
Rasanya aku ingin melakukan adegan puisi film jadulnya Dian Sastro itu deh. Aku mau lari ke pantai dan berteriak. Aku ingin meneriakkan nama si lidah tajam ini dengan embel-embel yang banyak sekali. Suka memerintah, suka marah-marah, mau menang sendiri, arogan, menyebalkan.
Apa dia tidak takut kalau dirinya akan berubah menjadi Hulk kalau marah-marah terus. Dan terus terang saja aku tidak puas dengan jawaban nya barusan. Tapi benar-benar sia-sia saja kalau aku bertanya lagi. Aku yakin dia tidak akan menjawab pertanyaan ku dengan benar.
Aku dan dia kembali terdiam, suasana benar-benar hening. Aku jadi berfikir bagaimana nanti rumah tangga yang akan kami jalani selama satu tahun kalau kami canggung begini.
Cukup lama kami terdiam, sampai akhir nya ponselnya yang gantian berdering, nadanya berbeda dengan dering yang aku dengar di salon. Tapi aku yakin pernah mendengar dering ini.
'Oh aku ingat, ini kan dering waktu di mobil itu, yang pas pacarnya telepon itu!' gumam ku dalam hati.
Dengan cepat Samuel menerima panggilan itu, aku kira dia akan berdiri dan menjauh saat menerima telepon dari pacarnya itu. Tapi dugaan ku salah, dia malah mengangkat telepon dan bicara di depan ku, yang lebih aneh lagi, dia menyalakan speaker ponselnya. Aku rasa dia ini benar-benar anti-mainstream.
"Halo, Sam sayang. Maafkan aku ya, semalam aku sangat sibuk hingga tidak bisa menghubungi mu. Apakah kamu menunggu? sayang aku harap aku tidak mengganggu waktu istirahat mu!" ucap wanita nya Samuel.
"Iya sayang, aku tahu. Semalam aku juga beristirahat. Karena banyak pekerjaan!" ucap nya begitu lembut.
'Ternyata dia bisa juga selembut itu, aku jadi penasaran seperti apa sih wanita bernama Caren itu?' tanya ku dalam hati.
"Benar kan kamu tidak menunggu ku menghubungi mu, sayang! maaf ya. Aku sungguh sangat sibuk belakangan ini. Kamu jaga kesehatan baik-baik ya!" ucap wanita itu dari ujung sana.
Suaranya lembut dan terdengar elegan, pantas saja si lidah tajam ini begitu menyukai nya. Mendengar suaranya yang begitu merdu dan lembut pasti menenangkan hatinya.
"Tidak apa-apa, kamu fokus saja meraih mimpi mu. Aku akan menunggu mu kembali!" ucap Samuel.
Deg
Dan entah kenapa mendengar apa yang di katakan Samuel pada wanita itu membuatku ingin menangis. Tapi jangan salah paham dulu ya, aku ingin menangis bukan karena cemburu mendengar sepasang kekasih itu sedang berbicara dengan sangat mesra dan romantis. Tapi aku ingin menangis karena merasa aku disini malah seperti orang ketiga yang akan merusak impian indah sepasang kekasih yang saling mencintai.
Samuel mencintai wanita itu, dan wanita itu juga mencintai nya. Lalu aku akan berada di antara mereka, kenapa aku merasa menjadi tokoh antagonis ya.
__ADS_1
"Sayang, aku percaya padamu. Aku sangat mencintaimu!" ucap wanita itu lagi.
"Aku juga mencintaimu sayang!" sahut Samuel dan panggilan telepon romantis itu pun berakhir.
Tapi yang masih jadi pertanyaan ku adalah kenapa si lidah tajam menyalakan speaker saat menerima panggilan telepon dari Caren.
"Sudah dengar kan?" tanya nya melihat dengan tatapan tajam ke arah ku.
Aku nyaris tersedak saliva ku sendiri, tapi untung nya itu tidak sampai terjadi.
"Maksud tuan?" tanya ku dengan raut wajah bingung.
