Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
19


__ADS_3

Aku menatap wajah dan juga penampilan ku di cermin yang di tunjuk oleh Riksa. Aku melihat sekilas ke arah ku tapi pandangan ku justru malah mengarah kepadanya.


Deg


'Riksa!' lirih ku dalam hati.


Mataku malah melihat ke arah matanya, kami bertemu pandang, dan entah kenapa tatapan matanya yang teduh membuat ku enggan memalingkan pandangan ku darinya. Aku bahkan melihat ke arah tangannya yang terasa begitu hangat dan lembut saat memegang lengan ku.


"Ekhem!" deheman nona Puspa membuat ku terkesiap dan memalingkan pandangan ku ke arahnya yang sedang menghampiri kami.


"Bagaimana? aku selalu tepat dalam pilihan pertama ku. Mau gaun yang ini? atau lihat dia memakai yang lain dulu?" tanya nya lagi dan aku melihat dari pantulan cermin, dia sedang melepaskan tangan Riksa dari lengan ku.


Nona Puspa memukul lengan Riksa cukup keras karena suara nya bahkan bisa ku dengar dengan jelas.


Plakk


"Kalau Samuel melihat mu menyentuh calon istrinya, bisa-bisa dia akan memotong tangan ini!" seru Puspa sambil menatap tajam ke arah Riksa.


Dan kali ini aku juga bingung dengan reaksi yang di tunjukkan oleh Riksa, dia tidak tersenyum canggung atau menggaruk tengkuk nya seperti biasanya saat dia menyadari dia melakukan sesuatu yang tidak sesuai.


Kali ini reaksinya hanya mundur ke belakang menjauhi ku dan juga Puspa.


"Aku akan ke toilet, Puspa tolong ambil gambarnya beberapa pose saat memakai gaun ini, aku akan tunjukkan pada bos!" seru nya sambil berlalu.


"Hei, aku tanya ganti lagi atau tidak?" seru Puspa namun Riksa sudah keluar dari ruangan. Dia berjalan dengan terburu-buru.


"Ada apa dengan nya?" gumam Puspa dan seperti nya itu juga mewakili pertanyaan di dalam hati ku pada Riksa.


"Nona Puspa, yang ini saja! aku sangat menyukai gaun yang ini!" ucap ku memberanikan diri karena aku memang suka sekali dengan gaun ini.


Puspa menyentuh bahuku pelan.


"Baiklah, kamu memang sangat cocok sekali dengan gaun ini. Dan ya, jangan panggil aku nona. Panggil saja aku Puspa, Samuel dan Riksa itu teman ku dan karena kamu akan menjadi istri Samuel. Itu artinya kamu juga adalah teman ku!" ucap nya dengan senyuman di bibirnya yang membuat wanita di depan ku ini tampak begitu cantik.

__ADS_1


"Sekarang aku akan panggil fotografer ku, tunggu sebentar ya!" ujar nya padaku dan aku menuruti apa yang dia katakan.


Aku berdiri sambil melihat gaun yang ku pakai dari pantulan cermin.


"Wah, memang benar kata orang. Seseorang bisa berubah seperti apa yang mereka pakai. Dengan gaun secantik ini ternyata aku juga bisa terlihat cantik!" gumam ku sambil terkikik geli sendiri mendengar apa yang aku katakan.


Riksa Nugraha POV


Brakk


Aku memukulkan kepalan tangan ku ke dinding yang ada di toilet. Aku sedang menghukum tangan ku ini yang telah lancang menyentuh lengan calon istri dari bos ku sendiri.


Aku menatap wajah ku di cermin, namun malah bayangan Naira yang sedang tersenyum dan memakai gaun pengantin itu yang terlihat.


"Tidak, Riksa jangan lakukan ini. Jangan buat masalah, jangan rusak segala yang telah di atur oleh Samuel, kamu sudah berjanji pada nyonya dan tuan besar untuk selalu menjadi orang yang paling bisa dia percaya! ayolah Riksa." ujar ku menasehati dan mengingatkan diriku sendiri.


