Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
208


__ADS_3

Samuel menggenggam tangan Naira ketika sang istri sudah keluar dari mobil yang pintu mobilnya baru saja dia bukakan tadi.


"Apapun yang terjadi, tetap lah di dekat ku!" ucap Samuel dan di balas dengan anggukan kepala oleh Naira.


Mereka berdua berjalan masuk ke arah pintu utama kediaman keluarga Morgan yang memang sudah terbuka lebar karena tadi Teddy Morgan pulang dan dia sengaja meminta asisten rumah tangga nya untuk tidak menutup pintu.


Teddy Morgan yang sudah menduga bahwa mobil yang berhenti di pekarangan rumahnya itu adalah milik Samuel pun segera berdiri dari posisi duduknya kemudian berjalan menuju ke pintu utama yang memang sudah terbuka dengan.


Begitu dia keluar, benar saja seorang pemuda tampan masih muda tapi sudah merupakan CEO yang sangat terkenal di kota ini sedang berjalan ke arah pintu utama lebih tepatnya sedang berjalan ke arahnya menggandeng seorang wanita cantik yang tidak terlalu tinggi namun keduanya sangat serasi bila diperhatikan.


Teddy Morgan tersenyum dah langsung merentangkan kedua tangannya menyambut kedatangan Samuel.


"Wah nak Samuel, ini adalah hal yang luar biasa kamu datang ke rumah ku!" ucap Teddy Morgan sopan.


Samuel yang memang sudah berada cukup dekat jaraknya dengan teh di Morgan pun melepaskan genggaman nya dari sang istri. Kemudian Samuel segera membalas pelukan dari sahabat ayahnya tersebut.


"Maafkan aku karena membuat Om Teddy harus pulang dari perusahaan!" ucap Samuel.


Teddy Morgan langsung menepuk-nepuk bahu dari Samuel perlahan kemudian tertawa biasa.


"Ha ha ha tidak apa-apa. Selamat datang juga padamu, nyonya Samuel!" ucap Teddy dengan sopan sambil melirik sekilas kearah Naira.


Naira pun menganggukkan kepalanya sembari tersenyum ketika disapa oleh Teddy Morgan. Teddy Morgan lalu mengajak Samuel dan daerah untuk masuk ke dalam, Melinda yang langsung berdiri ketika melihat Samuel dan Naira masuk juga langsung tersenyum dan menyapa keduanya.


"Selamat siang Samuel dan Naira, selat datang di rumah kami. Silahkan duduk!" ucap Melinda dengan sopan.


'Huh, apa-apaan ini! kenapa dia datang bersama dengan istrinya? aku benar-benar merasa kalau sebentar lagi akan ada hal yang buruk yang akan terjadi!' batin Melinda.


"Terimakasih Tante, ayo duduk sayang!" ucap Samuel pada Naira setelah berbasa-basi mengucapkan terima kasih kepada Melinda.


Naira lalu duduk sangat dekat di sebelah Samuel.

__ADS_1


"Aku akan langsung pada intinya saja om, Tante!" ucap Samuel.


Teddy dan juga Melinda saling pandang, mereka menjadi semakin cemas. Karena Samuel datang bersama sang istri.


"Oh ya, dimana Natasha?" tanya Samuel.


Dan baru saja Melinda akan mengeluarkan suara karena sudah membuka mulutnya sedikit tapi suaranya itu tertahan, ketika sang putri menyahut dari arah belakang.


"Aku disini Sam!" ucap Natasha yang menghampiri mereka dengan riasan yang super duper wow.


Natasha langsung mendekati Samuel dan berusaha untuk akrab dengan Samuel dengan cara cipika cipiki dengan Samuel, Tapi belum sempat dia melakukan itu Samuel sudah mendorongnya hingga dia terjatuh di sofa yang ada di belakangnya.


"Sam!" pekik Natasha.


Melinda langsung bangkit dan membantu putrinya itu untuk duduk dengan baik.


"Sam, kamu tidak perlu kasar seperti itu kepada Natasha!" protes Melinda yang tidak terima kalau putrinya diperlakukan kasar seperti itu di depan matanya.


