Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
254


__ADS_3

Stella sudah duduk di sofa bersama dengan Naira dan juga Puspa. Di depan mereka bertiga, kakek Virendra sedang menunggu penjelasan dari Naira.


Naira yang masih sembab wajahnya karena habis menangis tadi berusaha untuk mengeluarkan suaranya tapi sangat sulit. Dia takut sekali menyakiti hati kakek Virendra, meski Stella terus merangkul nya dan mengusap lengannya dengan lembut beberapa kali, tetap saja sangat sulit mengatakan kalau sebenarnya apa yang dikatakan Adam tadi itu memang benar.


"Kapan pertama kali kamu bertemu Samuel?" tanya kakek Virendra.


Naira menghela nafas dalam.


"Se... seminggu sebelum pernikahan kek!" jawab Naira jujur dengan nada suara bergetar dan gagap karena dirinya benar-benar sangat gugup.


Kakek Virendra terlihat melebarkan matanya dan menekan tongkat kayu berwarna coklat tua yang menjadi tumpuan nya duduk tegap.


"Kalian benar-benar menikah kontrak?" tanya kakek Virendra dengan nada tegas.


Naira langsung menganggukan kepalanya dengan cepat. Puspa yang berada di sebelahnya bahkan sangat terkejut karena dia benar-benar tidak tahu tentang hal itu bahkan sampai saat ini. Dia tak bisa berkata apa-apa, Puspa benar-benar shock mendengar semua ini.


"Ayah, tapi itu dulu... sekarang Naira dan Samuel itu sudah saling mencintai. Meraka juga akan punya anak sebentar lagi...!"


"Bagaimana kalian bertemu?" tanya kakek Virendra memotong ucapan Stella.


Stella sangat cemas karena sang ayah mertua tidak mau mendengar ucapannya. Dia benar-benar takut kalau Naira sampai tertekan, dan itu pasti akan mempengaruhi kondisi kandungan nya.


"Aku dan mas Sam, bertemu di gerai ayam geprek. Saat itu aku tidak sengaja menarik sepeda ku dan membuat sebuah motor terjatuh dan menggores mobil mas Sam, ada seorang wanita yang mengejarnya dan dia tiba-tiba memelukku lalu bilang aku calon istrinya!" terang Naira sambil mengingat kejadian saat pertama kali dia bertemu dengan Samuel.


Kakek Virendra mendengarkan dengan serius, begitu juga dengan Puspa dan Stella.


"Lalu?" tanya kakek Virendra.


Naira terlihat ragu, tapi dia kemudian melanjutkan ceritanya.


"Mas Sam membawaku ke rumah nya, dan meminta ku menandatangani perjanjian pernikahan kontrak itu, tapi kakek... mas Sam sudah membatalkan kontrak pernikahan itu!" jelas Naira yang tidak ingin kakek Virendra masih salah paham kalau mereka masih menikah kontrak.


Kakek Virendra lantas berdiri, Stella sudah panik. Dia menggenggam erat lengan Naira. Naira yang merasa genggaman tangan ibu mertua nya makin erat ikut cemas.


Kakek Virendra yang saat ini sudah berada tepat di depan Naira langsung menepuk kepala Naira dengan pelan.

__ADS_1


"Bagus Samuel sudah membatalkan nya, karena kalau belum kakek uang akan melakukan itu. Darimana lagi kakek akan dapat menantu sebaik dirimu!" ucap kakek Virendra membuat Naira malah menangis tersedu-sedu lalu berdiri dan memeluk kakek Virendra.


Stella yang awalnya cemas kini sudah dapat menghela nafas lega, setidaknya satu masalah yang di timbulkan oleh Adam sudah selesai.


Sementara itu Riksa dan Samuel sedang berusaha mengejar Adam yang melakukan kendaraan nya dengan kecepatan di atas rata-rata.


"Cepat Riksa, apa hanya seperti ini kemampuan mu?" tanya Samuel yang kesal karena sedari tadi Riksa belum bisa mendahului Adam.


"Bos, mobil Adam itu keluaran terbaru perusahaan mu. Kenapa tadi tidak pakai mobil ku saja!" balas Riksa tak kalah mengeluh karena spesifikasi mobil Samuel memang jauh di bawah mobil Adam kalau masalah kecepatan.


"Ck.. cepatlah!" seru Samuel.


