Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
239


__ADS_3

Author POV


Siapa yang menyangka kalau tiga kata yang diucapkan oleh Naira, membuatnya harus tertahan di dalam kamarnya hingga petang hari. Apa yang Naira katakan pada suaminya tadi membuat Samuel sama sekali enggan melepaskannya. Kalau Naira belum mengeluh kalau perutnya terasa sakit, Samuel masih belum berhenti dengan apa yang dia lakukan pada wanita halal nya itu.


Naira terbangun dengan langkah pelan, dia menuju ke kamar mandi karena sebentar lagi dia dan Samuel memang harus menghadiri pesta ulang tahun Puspa. Naira membuka pintu kamar mandi dan menoleh ke arah suaminya yang masih merapikan tempat tidur mereka.


'Mas, aku tidak pernah menyangka aku akan dapatkan kebahagiaan yang luar biasa seperti ini, aku harap kita benar-benar akan selamanya bersama!' batin Naira lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Sementara pasangan romantis sedang bersiap-siap untuk pergi ke pesta ulang tahun Puspa. Di rumahnya Puspa sedang di rias oleh makeup artist, kalau biasanya dia lah yang merias orang lain, kali ini dirinya dirias oleh orang lain.


Dan ketika dirinya sedang di rias, Putra sang ayah masuk dan menepuk bahunya dengan lembut.


"Selamat ulang tahun nak!" ucap sang ayah membuat Puspa mengembangkan senyum di wajahnya.


"Terimakasih ayah!" sahut Puspa.


"Persiapan mu sudah selesai?" tanya putra pada putrinya.


Puspa mengangguk lalu sang ayah lalu meminta agar para perias putrinya itu keluar. Putra lalu menarik sebuah kursi dan duduk di depan putrinya yang sudah berbalik menghadap ke arahnya, sambil menggenggam kedua tangan Puspa, Putra tersenyum dan berkata.


"Jonathan adalah pria yang baik nak, entah kenapa tapi ayah percaya kalau dia benar-benar sangat mencintai mu. Dia menunggu mu selama dua tahun lebih. Dan selama itu hanya kamu yang selalu dia bicarakan, dia ingat, dia pikirkan. Bukan hanya masalah hutang budi pada keluarga Jonathan, tapi pria itu memang benar-benar akan mengorbankan seluruh hidupnya untuk melindungi dan menjagamu nak!" ucap sang ayah dengan suara yang rendah namun setiap kata yang di ucapkan begitu dalam.


Puspa hanya menunduk sambil melihat ke arah dua tangan renta sang ayah. Dua tangan itu yang telah bekerja keras selama ini merawatnya sejak kecil, memberinya makan, bekerja keras tak kenal lelah demi memberinya pakaian yang pantas, makanan yang enak, dan tempat tinggal yang layak. Bahkan dua tangan renta itu juga yang selalu menjadi tempatnya berpegang saat dia mulai rapuh dan ketakutan. Puspa pun menumpahkan air matanya.


"Sayang jangan menangis nak!" seru putra yang langsung menyeka air mata putrinya.


Puspa lalu memeluk ayahnya.


"Aku akan menuruti apapun yang ayah katakan, terimakasih selama ini ayah selalu menjagaku dan menjadi orang yang selalu melindungi ku. Menjadi kekuatan dan keberanian ku, terimakasih ayah!" ucap Puspa yang sudah terisak-isak.


Mata putra juga sudah berkaca-kaca, hidungnya memerah. Dia mengusap kepala putrinya dengan sangat lembut.

__ADS_1


"Ini hari bahagia mu, nak. Sudah tugas seorang ayah menjaga dan memenuhi semua kebutuhan anaknya. Ayah bahagia kalau kamu bahagia!" ucap Sanga ayah membuat Puspa makin terisak.


"Aduh ayah, drama lagi pasti nih!" seru Mega yang baru saja masuk ke dalam kamar Puspa.


"Sudah, sudah. Lihat tuh riasan Puspa jadi luntur!" keluh Mega lalu kembali memanggil para perias.


