Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
79


__ADS_3

Author POV


Naira kembali bermain game di ponselnya, masalahnya dia juga tidak bisa menghubungi siapapun. Sebelum pergi ke Singapura, Samuel sudah menghapus semua kontak di ponsel Naira dan mengganti nomernya dengan kartu yang baru, alasannya agar dia tidak harus bingung menjawab tentang apa yang mereka lakukan di Singapura. Karena Samuel tentu saja tidak ingin kalau sampai ibunya mengetahui apa tujuannya yang sebenarnya datang ke negara itu.


Dan hanya meninggalkan nomer kontak milik Samuel saja. Naira juga tidak berpikir ingin mengganggu nya karena Samuel pasti akan marah. Setelah bosan, Naira memilih untuk tidur saja.


Sementara itu Samuel sudah turun dari mobil yang sudah dia sewa, tadi dia juga menyewa mobil berikut supirnya selama beberapa hari, agar dirinya mudah saat akan pergi kemana-mana dengan Caren. Rencana indah sudah dia susun, dia akan memberi kejutan pada Caren dan akan makan malam romantis dengan pacarnya itu sampai jam dua belas malam, dan akan memberikan kejutan yang istimewa pada wanita yang sangat dia cintai itu.


Samuel sudah berjalan masuk ke area apartemen, dia tidak perlu bertanya pada penjaga ataupun resepsionis karena dia sudah tau di lantai berapa apartemen Caren dan juga unit nomer berapa. Dengan tidak sabar, Samuel masuk ke dalam lift, dengan kotak perhiasan uang sudah di bungkus dengan bungkus kado berwarna merah dan dengan lilitan pita berwarna gold, sungguh cantik dan elegan. Samuel sengaja meninggalkan kopernya di dalam mobil karena tidak ingin repot membawanya, setelah bertemu Caren dia akan minta pada supir yang sudah dia sewa untuk membawanya ke apartemen Caren.


Ting


Pintu lift sudah terbuka, senyum Samuel semakin merekah. Segera dia berjalan dengan tidak sabar ke unit apartemen Caren, dan Caren pun sudah memberikan passcode pintu apartemen nya pada Samuel saat mereka sering video call.


Ceklek


"Sayang jangan sekarang, aku baru saja selesai mandi!"


Samuel mematung setelah membuka pintu apartemen nya mendengar suara seseorang yang begitu dia rindukan selama empat bulan ini, Samuel masih diam dan berusaha meyakinkan dirinya kalau apa yang dia dengar barusan itu benar-benar nyata suara Caren.


"Agkh! pelan-pelan!"


Rahang Samuel mengeras, tangannya yang tidak memegang kotak perhiasan itu mengepal dengan kuat. Selama ini dia sering mendengar kekasihnya dekat dengan pemuda lain, atau aktor lain, tapi dia tidak mempercayainya. Jika Caren bilang itu tidak benar, maka bagi Samuel itu memang tidak benar.


"Sayang, kamu pasti akan menikmatinya!"


Mata Samuel makin merah, dan tangannya mengepal makin kuat mendengar suara seorang pria yang bersahutan dengan suara rintihan Caren.


Samuel sudah ada di depan pintu kamar Caren, Wajah dan mata nya sudah memerah. Tangan Samuel perlahan dia gerakkan naik untuk memegang handle pintu.

__ADS_1


Ceklek


Samuel membuka pintu itu perlahan, dan dia melihat dengan mata kepalanya sendiri kekasihnya, wanita yang sangat dia cintai. Wanita yang bahkan demi dirinya dia rela membohongi ibu nya sendiri dan menuruti semua keinginan nya.


Saat ini wanita itu sedang berada di atas tubuh seorang pria dengan tanpa ada sehelai benang pun menutupi tubuh mereka.


Bahkan saat Samuel membuka pintu dua sejoli itu masih sibuk dengan kegiatan mereka, yang wanita masih sibuk bergerak maju mundur sambil menengadahkan kepalanya ke atas. Yang pria yang juga sedang meracau tak karuan dan masih sibuk *******-***** dua benda yang menggantung di depannya.


