
Sementara wanita yang sedang di pikirkan oleh Riksa juga tampak sibuk dengan kegiatan nya di butik miliknya. Beberapa orang yang sejak satu jam tadi terus mencoba beberapa pakaian namun tak kunjung menentukan pilihan membuat Puspa sedikit jengah untuk menghadapi mereka.
Salah satu pegawai butik bahkan sudah memasang raut wajah yang menunjukkan kalau dia sudah jengah dengan 5 orang model wanita dan 2 orang manager artis yang sejak tadi terus minta ini dan itu pada para pegawai padahal kalau minuman dan makanan memang sudah pasti disediakan oleh para pegawai butik.
Hanya saja para model itu terlalu manja dan selera mereka berlima benar-benar berbeda dan membuat para pegawai mengalami kerepotan yang lumayan melelahkan. Puspa bisa melihat kalau ke empat karyawan yang sudah bekerja lembur itu mulai lelah, saat Puspa melihat ke arah jam yang terpajang di dinding, di sana juga sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB.
Puspa juga sudah mulai gelisah, karena dia juga mengingat dia punya janji dengan Riksa satu jam lagi.
"Hei yang ini terlalu besar untukku, aku mau model yang sama seperti itu tapi dengan ukuran yang lebih kecil, warnanya harus sama ya!" seru salah seorang model berambut keriting.
Puspa hanya bisa meminta karyawannya untuk melayani para customer nya dengan baik. Sesekali dia memijit pelipisnya yang mulai terasa berdenyut karena dia memang sangat lelah hari ini.
"Bos, ada telepon dari Ibu bos!" seru Kinan salah satu karyawan Puspa yang membawakan telepon kantor portabel yang berasal dari dalam kantor Puspa.
Wanita cantik itu mengernyitkan keningnya kemudian menerima telepon yang diberikan Kinan.
"Halo Bu!" sapa Puspa pada sang ibu.
"Sayang, kenapa lama sekali. Ibu menghubungi mu sejak tadi. Dan apa kamu tahu ayah dan ibu sedang dalam perjalanan menuju ke rumah mu sekarang!" ucap Mega, ibu kandung Puspa dengan nada suara yang yang menunjukkan kalau dia sangat senang sebentar lagi akan bertemu dengan putrinya.
Mega dan juga Putra adalah ayah dan ibu Puspa yang memang sudah lama tinggal di luar negeri karena memang usaha ayah Puspa ada di luar negeri. Dan adik perempuan Puspa yang bernama Anyelir juga tinggal di luar negeri karena sudah menikah dengan salah satu anak dari rekan kerja sang ayah. Anyelir dan Fabian memang sudah saling jatuh cinta sejak mereka kuliah bersama di luar negeri.
"Benarkah? tumben?" tanya Puspa yang memang jarang sekali di kunjungi orang tuanya.
Puspa tadinya tinggal dengan sang nenek, Arumi yang merupakan ibu dari Mega. Tapi karena Mega harus menemaninya keluar negeri, Arumi meminta agar Puspa bisa tinggal bersamanya. Dan karena Puspa juga lebih suka tinggal di kota ini maka Puspa tinggal disini sampai sekarang. Tapi sayang, nenek Arumi sudah meninggal beberapa tahun yang lalu membuat Puspa menjadi wanita mandiri dan hanya tinggal dengan para asisten rumah tangga nya dan beberapa pengawal pribadi saja di rumah yang luar biasa besar.
__ADS_1
"Kenapa bicara begitu sayang, ibu dan ayah pulang bersama keponakan mu. Rose sangat rindu padamu!" ucap Mega yang menceritakan kalau anak dari Anyelir sangat merindukan Puspa.
Puspa yang awalnya memiliki raut wajah datar dan biasa saja, begitu mendengar sang ibu menyebut nama Rose langsung tersenyum senang.
"Benarkah, ibu datang bersama Rose, sudah sampai dimana kalian?" tanya Puspa pada sang ibu.
"Tuh kan, ibu tahu kamu memang lebih menyayangi Rose daripada kami semua. Sebentar lagi kamu sampai nak, sudah setengah jam yang lalu kami keluar dari bandara. Kamu masih di butik?" tanya Mega.
