
Tuan Rizaldi juga masih sangat terkejut dengan apa yang baru saja di dengarnya dari Samuel. Tuan Rizaldi sudah terlalu banyak pengalaman dan dia juga adalah orang yang sangat cerdas hingga bisa mengerti kalau apa yang dikatakan Samuel itu adalah sebuah peringatan sekaligus seperti sedang memberitahu kalau pria di depannya itu bisa saja melakukan hal yang di luar kendali pada Teddy. Dan tentu saja tuan Rizaldi tidak mau, tidak ingin sama sekali hal itu terjadi. Karena Teddy adalah putra nya satu-satunya dan istrinya juga sudah meninggal belasan tahun yang lalu. Tuan Rizaldi sama sekali tidak ingin hal buruk terjadi pada putranya.
Tuan Rizaldi menghela nafas kemudian berusaha untuk menampakkan wajah santai pada Samuel. Sambil menepuk bahu Samuel perlahan dia pun berkata dengan nada yang tidak terlalu tinggi tapi juga tidak terlalu rendah.
"Sam, aku sebagai ayah dari Teddy. Minta maaf atas apa yang dilakukan oleh putra ku. Aku tahu perbuatan putra ku itu salah, dan aku yang akan segera menasehatinya dan menegur anak ku itu. Tapi kalau aku boleh mengatakan ini, kamu memang sangat beruntung Sam. Sekali lihat saja aku sudah tahu kalau Naira itu benar-benar wanita yang baik. Kamu tenang saja, aku tidak akan membiarkan putra ku mengambil jalan yang salah lagi. Aku janji padamu, Sam!" ungkap tuan Rizaldi.
Mendengar janji yang di ucapkan oleh tuan Rizaldi, Samuel begitu puas. Karena dia tidak perlu main tangan pada Teddy. Karena Samuel yakin janji seorang Rizaldi Azhar tidak akan pernah dia ingkari apapun yang terjadi.
"Baiklah tuan Rizaldi, aku mengucapkan terima kasih banyak atas pengertiannya. Aku permisi!" ucap Samuel yang langsung pergi begitu saja dari ruangan kantor tuan Rizaldi.
Sikap Samuel itu pun hanya bisa si maklumi oleh tuan Rizaldi, karena memang putranya telah melakukan hal yang tidak benar. Setelah Samuel cukup jauh dari ruangan itu, tuan Rizaldi kembali duduk di sofa. Dia sampai lupa kalau di dalam ruangan itu juga masih ada Kenzo Hasigawa yang hanya duduk diam mendengarkan apa yang dia tadi bicarakan dengan Samuel.
"Apa kamu berpikir kalau putraku itu pria yang tidak baik?" tanya tuan Rizaldi pada Kenzo.
Kenzo hanya mengembangkan senyum tipis di bibirnya.
"Cinta itu memang seperti tuan Rizaldi, dia datang tanpa permisi. Tanpa bertanya apakah orang yang membuat kita jatuh cinta itu pantas tidak kita cintai, boleh tidak di mata dunia kita miliki! Cinta memang rumit tuan!" jawab Kenzo panjang lebar menjelaskan apa yang ada di dalam pikiran nya.
__ADS_1
"Tapi aku mengakui kalau apa yang putraku lakukan itu memang salah. Aku akan menegurnya sesuai janjiku pada Samuel!" tegas Tuan Rizaldi.
Kenzo mengangguk paham, dia mengerti kalau tipikal orang seperti tuan Rizaldi ini memang hanya akan memihak pada kebenaran saja. Dia tidak akan tenang pilih mau itu putranya atau orang lain, kalau salah dia tetap akan menegurnya. Tapi di balik anggukan setuju dari Kenzo Hasigawa itu sebenarnya terbesit sebuah rencana lain yang sedang dia pikirkan sejak Samuel mengatakan kalau putra tunggal tuan Rizaldi menyukai Naira, wanita yang juga dia sukai dan dengan jelas telah menolaknya bahkan tanpa berpikir terlebih dahulu.