"Caren!!!" teriak Samuel yang sudah tidak tahan lagi melihat pemandangan di depannya.


Hatinya hancur, lelaki yang berada di bawah Caren itu bahkan dia mengenalnya. Dia adalah Kenzo Hasigawa, sahabat dan juga rekan kerjanya.


Caren terkejut mendengar teriakan Samuel, dengan cepat dia turun dari atas tubuh Kenzo dan menarik selimut yang ada di dekatnya untuk menutupi tubuhnya yang polos.


"Sa.. sam.!" lirih Caren yang berusaha turun dari ranjang dengan tertatih. Sepertinya lututnya sangat lemas setelah apa yang dia lakukan dengan Kenzo.


Caren bahkan terjatuh beberapa kali saat akan menghampiri Samuel. Samuel melemparkan kotak perhiasan yang dia pegang ke lantai dengan kuat.


"Dasar pengkhianat! mulai sekarang aku Samuel Virendra tidak punya hubungan apapun dengan mu Caren Maida!" pekik Samuel kesal dengan suara yang menggelegar.


Bahkan sanking kesalnya, mata Samuel bahkan berkaca-kaca.


"Tidak Sam, sayang..!"


"Jangan sebut nama ku dengan mulut penuh kebohongan mu itu, kita sudah berakhir Caren. Aku tidak akan memaafkan mu!" seru Samuel lalu segera meninggalkan Caren yang masih bersimpuh di hadapan nya.


Setelah Samuel pergi, Kenzo yang sudah memakai celana pendek segera menghampiri Caren.


"Apa hubungan mu dengan Samuel?" tanya Kenzo yang seperti nya juga terkejut dengan kejadian ini.

__ADS_1


Caren tidak menjawab pertanyaan Kenzo, dia hanya menangis sejadi-jadinya.


Sementara itu Samuel yang sudah sangat kesal dan hancur hatinya pun segera kembali ke mobilnya. Dia meminta agar supirnya membawanya ke sebuah club di kota ini.


Setelah tiba di sebuah club, Samuel langsung turun dan masuk ke dalam sana. Dia duduk di meja bar dan memesan minuman yang memiliki kadar alkohol sangat tinggi. Sang bartender memberikan segelas kecil padanya, tapi dia marah dan minta gelas yang lebih besar. Dia bahkan menyerahkan kartu no limited nya pada bartender itu.


Samuel ingin mabuk, dia ingin menghilangkan bayangan Caren yang tadi dia lihat bersama dengan Kenzo. Samuel ingin melupakan rasa sakit hatinya, dia ingin melupakan rasa kecewanya pada wanita yang telah membuat hancur sehancur-hancurnya itu.


Setelah beberapa lama kemudian, Samuel bahkan sudah tidak kuat untuk mengangkat kepalanya, dia sudah benar-benar mabuk dan meracau tidak jelas. Ada seorang wanita pemandu bar yang mendekatinya, tapi Samuel bahkan menampar wanita itu dengan kuat dan membuat keributan di dalam club.


"Tuan, dia sudah membuat keributan sejak tadi, bagaimana ini?" tanya seorang bartender pada manager club.


"Dengan siapa dia datang kemari?" tanya manajer itu.


"Dia datang sendiri tuan! sejak tadi dia bahkan mengusir semua wanita dan pria yang mau duduk di dekatnya" jawab sang bartender.


"Periksa rekaman CCtv di luar club!" perintah manajer itu pada salah seorang anak buahnya.


Si anak buah pergi melaksanakan perintah sang manajer, dan dia mengatakan dia keluar dari dalam sebuah mobil yang masih ada di depan club sampai saat ini.


"Angkat dia, kita bawa dia ke mobil itu!" perintah sang manajer club.


Saat para pengawal dan bartender mengangkat tubuh Samuel yang sudah tidak sadarkan diri, si supir terkejut dan langsung keluar dari dalam mobil, lalu membukakan pintu mobil untuk Samuel.


"Apa dia majikan mu?" tanya manajer club.


Si supir hanya mengangguk.


"Bawa dia pulang, ini kartunya!" ucap si manajer dan memberikan kartu Samuel pada supir mobil hotel itu.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2