Namun nahas ketika memasuki jalan yang lumayan sepi, Adam malah semakin mengencangkan laju mobilnya. Hingga pada sebuah titik dimana ban nya selip dan tiba-tiba saja...


Bruakkkk


"Adam!" teriak Samuel yang melihat mobil Adam menabrak sebuah mobil yang berlawanan arah dari arah depan.


Mobil yang di tabrak Adam sampai terpental dan berguling beberapa kali.


Riksa langsung melaju semakin cepat ke dekat tempat kejadian. Begitu berada di jarak tak jauh, Samuel langsung membuka sabuk pengaman yang dia pakai lalu keluar dari dalam mobil dan berlari ke arah mobil Adam.


"Adam!" teriak Samuel sambil berlari dengan air mata yang sudah mengalir di sudut matanya.


"Adam, Adam!" teriak Samuel sambil berusaha membuka pintu mobil Adam dari luar.


Bagian depan mobil Adam ringsek lumayan parah. Sementara Riksa melihat ada percikan api dari mobil yang terguling yang tadi yang bertabrakan dengan mobil Adam.


"Bos, mobil itu akan terbakar!" seru Riksa panik.


Samuel melihat ke sekeliling, jalanan itu sangat sepi.


"Sial!" umpat Samuel.


"Ayo Riksa!" teriak Samuel yang mengajak Riksa untuk menolong orang yang berada di dalam mobil yang terguling itu karena sudah ada percikan api.

__ADS_1


Setelah berusaha cukup lama, akhirnya ada warga yang datang dan membantu mereka berdua.


"Riksa, hubungi ambulans!" seru Samuel.


Karena sudah ada yang membantu mengeluarkan korban dari dalam mobil, Riksa menghubungi ambulans dan Samuel berlari ke arah mobil Adam lalu mencoba membuka pintu mobil Adam di bantu oleh warga yang lain.


Setelah berhasil mengeluarkan Adam, Samuel minta agar para warga membantunya memasukkan Adam ke dalam mobil.


Adam dalam keadaan tidak sadarkan diri, dengan luka di kaki kanannya dan juga kepalanya. Samuel berteriak pada Riksa agar menunggu ambulans datang dan membawa korban yang di tabrak Adam tadi ke rumah sakit.


Setelah mobil Samuel pergi, tak lama mobil yang terguling tadi pun meledak. Untung saja korban yang ternyata adalah seorang wanita dengan luka di sekujur tubuhnya itu sudah berhasil di keluarkan.


"Saya akan bawa ke rumah sakit, kalau polisi datang tolong beritahu kami di rumah sakit Emerald" seru Riksa pada warga yang tadi ikut membantu.


Riksa dan wanita itu yang mendapatkan pertolongan medis ringan dari para petugas yang datang bersama ambulans menuju ke rumah sakit.


Begitu tiba di rumah sakit, Samuel langsung berteriak meminta bantuan para petugas rumah sakit. Adam akhirnya di bawa ke ruang ICU. Tak lama kemudian, Riksa juga datang dengan ambulans tadi bersama dengan korban yang di tabrak oleh Adam.


Riksa mengurus segala administrasi dan wanita itu juga telah di bawa ke ruang ICU. Setelah selesai mengurus semua administrasi, Riksa menemui Samuel yang ternyata berada di lantai yang sama dengannya.


"Bos!" panggil Riksa.


"Bagaimana Adam?" tanya Riksa cemas.


Samuel langsung menggelengkan kepalanya, dia terlihat sangat frustasi. Bahkan dia belum membersihkan noda darah yang ada di tangannya saat menolong Adam dan wanita yang mobilnya di tabrak oleh Adam tadi.


"Belum... Adam.. Ya tuhan!" Samuel langsung berjongkok dan mengusap kepala nya gusar


"Bagaimana kalau sesuatu terjadi pada Adam, Riksa?" tanya Samuel yang sudah mengalirkan cairan bening lagi dari sudut matanya.


Riksa juga merasakan hal yang sama, dia juga takut, cemas dan juga khawatir. Tapi dia masih berusaha menepuk bahu Samuel dengan pelan.


"Bos, mari kita berdoa agar Adam selamat dan baik-baik saja!" ucap Riksa sambil menelan saliva nya dengan susah payah. Dia menyadari kalau semua ini terjadi karena kesalahannya. Karena dia ingin menikahi Puspa.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2