Tak lama pembicaraan mengenai masalah pribadi pun usai dan dilanjutkan dengan perbincangan masalah bisnis.
Sementara itu di tempat lain, tepatnya di butik milik Puspa, dimana adalah tujuan Samuel selanjutnya sedang terjadi keributan antara seorang pelanggan yang ingin mengambil barang pesanannya yang sudah dia bayar namun di tahan oleh Anyelir dan Mega yang memaksa para karyawan butik menutup butik dan sama sekali tidak boleh membuka pintu butik untuk siapapun.
"Gimana sih, kan janjinya selesai hari ini. Saya mau ambil pesanan saya ini!" omel wanita cantik berusia sekitar 30 tahunan memakai baju bermerk dengan tas yang jinjing yang harganya hampir sama dengan satu buah motor gede.
Nyonya Bagas itu adalah member VIP di butik Puspa, suaminya adalah salah satu anggota dewan di kota ini. Dan selama ini juga tidak pernah terjadi masalah dengan nyonya Bagas. Jadi Emi takut kalau sampai nyonya Bagas salah paham dan mengira butik ini dan para karyawan nya yang tidak profesional karena tidak menyelesaikan pesanan tepat waktu. Padahal apa yang dikatakan oleh Emi itu memang benar, mereka sebenarnya tinggal ambil saja pesanannya di dalam. Tapi mereka benar-benar tidak bisa masuk karena Mega dan Anyelir ngotot tidak membuka pintu dengan empat orang pengawal di belakang mereka.
"Ini sebenarnya kenapa sih? mereka itu siapa? dept colector?" tanya nyonya Bagas.
Emi menggeleng dengan cepat.
"Lah terus mereka siapa, kenapa juga kalian semua karyawan Puspa gak bisa masuk dan melawan mereka, lalu dimana Puspa? Astaga aku benar-benar harus memakai gaun itu siang ini untuk pertemuan penting dengan duta besar negara Swiss, Emi cepat hubungi Puspa!" seru Nyonya Bagas yang terlihat begitu terburu-buru karena beberapa jam lagi dia harus pakai gaun pesanannya itu.
__ADS_1
Emi dan karyawan yang lain malah hanya saling pandang dan tidak tahu harus bagaimana karena memang mereka sudah berusaha menghubungi Puspa dan tidak bisa. Melihat reaksi para karyawan Puspa, nyonya Bagas jadi kesal sendiri. Hingga dia menghampiri Mega dengan tatapan yang begitu kesal.
"Ibu ini siapa sih, saya itu istrinya anggota dewan ya, kalau ibu mempersulit saya, suami saya bisa deportasi ibu loh dari negara ini!" gertak nyonya Bagas.
"Mau kamu istrinya anggota dewan, mau kamu anggota dewannya juga aku gak perduli. Ini butik punya anak ku mau aku tutup mau aku bakar sekalian bukan urusan mu!" bentak Mega yang memang sudah sangat kesal karena sejak pagi-pagi buta tadi dia sudah berada di butik ini untuk menunggu dan bertemu dengan Puspa.
'Ih, ni orang sinting apa gimana sih? masak butik anaknya mau di bakar?' tanya nyonya Bagas dalam hati.
Tak lama berselang, baru Nyonya Bagas akan kembali membuka suara membalas ucapan Mega. Sebuah mobil masuk ke area butik dan berhenti dekat pintu masuk.
Melihat siapa yang keluar dari dalam mobil, Emi dan karyawan lainnya menghela nafas lega. Begitu pula dengan nyonya Bagas yang bergegas ingin menghampiri Puspa, namun dia hampir terhuyung karena seorang wanita paruh baya menabraknya dari belakang dan mendahului dirinya menemui Puspa.
"Puspa, apa maksud kamu melakukan semua ini?" tanya Mega dengan nada sedih pada Puspa.
***
Bersambung...
__ADS_1