Aku mengusap rambut ku dengan kasar. Aku rasanya tidak tega melihat gadis sepolos dan keluarga sebaik keluarga Naira harus terlibat dengan rencana bos Samuel. Tapi disisi lain aku pun hanya seorang yang akan selalu mendukung setiap apa yang di kerjakan oleh bos Samuel.


Aku keluar dari dalam toilet, dan ponsel ku pun berdering dan nama yang tertera sebagai pemanggil nya adalah bos Samuel.


"Bagaimana Riksa? apa semua berjalan lancar?" tanya bos Samuel.


"Semua berjalan lancar bos, apa bos ingin melihat Naira, dia sudah memakai gaun...!"


"Tidak perlu, pastikan saja dia tidak mempermalukan aku saat pernikahan nanti. Itu saja sudah cukup! sudahlah, aku sangat percaya padamu Riksa. Aku ada meeting satu jam lagi. Jangan lupa untuk membeli pakaian untuk keluarga nya juga, pastikan semua berjalan lancar Riksa!" perintah bos Samuel.


"Baik bos!" sahut ku.


Bos Samuel lalu memutuskan panggilan telepon nya. Aku menghela nafas dalam. Aku harus menjalankan tugas ku dengan baik. Tidak boleh ada kesalahan.


Aku kembali ke ruangan feeting, dan disana Naira sedang melakukan pemotretan. Dia terlihat sangat kikuk, tapi ekspresi natural nya itu membuat ku bisa tersenyum saat melihat ke arahnya.


Aku mendekat, menghampiri Puspa. Dia melirik sekilas ke arah ku lalu kembali memperhatikan pemotretan Naira.

__ADS_1


"Kenapa lama sekali? apa sedang merenungi kesalahan mu?" tanya Puspa padaku. Dia ini memang sensitif sekali. Dia bahkan tahu apa yang aku lakukan di toilet.


"Kamu mengintip ku ya?" tanya ku bercanda padanya.


Dia menyikut perutku, dan itu membuat kamu terkekeh.


"Sarapan mu sudah datang, kamu mau sarapan duluan atau mau menunggu...!"


"Aku akan menunggu Naira!" sela ku dengan cepat.


"Oho, lihat! aku bahkan belum selesai mengatakan nya. Carilah pacar Riksa, jika tidak aku sangat khawatir kamu akan menyukai istri bos mu nantinya!" serunya pada ku.


"Itu tidak mungkin Puspa, kamu tahukan bahkan nyawaku saja dia minta akan aku berikan, jadi...!"


Plakk


Puspa malah memukul ku, membuatku berhenti bicara.


"Jangan katakan hal seperti itu lagi! Samuel tidak akan pernah melakukan itu, kamu tahu kan meski dia keras dan arogan. Dia itu sangat menyayangi mu! Jadi jangan berkata seperti itu lagi. Aku belum menyiapkan gaun khusus untuk datang ke rumah duka!" ucap Puspa terlihat kesal.


Mila, asisten Puspa membawa Naira untuk berganti pakaian saat sudah selesai dengan sesi pemotretan nya. Puspa juga sudah pergi karena ada klien lain yang datang, seperti nya bukan ini banyak yang menikah. Aku bahkan harus membayar dengan harga dua kali lipat untuk dapatkan gedung yang bos Samuel mau sebagai tempat pernikahan nya.


Aku memutuskan menunggu Naira di ruangan Puspa, karena sarapan kami disiapkan disana. Beberapa menit kemudian, Naira masuk ke dalam ruangan dengan membawa banyak sekali paper bag.


"Hai Riksa, lihat ini! Puspa memberikan aku banyak sekali baju. Dia baik sekali, dia bilang semua ini hadiah nya untuk ku!" seru Naira sangat bersemangat.


Aku mengernyitkan dahi ku.


"Hadiah dari Puspa?" tanya ku sambil meraih satu paper bag dan melihat isinya.


'Wah, gaun rancangan Puspa. Sepertinya dia juga sudah menganggap Naira sahabatnya!' batin ku ikut senang.


Riksa Nugraha POV end

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2