambil ponsel yang tadi aku letakkan di dekat meja televisi.


Saat aku meraih ponsel itu, aku langsung menggeser tombol hijau karena nama pemanggil yang tertera pada layar ponsel adalah nomer kontak Riksa.


"Halo!" ucap ku setelah meletakkan ponsel yang aku pegang dengan tangan kanan itu ke dekat telingaku.


"Halo Nai, apa bos ada bersama mu?" tanya Riksa dengan cepat.


Aku langsung mengangguk.


"Iya, kami masih di rumah ayah!" jawab ku.


"Apa bos dalam posisi yang tidak bisa di ganggu?" tanya nya lagi.


Dan kali ini aku mengernyitkan dahi ku, aku rasa Riksa sudah lebih dahulu menghubungi nomer mas Sam, karena mas Sam tadi pagi memang sengaja mematikan ponselnya makanya Riksa menghubungi nomer ku.


"Ada apa? mas Sam sedang mengobrol bersama ayah dan ibu?" tanya ku pada Riksa

__ADS_1


Jujur saja mendengar perkataan Riksa yang terkesan terburu-buru juga membuatku menjadi sangat penasaran dengan apa yang terjadi. Sambil bertanya seperti itu, aku juga berjalan keluar dari dalam rumah hendak menghampiri mas Sam.


"Nai, anak buah ku sudah menemukan mobil yang kemarin mencoba untuk menabrak mu!" jawab Riksa.


Aku langsung mempercepat langkah ku dan segera menghampiri mas Sam.


"Mas, ini ada telepon dari Riksa!" ucap ku sambil mengulurkan tangan ku yang memegang ponsel pada mas Sam.


"Kalau urusan pekerjaan, katakan saja aku tidak ingin di ganggu!" sahut mas Sam.


Aku langsung menggelengkan kepalaku dengan cepat.


"Bukan mas, kata Riksa masalah yang itu, yang waktu itu...!" aku sedikit bingung saat mau menjelaskan karena takut ayah dan ibu merasa khawatir.


"Ini, bicaralah dengan Riksa!" aku langsung meraih tangan mas Sam dan memberikan ponsel ku padanya.


Ayah dan ibu sepertinya juga mengerti, hingga pada akhirnya ayah dan ibu malah pamit masuk ke dalam rumah.


"Kami masuk dulu nak Sam!" kata ayah dan di balas dengan anggukan cepat dari mas Sam.


"Katakan, ada apa?" tanya mas Sam dengan nada dingin pada Riksa.


Aku langsung duduk di sebelah mas Sam lagi seperti tadi sebelum ponsel ku berdering.


"Bos, Tommy dan yang lain sudah menemukan mobil yang waktu itu mau menabrak Naira. Mobil itu ada di daerah Pelelangan, dan mereka juga sudah menangkap seorang wanita yang ternyata adalah pemilik mobil itu, ternyata mobil itu bukan mobil sewaan, wanita itu pernah bekerja di showroom dan rental tempat penyewaan mobil yang terkenal itu, jadi dia sengaja memodifikasi mobilnya semirip mungkin dengan yang ada disana, itulah yang membuat kami terkecoh!" jelas Riksa panjang lebar.


Aku lihat mas Sam juga tak kalah seriusnya dariku saat mendengarkan apa yang Riksa jelaskan.


"Siapa dia, siapa wanita itu? apa motif nya mencoba untuk mencelakai Naira?" tanya Samuel sangat penasaran.


"Dari kartu tanda pengenal nya namanya adalah Deby bos, nama lengkapnya Deby Agatha dia bilang dia tidak sengaja melakukan itu, dia bilang dia bahkan tidak mengenal Naira!" terang Riksa lagi.

__ADS_1


Samuel terlihat menautkan alisnya.


"Itu tidak mungkin, tanyai dengan benar. Buat wanita itu bicara jujur!" bentak Samuel pada Riksa.


"Baik bos, tapi aku merasa kalau pernah melihat wanita ini. Aku akan kirimkan padamu fotonya, aku benar-benar merasa tidak asing dengan wajah wanita ini. Aku rasa dia ada hubungannya dengan nona muda keluarga Morgan itu!" jelas Riksa membuat Samuel melebarkan matanya dan mendengus kesal kemudian.


'Nona muda keluarga Morgan, hah... kenapa aku bisa lupa kalau wanita itu sangat tergila-gila pada suami ku. Tentu saja dia ingin mencelakai ku!' batin ku kesal.


Sekarang aku sudah tahu, kemungkinan yang aku tanyakan pada Riksa kemarin itu memang benar. Kalau yang mencoba mencelakai aku adalah salah satu penggemar berat suami ku.


"Natasha Morgan!" geram mas Sam.


Mas Sam langsung melihat ke arahku.


"Baiklah Riksa, kirim ke nomer ku foto wanita itu. Aku akan mendatangi wanita licik itu dan memberinya pelajaran!" geram mas Sam.


Aku langsung mengusap pundak mas Sam saat dia selesai mengatakan kalimat nya.


"Mas, tenang dulu!" ucap ku lembut.


Sebenarnya aku juga kesal pada wanita yang bernama Natasha Morgan itu, tapi aku juga tidak mau kalau mas Sam bertindak gegabah.


"Riksa laporkan masalah ini ke pihak yang berwajib. Kita harus memberi wanita licik itu pelajaran!" seru Sam Sam.


"Baik bos, kami akan bawa wanita bernama Deby ini ke kantor polisi!" ucap Riksa.


Lalu mas Sam segera memutuskan panggilan telepon dan segera berdiri memelukku.


"Sayang, maafkan aku. Seharusnya aku tahu lebih awal kalau ini ulah wanita licik itu, dan segera menjauhkannya darimu!" ucap mas Sam penuh penyesalan.


Aku hanya bisa menghela nafasku, ternyata dulu yang dikatakan oleh Puspa sebelum aku menikah dengan mas Sam itu benar. Yang perlu aku waspadai memang bukan Caren atau yang lainnya, tapi nona muda keluarga Morgan yang bahkan cintanya tidak pernah di lirik oleh mas Samuel.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2