Puspa terdiam.
'Ayah dan ibu sudah keluar dari bandara, apa yang harus aku lakukan? apa aku bilang saja kalau aku lembur?' tanya Puspa dalam hati.
"Maaf ibu, tapi hari ini pekerjaan ku banyak sekali. Aku rasa aku akan pulang terlambat!" ucap Puspa beralasan pada sang ibu karena dia ingat janjinya untuk makan malam dengan Riksa.
"Pulang terlambat sampai pagi lagi ya nak, Puspa ibu kan sudah bilang, kalau kamu menikah dengan Jonathan kamu...!"
"Tapi Jonathan sangat mencintai kamu!"
Begitulah anak dan ibu itu kalau sudah berbicara, mereka yang sama-sama keras kepala memang tidak akan mudah menemukan titik temu yang bisa membawa kedamaian dan kekompakan.
"Ibu...!" Puspa berusaha untuk tetap sopan dan tenang saat bicara meskipun sebenarnya ingin menyela sang ibu lagi.
"Puspa, jam dua belas malam nanti usia mu sudah 27 tahun. Ibu tidak mau ya kamu menikah setelah usia mu 30 tahun, apa kamu tahu, Jonathan bahkan ikut bersama ayah, ibu, Anyelir dan juga Rose untuk merayakan ulang tahun mu besok!" ucap sang ibu.
Puspa membelalakkan matanya terkejut, dia tidak menyangka ayah dan ibunya membawa lelaki yang sejak dulu memang sudah di jodohkan dengannya oleh ayah dan ibu nya.
__ADS_1
"Ibu, tapi...!"
"Puspa cepat selesaikan pekerjaan mu ya nak, besok kamu harus ambil cuti karena kita akan menghabiskan waktu bersama ya. Selamat malam sayang. Nanti malam jam dua belas ibu akan menelpon mu, memberikan ucapan ulang tahun pertama kali. Jangan terlalu lelah, ibu dan ayah menyayangimu Puspa!" ucap Mega lalu memberikan kecupan jarak jauh pada putrinya.
Puspa hanya bisa menghela nafasnya kali ini. Dia memang tidak bisa membantah ibu dan ayahnya.
'Riksa, jika malam ini kamu menolak ku lagi. Maka... ck... aku tidak tahu!' batin Puspa begitu gelisah.
Di satu sisi dia sangat mencintai Riksa, tapi pria itu sudah menolaknya 9 kali. Dan di sisi lain ayah dan ibunya memintanya menerima pinangan dari Jonathan, pria yang sudah lebih dari dua tahun mencintai nya tapi tak pernah dia hiraukan.
Puspa lalu menyerahkan telepon itu pada Kinan yang memang sedang berada disana untuk membantu rekan kerjanya yang lain.
"Kinan, ini. Kembalilah ke kantor lagi dan batalkan semua janji untuk besok. Ayah dan ibu ku datang. Aku akan cuti besok. Kalian juga bisa libur, butik akan tutup besok!" ucap Puspa memberikan arahan pada Kinan, karyawan nya.
"Baik bos!" jawab Kinan singkat padat dan jelas.
Setelah selesai dengan para customer, Puspa minta untuk para karyawannya segera membereskan butik dan menutupnya. Sementara Puspa berjalan ke ruangannya dan berganti pakaian. Sebuah mini dress berwarna merah menjadi pilihannya, dengan high heels warna senada dia juga merias wajahnya menjadi sangat mempesona.
"Wah bos, anda cantik sekali!" puji Kinan yang masuk dalam ruangan Puspa untuk memberitahu Puspa kalau Riksa sudah datang.
"Benarkah?" tanya Puspa sambil tersenyum dan menutup peralatan makeup nya.
"Benar bos, tuan Riksa yang sedang menunggu anda di luar pasti sangat terpesona melihat bos!" ucap jujur Kinan membuat Puspa tersipu dan pipinya yang merona karena blush on makin merona.
***
__ADS_1
Bersambung...