"Lagian kenapa gak pakai yang water proof aja sih Bu?" keluh Puspa.


"Ish, kamu nih gak natural dong. Ayo mbak, di benerin itu makeup nya!" seru Mega pada dua perias wajah yang sudah berada di dalam kamar Puspa.


"Ayah, itu udah banyak tamu yang dateng. Kita ke depan yuk!" ajak Mega yang langsung menggandeng tangan putra keluar dari ruangan kamar Puspa.


"Mbak, ganti yang water proof aja. Hari gini ada yang praktis dan bermutu kenapa masih milih yang ribet sih!" gerutu Puspa yang tidak suka dengan makeup pilihan ibunya.


Para makeup artist pun menuruti kemauan Puspa. Beberapa menit kemudian, setelah hampir selesai kali ini Jonathan yang masuk ke dalam kamar Puspa. Dan kali ini Puspa yang meminta dia perias wajah itu keluar dari kamarnya.


"Mbak berdua boleh keluar!" ucap Puspa dan dua orang makeup artist itu pun keluar.


"Terimakasih, kamu juga tampan!" balas Puspa sambil membenarkan garis bibirnya.


"Rasanya pasti akan sulit melupakan mu!" lirih Jonathan lalu duduk di kursi tempat Putra tadi duduk.


Puspa menghela nafasnya dengan sangat dalam lalu berbalik menghadap ke arah Jonathan.


"Kamu pria yang sangat baik Jo, kamu juga sangat tampan. Akan ada wanita yang nantinya lebih baik dariku yang akan mencintai mu setulus hatinya!" ucap Puspa dengan lembut.


Jonathan hanya diam, dia benar-benar akan sulit menghapus rasa cintanya pada Puspa. Karena sebelum menyatakan perasaannya pada Puspa dua tahun yang lalu. Rasa sukanya bahkan sudah tumbuh jauh sebelum itu.


Jonathan berdiri dan mengangguk paham.


"Apa kamu sudah siap? om dan tante meminta ku menggandeng mu saat keluar menuju ke halaman, tempat pesta ulang tahun mu di adakan!" ucap Jonathan datar.

__ADS_1


Puspa juga langsung berdiri.


"Sudah, ayo!" ajaknya.


Jonathan meraih tangan Puspa dan menautkannya di lengannya.


"Ayo!" ucap Jonathan dan mereka pun segera pergi ke tempat acara.


Semua orang sudah menunggu, termasuk juga dengan Riksa, Samuel dan juga Naira. Sejak tadi Riksa berusaha untuk menjauh dari Samuel tapi, Samuel terus berada di dekat Riksa.


"Bos, aku hanya mau pergi mencari Puspa dan mengucapkan selamat ulang tahun padanya!" seru Riksa.


"Sudah, diam disini. Kalaupun kamu mau ke toilet aku akan mengikuti mu!" seru Samuel dengan wajah dingin.


Sebenarnya dia malas melakukan ini, tapi karena Naira bersikeras memintanya agar selalu berada di dekat Riksa. Maka Samuel mau tidak mau harus menuruti permintaan istrinya. Samuel sudah bilang pada Naira agar mengatakan hal yang sebenarnya, tapi Naira bilang dia tidak tega melakukan nya, dan biar Riksa melihat saja sendiri apa yang akan terjadi.


Pembawa acara memberi pengumuman ketika Puspa dan juga Riksa memasuki tempat acara. Semua orang bertepuk tangan dan terlihat tersenyum melihat seorang wanita cantik dan seorang pria tampan masuk ke tempat acara sambil bergandengan.


"Wah mereka serasi sekali!" seru Mega yang terlihat begitu bahagia.


Riksa yang menyaksikan itu pun mengepalkan tangannya, Naira uang menyadari hal itu langsung minta Samuel menenangkan Riksa.


"Tenang dulu!" ujar Samuel.


"Sebentar lagi pasti kamu akan lebih terkejut!" seru Samuel membuatnya mendapatkan lirikan tajam dari Naira.


"Sebenarnya ada apa ini?" tanya Riksa bingung.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2