Karena aku memang bingung, bagiku sulit sekali mengerti isyarat atau kode dari si lidah tajam ini. Tidak seperti Riksa, aku seperti nya sangat mudah mengerti isyarat darinya, tapi dengan si lidah tajam ini, untuk mengerti kode darinya aku seperti melihat semut di seberang lautan, jangan kan tampak, kelihatan seperti titik pun tidak.
"Jangan berpura-pura tidak mengerti. Kamu sudah dengar kan kalau aku sangat mencintai kekasih ku dan begitu juga dia, jadi jangan pernah berharap lebih!" jelas nya padaku.
Setelah dia menjelaskan baru aku mengerti, dan aku membulatkan mulut ku membentuk huruf O.
'Ih, ngapain juga berharap lebih, saldo hutang ku gak nambah saja aku sudah bersyukur. Lagian laki-laki dengan lidah tajam seperti mu, hanya wanita mu itu saja yang suka, aku sih no ya!' batin ku kemudian.
"Aku tidak yakin!" bantah nya lagi.
Dia ini benar-benar meremehkan aku ya, aku tidak akan pernah berharap pada orang seperti mu. Bagaimana menjelaskan nya ya?
"Kenapa kamu tidak yakin, kamu itu bukan tipe ku... ups!" aku langsung menutup rapat mulut ku dengan kedua tangan ku.
'Agkh, apa yang aku katakan. Haduh, aku mencari masalah sendiri ini namanya!' pekik ku dalam hati menyalahkan diriku sendiri.
Mata Samuel melotot, aku yakin dia sangat tersinggung dengan apa yang aku katakan.
__ADS_1
"Kamu bilang apa?" tanya nya dengan nada yang sangat kesal.
Aku menggelengkan kepala ku dengan cepat berkali-kali.
"Ma.. maaf tuan, saya tidak bermaksud begitu!" ucap ku meminta maaf dan dengan wajah memelas.
'Ini yang namanya mulut mu adalah harimau mu!' batin ku lagi
Aku akan terjebak karena ucapan ku sendiri, semua ini juga gara-gara dia yang begitu menyebalkan hingga membuat ku tanpa sadar mengatakan itu. Sekarang aku harus bagaimana.
"Tu..tuan, aku salah sebenarnya tadi aku ingin bilang mana mungkin tidak ada yang tidak suka pada tuan, tuan ini tipe idaman semua wanita. Tuan tampan, pintar, baik dan kaya, semua wanita pintar pasti akan menyukai tuan!" ralat ku. Dan aku bersumpah, kali ini aku berbohong.
Tapi seseorang pernah mengatakan padaku, untuk menyelamatkan nyawa seseorang yang terancam, sedikit kebohongan akan termaafkan. Dan nyawa ku terancam saat ini, jadi aku rasa sedikit bumbu kebohongan tidak masalah bukan.
Dia terlihat tersenyum menyeringai.
"Bagus, kalau begitu setiap hari setelah menikah nanti, saat aku bangun tidur kamu sudah harus tampil rapi di depan ku dan katakan kalimat itu padaku. Sebelum aku beranjak dari tempat tidur ku. Mengerti!!" serunya.
Aku mengerjapkan mataku dengan cepat.
'Sepertinya aku salah bicara, aku sungguh mencari masalah untuk diriku sendiri. Dan darimana ide konyol nya itu muncul?' keluh ku dalam hati.
"Setiap pagi?" tanya ku cengo.
Dan dengan cepat dia mengangguk.
"Semua kalimat pujian mu padaku barusan, tidak kurang tapi boleh lebih! coba katakan lagi. Aku akan mengingat nya kalau kurang maka...!"
"Tidak tuan, tidak akan kurang. Tuan tidak perlu menambah saldo hutang ku. Aku akan katakan kalau tuan Samuel Virendra adalah pria yang sangat tampan, pintar, baik dan kaya raya yang akan membuat semua wanita menyukai nya! begitu!" ucap ku lalu menghela nafas ku panjang.
__ADS_1
***
Bersambung...