"Sam, tolong jelaskan apa tujuan mu datang kemari?" tanya Teddy yang sudah mulai mencium gelagat tidak enak.


Samuel tidak langsung bicara tapi dia mengambil ponsel yang ada di saku jaketnya, Samuel tampak menyentuh layar ponsel kemudian memainkannya beberapa saat sebelum menunjukkan kepada Teddy Morgan.


"Om, ini adalah rekaman CCTV dimana istriku nayra sempat akan ditabrak oleh mobil yang ada di dalam rekaman ini. Untung saja saat itu tuan muda Hasigawa menolongnya di waktu yang tepat, kalau tidak aku juga tidak tahu apa yang akan terjadi kepada istriku!" ucap Samuel.


'Kenapa juga sih tuan muda Hasigawa itu menolong wanita miskin ini, kalau waktu itu dia tidak menolong nya aku sekarang yang akan ada di posisi nyonya Samuel!' batin Natasha kesal.


Sekarang dirinya juga tahu siapa yang telah menolong Naira dan menyelamatkannya. Dan hal itu membuat Natasha menjadikan tuan muda Hasigawa sebagai daftar salah seorang yang akan dia benci.


Teddy Morgan yang melihat rekaman di ponsel Samuel mengernyitkan keningnya kebingungan.


"Aku turut menyesal dan bersedih atas apa yang terjadi kepada Nyonya Samuel, tapi apa hubungannya semua ini dengan kedatangan nak Samuel kemari?" tanya Teddy Morgan yang benar-benar masih belum mengerti apa hubungan antara rekaman yang ditunjukkan oleh Samuel dengan tujuan kedatangan Samuel ke rumahnya.

__ADS_1


Samuel kemudian menarik ponselnya lalu menunjukkan video lain pada Teddy Morgan.


"Om, dan ini adalah hasil dari investigasi yang dilakukan oleh Riksa, pelaku yang telah mencoba mencelakai istriku adalah Debby Agatha!" terang Samuel.


Dan saat nama Debby Agatha disebutkan oleh Samuel, keringat dingin mulai muncul di pelipis Natasha. Melinda yang paham betul siapa putrinya itu terus memperhatikan gerak-gerik dari Natasha. Dan ketika melihat wajah Natasha pucat, Melinda pun mengerti kebodohan apa yang sudah dilakukan oleh sang putri yang sangat dia manjakan itu.


Mata Samuel langsung menoleh dan menatap tajam ke arah Natasha.


"Dan Debby Agatha, adalah orang suruhan Natasha!" tegas Samuel.


Jeger


Bak petir di siang hari Teddy Morgan benar-benar dibuat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Samuel barusan. Pria paruh baya itu bahkan memegangi dadanya yang terasa sangat sakit.


Matanya menatap lirih kearah sang putri yang hanya mampu menundukkan kepalanya karena semua bukti yang sudah tidak dapat disangkal lagi.


Teddy Morgan berdiri dari posisi duduknya dekat Samuel dan langsung menghampiri putri tunggalnya itu.


Plakk


Natasha langsung tersungkur sampai ke pojok sofa yang dia duduki. Air matanya berlinang menahan rasa sakit yang di timbulkan akibat tamparan sang ayah. Tapi rasa sakit itu tidak sebanding dengan perasaan yang dirasakan oleh Teddy Morgan. Rasa sakit karena malu dan kecewa terhadap kelakuan Putri tunggalnya.


"Mas, cukup!" teriak Melinda yang tidak terima suaminya menampar putrinya.


Teddy Morgan benar-benar sudah tidak sanggup berkata apa-apa lagi kepada Samuel. Dia terduduk lemas di kursi yang ada di belakang nya. Naira yang melihat kejadian ini merasa ikut sedih dia menggenggam erat lengan Samuel dan Samuel menepuk tangan istrinya itu dengan lembut.


"Om, aku harap ini adalah pertama kali dan terakhir kalinya Natasha melakukan kesalahan seperti ini. Aku masih mengingat nama baik Om Teddy dan hubungan antara Om Teddy dengan ayahku. Jika tidak maka aku tidak akan datang kemari, tapi aku akan langsung melaporkan semua ini ke kantor polisi!" tegas Samuel.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2