
Sementara itu Melinda terkejut karena putrinya tiba-tiba kembali lagi dengan sangat cepat, tadi Putri kesayangannya itu pamit untuk pergi berbelanja ke mall bersama dengan teman-temannya jangan ini baru saja 30 menit tidak seperti biasanya putrinya itu membutuhkan waktu 3 sampai 4 jam jika berkeliling ke mall untuk berbelanja.
"Sayang, kamu sudah pulang? apa ada yang ketinggalan?" tanya Melinda yang mengira putrinya itu ketinggalan barang seperti dompet atau semacamnya.
Tapi Natasha langsung berlari dan memeluk ibunya itu sehingga membuat Melinda sangat terkejut.
"Hei, ada apa sayang?" tanya Melinda yang benar-benar dibuat terkejut karena tingkah laku dari putrinya itu.
Sempat ada perasaan khawatir di hati Melinda tapi rasa khawatir di hatinya itu mendadak sirna ketika melihat putrinya tersenyum dengan bahagia.
"Ibu, coba tebak apa siapa yang baru saja menghubungiku?" tanya Natasha pada ibunya dengan senyuman yang tak kunjung hilang dari wajahnya.
Melinda yang melihat putrinya terlihat begitu bahagia juga ikut tersenyum senang.
"Memang nya siapa? siapa orang yang sudah membuat Putri Ibu sangat senang seperti ini?" tanya Melinda yang begitu penasaran dengan siapa yang baru saja menghubungi putrinya sehingga putrinya nampak begitu bahagia.
"Samuel ibu!" seru Natasha dengan penuh semangat.
Melinda begitu terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh anaknya terutama mendengar nama yang disebutkan oleh anaknya itu.
'Samuel, kenapa Samuel menghubungi Natasha?' tanya Melinda dalam hati.
Berbeda dengan Natasha yang begitu bahagia ketika mendengar Samuel menghubunginya, sang Ibu Melinda justru merasa sedikit cemas. Pasalnya dia tahu betul bahwa lelaki bernama Samuel itu sama sekali tidak tertarik dengan putrinya tapi karena obsesi dari putrinya maka Melinda berusaha dengan keras untuk mendapatkan posisi untuk Natasha sebagai istri Samuel.
Namun jika Samuel berinisiatif sendiri untuk menghubungi Natasha sepertinya dia merasa akan ada sesuatu yang terjadi dan itu bukanlah hal yang baik.
__ADS_1
Melinda langsung melihat serius kepada anaknya Melinda menatap sang putri dan memegang kedua pundak Natasha.
"Dia bilang apa padamu?" tanya Melinda dengan nada suara yang tegas. Jelas sekali kalau wanita paruh baya itu sangat mengkhawatirkan anaknya.
Natasha yang melihat sikap dingin dari sang Ibu pun mengernyitkan keningnya.
"Ibu kenapa? sepertinya Ibu tidak senang Samuel menghubungiku. Ini adalah hal yang paling aku tunggu ibu, selama ini aku selalu berharap Samuel peduli padaku, dan lihat sekarang dia benar-benar menghubungiku bahkan dia bilang akan datang kemari dan bicara padaku, Ibu bisa bayangkan itu?" tanya Natasha kepada ibunya setelah menjelaskan apa yang tadi Samuel katakan kepadanya ditelepon.
Melinda yang mendengarkan jawaban anaknya pun mulai berpikir dengan serius. Wanita paruh baya itu sudah memikirkan apa yang harus dia lakukan kalau saya belum menemukan kesalahan yang dilakukan oleh Natasha.
Dengan wajah serius Melinda kembali menatap putrinya dengan dalam.
"Kamu tidak melakukan sesuatu diluar sepengetahuan ibu kan?" tanya Melinda yang masih cemas.
Natasha dengan cepat menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan sang ibu. Yang dia pikirkan hanyalah Samuel akan datang, Samuel menghubunginya. Samuel, Samuel, Samuel.
