
Author POV
Natasha melangkah dengan langkah yang begitu cepat ketika dia sudah keluar dari lift dan berada di lantai dimana ruangan ayahnya berada.
Sekertaris pribadi ayahnya mengehentikan Natasha ketika, gadis dengan mini dress ketat berwarna abu-abu itu akan masuk ke dalam ruangan ayahnya.
"Nona Natasha, saya mohon jangan masuk sekarang. Saya minta maaf tapi tuan besar sedang ada tamu dari kedutaan!" jelas Berti dengan suara yang gemetaran.
Sekertaris pribadi dari Teddy Morgan itu sebenarnya juga sangat takut pada Natasha, tapi bos nya sudah wanti-wanti agar tidak membiarkan siapapun masuk ke dalam ruangan nya karena tamu dari kedutaan itu amatlah penting bagi perusahaan.
Natasha malah mendorong Berti sampai jatuh tersungkur ke atas lantai.
Brukk
"Kamu bilang apa? hei!!! kamu pikir siapa kamu? berani-beraninya kamu melarang ku menemui papa ku! sudah bosan bekerja di perusahaan ini??? atau sudah bosan hidup???" bentak Natasha membuat Berti menunduk takut. Bahkan kaki dan tangannya terlihat gemetaran.
Mata Berti sudah berkaca-kaca, dia tidak berani menengadahkan wajahnya dan melihat ke arah Natasha.
"Nona saya sungguh minta maaf, tapi...!"
"Diam, dan bereskan barang-barang mu. Karena detik ini juga kamu di pecat!!!" bentak Natasha sangat kesal.
Berti sudah tak sanggup lagi berdiri, Natasha melewati nya begitu saja dan masuk ke ruangan Teddy.
"Papa!" panggil Natasha membuat semua orang yang sedang duduk mengelilingi meja bundar menoleh ke arahnya bersamaan.
__ADS_1
Orang yang di panggil papa oleh Natasha langsung berdiri dan meminta maaf pada semua tamu yang hadir di ruangan nya.
"Maaf tuan tuan, itu adalah putri saya Natasha. Maafkan, dia pasti ada keperluan sangat mendesak. Sebentar!" ucap Teddy dengan canggung.
Dia lalu menghampiri putrinya dan mengajaknya keluar dari ruangan nya. Teddy lebih terkejut lagi, ketika melihat Berti masih diam di tempatnya di atas lantai.
"Berti! apa yang kamu lakukan disitu?" tanya Teddy dengan nada yang lumayan tinggi.
Berti pun tersentak, lalu menoleh ke arah Teddy. Perlahan dia mencoba untuk bangkit meski lututnya sangat lemas.
"Tu..Tuan maaf. Saya sudah berusaha meminta nona Natasha ti.. tidak masuk!" jelas Berti tergagap. Dia benar-benar tertekan oleh sikap Natasha sepertinya.
"Sudahlah, kembali lah ke mejamu. Urus pekerjaan mu lagi!" seru Teddy.
"Papa, aku sudah memecatnya!" sela Natasha tak terima karena Teddy masih menyuruh Berti bekerja.
Namun sebelum pergi dia sempat menolehkan tatapan mematikan pada Berti. Dan membuat wanita berambut keriting itu bergidik ngeri lalu memalingkan wajahnya.
Natasha berjalan ke arah ruang istirahat papanya, dan seperti dugaan nya. Melinda, mamanya sudah berada di sana.
"Mama!" ucap Natasha yang langsung duduk di sebelah Melinda.
"Huh, mama kan sudah bilang. Ikuti mama, papa kamu kan sudah bilang tadi pagi di rumah, dia ada pertemuan penting dengan orang kedutaan dan yang lain. Dia tidak bisa di ganggu sampai waktu makan siang! kamu melupakan nya dengan cepat sayang!" jelas Melinda panjang lebar.
Natasha membanting tasnya di sebelahnya.
__ADS_1
"Ih, aku kelewat kesel ma! yang benar saja. Aku bahkan melihat perempuan itu tak lebih cantik dariku, yang benar saja! asal usul nya juga tidak jelas kan, saat ada yang bertanya di sosial media Tante Stella tentang gadis itu berasal darimana, Tante Stella malah mengelak, bahwa pekerjaan apapun mulia, kurasa dia memang bukan gadis yang sederajat dengan keluarga kita ataupun keluarga Virendra!" keluh Natasha panjang lebar mengutarakan apa yang dia pikirkan.
"Jadi bagaimana kalau kita minta seseorang menyelidiki asal usul gadis itu, tidak mungkin kan jika mereka akan menerima gadis yang tidak pantas bagi mereka, itu pasti akan jadi bahan olokan! baiklah, kita akan bicarakan ini dengan papa mu. Sekalian minta anak buah papa mu menyelidiki gadis itu!" seru Melinda yang malah seperti nya memanas-manasi anaknya yang sudah kepanasan karena api cemburu.
Seharusnya sebagai orang tua kita harus mengajar kan hal yang benar pada anak-anak kita, memberitahukan kepada mereka jika ada yang salah maka alasan apapun tidak di benarkan untuk membuat nya menjadi benar. Tapi terkadang karena alasan kasih sayang, orang tua begitu memanjakan bahkan membenarkan setiap perilaku anaknya baik itu yang benar maupun yang sebenarnya adalah sebuah kesalahan. Kasih sayang kadang membuat orang tua buta dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang anak mereka inginkan.
Dan sepertinya Melinda dan Teddy sedang berada dalam situasi itu. Mereka begitu memanjakan Natasha dan memberikan apapun yang dia inginkan baik itu dengan cara yang benar ataupun tidak benar.
Natasha merupakan putri mereka satu-satunya. Bukan karena Teddy begitu mencintai Melinda dan tidak mempunyai wanita lain di belakang istri sah nya itu. Tapi karena suatu kecelakaan membuat Teddy tidak mungkin lagi bisa menjadi seorang ayah. Karena hal itu, batasan di perlakukan bak putri raja yang tidak perlu menunggu dua kali mengatakan nya untuk keinginan nya bisa dia dapatkan.
Author POV end
Aku dan Riksa sudah sampai di sebuah area parkir gedung yang sangat besar. Aku sebenarnya mulai lelah, tapi aku tidak menunjukkan nya pada Riksa. Ternyata berkendara begitu lama dan berpindah-pindah tempat itu memang sangat melelahkan. Aku jadi kasihan pada supir taksi dan supir angkutan umum lainnya. Mereka pasti lebih pegal punggungnya dari pada aku.
Seperti biasa, Riksa membukakan pintu mobil untuk ku. Aku keluar dan tersenyum.
"Aku kira kamu lelah! tapi sepertinya kamu memang gadis yang penuh semangat!" ucap Riksa.
'Huh, semangat darimana. Aku capek, pinggang ku pegal dan terasa mau patah!' keluh ku dalam hati.
"Ini bukan destinasi terakhir kita, setelah dari sini kita harus pergi ke percetakan, untuk memilih undangan yang akan di sebar nanti malam pada kolega bisnis dan juga keluarga yang ingin kamu dan keluarga mu undang!" jelas Riksa.
"Hah, ke percetakan sebentar lagi? dan undangannya di sebar nanti malam?" tanya ku tak percaya.
Orang kaya memang tinggal membalikkan telapak tangan mereka saja ya jika menginginkan sesuatu. Kalau di komplek perumahan ku, harus memesan satu bulan sebelumnya biar dapat diskon dan harga yang bisa di nego.
__ADS_1
***
Bersambung...