"Sudahlah ibu, aku mau berdandan dulu. Aku harus tampil luar biasa saat Samuel datang nanti!" seru Natasha lalu bergegas menuju ke kamarnya untuk bersiap-siap.
Melinda hanya bisa menghela nafasnya ketika sang putri begitu percaya diri bahwa Samuel datang untuk bertemu dengannya dan bicara dengannya tentang sesuatu yang baik. Tapi perasaan seseorang Melinda mengatakan hal yang berbeda, usia dan pengalamannya mengatakan kalau seseorang yang sama sekali tidak pernah peduli dan selalu mengacuhkan putrinya jika orang itu menghubunginya dengan tiba-tiba maka Melinda merasa pasti ada sesuatu yang tidak benar akan hal itu.
Dan lamunan Melinda juga mendadak pudar ketika mendengar suara mobil yang tidak asing sepertinya sedang berhenti di depan pekarangan rumahnya.
"Mas Teddy!" gumam Melinda.
Melinda lalu segera bergegas menghampiri pintu utama untuk membukakan pintu untuk suaminya. Melinda begitu penasaran kenapa sang suami yang biasanya sangat sibuk dan tidak punya waktu walau hanya untuk makan siang saja, sekarang marah terlihat terburu-buru keluar dari mobil dan terkesan tergesa-gesa saat ingin masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Mas, kamu pulang? ada apa? apa ada yang tertinggal?" tanya Melinda pada Teddy.
Teddy langsung memperhatikan istrinya itu dan berjalan melewatinya masuk ke dalam rumah.
"Apa putri mu ada di rumah?" tanya Teddy tanpa melihat ke arah Melinda dan terus berjalan sampai ke sofa ruang tamu.
Melinda mendengus kesal mendengar pertanyaan sang suami. Dia ikut duduk di sofa yang lain yang letaknya tidak jauh dari sofa yang diduduki oleh Teddy Morgan.
"Dia juga putri mu, bukan hanya putri ku!" protes Melinda dengan ekspresi tidak senang yang jelas dia tunjukkan kepada Teddy.
Teddy Morgan juga menghela nafasnya panjang, dia membuka jas yang dia pakai dan mengendurkan ikatan dasi di lehernya.
"Jika dia putriku seharusnya dia menjadi gadis yang baik, seharusnya sifatnya tidak angkuh arogan dan keras kepala seperti itu. Itu jelas sekali sifat siapa kan?" tanya Teddy tanpa melihat ke arah sang istri.
Melinda berdecak kesal.
"Berhenti menyalahkan aku, kamu sendiri yang tidak pernah mengurus putri mu dengan benar dan memilih menjalin hubungan sekertaris murahan mu itu, untung saja aku tahu hal itu tepat waktu. Jika tidak aku dan putriku pasti yang tersingkir dari posisi kami sekarang!" oceh Melinda dengan tatapannya begitu sih nis kepada sang suami.
Dan apa yang baru saja dikatakan oleh Melinda itu memang benar, seperti itu lah yang terjadi sebenarnya. Tapi itu adalah kesalahan masa lalu yang dilakukan oleh Teddy karena sikap Melinda yang terlalu mengacuhkannya dan tidak menghargainya. Meski begitu Teddy tetap salah dan dia pun sudah mendapatkan hukuman atas apa yang dia lakukan. Dia dan juga sekertaris nya itu kecelakaan dan karena hal itu Teddy mengalami cidera yang membuatnya tidak bisa mempunyai keturunan lagi, dan artinya Natasha lah penerusnya satu-satunya.
Teddy mengusap wajahnya kasar, hal itu memang kesalahan nya dan dia selalu tidak bisa berkata-kata lagi jika Melinda mengungkit masalah itu. Ketika suasana sudah hening dan tidak ada lagi yang bicara, tiba-tiba pandangan Teddy dan juga Melinda beralih ke arah luar rumah karena mereka mendengar suara mesin mobil yang berhenti di depan pekarangan mereka.
Keduanya langsung saling pandang, keduanya kali ini sepaham dan sama-sama merasakan perasaan yang tidak enak dalam hati mereka.
***
__ADS_1
Bersambung...