
Mendengar Samuel menyebutkan kata polisi, Natasha langsung berdiri dan melemparkan sebuah vas bunga yang ada di atas meja tamu ke lantai.
Prang
Vas bunga itu pecah menjadi berkeping-keping di lantai, Melinda, Teddy, Samuel dan Naira terkejut. Bahkan Samuel langsung berdiri di depan Naira untuk melindunginya kalau-kalau serpihan kaca itu terbang dan mengenai sang istri.
"Natasha!" bentak Teddy Morgan dan langsung menghampiri putrinya dan bersiap mengangkat tangan nya lagi.
Teddy sungguh tidak menyangka akan ada hari dimana dirinya akan di permalukan seperti itu oleh putri tunggalnya sendiri. Putri yang sangat dia sayangi, sangat dia manjakan dan apapun keinginan nya selalu berusaha untuk dia turuti dan ikuti tanpa banyak alasan.
Natasha makin melebarkan matanya ketika sang ayah mengangkat tangannya.
"Apa ayah? mau pukul? pukul saja, ayo pukul!" ucap Natasha yang seolah menantang ayahnya untuk benar-benar memukulnya.
Teddy menghentikan gerakan tangan nya lalu menatap wajah putrinya yang saat ini tak kalah merah dari dirinya. Natasha merasa kalau seharusnya ayah dan ibunya berpihak padanya, mereka berdua yang paling tahu betapa Natasha menyukai Samuel bahkan sebelum Samuel mengenal wanita bernama Caren itu.
Natasha merasa apapun yang dia lakukan itu tidak salah, dia selalu berpendapat kalau apapun akan adil dalam cinta dan dia melakukan semua itu untuk memperjuangkan cintanya, memperjuangkan dirinya agar mendapatkan pria yang dia puja dan idamkan selama ini.
"Katakan apa salahku?" teriak Natasha di depan ayahnya.
Melinda langsung berdiri dan mencoba untuk menenangkan putrinya yang sedang di kuasai oleh emosi. Tapi ketika Melinda mencoba untuk merangkul Natasha, dengan sangat cepat Natasha langsung menepis tangan ibunya dengan sedikit kasar.
Di lain sisi Teddy merasa begitu terpukul melihat sang putri malah bertanya dimana letak kesalahannya, padahal sudah jelas dari apa yang dikatakan oleh Samuel dan bukti yang pria itu tunjukkan kalau Natasha adalah dalang di balik kecelakaan yang menimpa Naira.
Itu bahkan yang telah di ketahui oleh Teddy, hal lain yang hanya Natasha dan Melinda yang mengetahuinya pasti akan membuat pria paruh baya itu semakin syock dan merasa gagal menjadi ayah dan juga seorang suami nantinya.
Samuel dan Naira sebenarnya sudah jengah berada disana, tapi Samuel terus berusaha menenangkan Naira yang sudah sangat gelisah setelah melihat drama keluarga Morgan yang terjadi di hadapannya itu. Samuel masih bertahan karena dia ingin melihat bagaimana Teddy Morgan mengurus putrinya itu, memberikan pelajaran pada sanga anak tunggal yang begitu keras kepala dan begitu arogan.
"Jangan keterlaluan Natasha!" seru Teddy Morgan.
__ADS_1
"Cepat minta maaf pada Samuel dan juga istrinya, dan jangan pernah mengganggu rumah tangga mereka lagi!" bentak Teddy pada sang putri.
Naira bahkan sempat tersentak kaget mendengarkan bentakan Teddy Morgan pada Natasha. Sementara yang di bentak malah semakin menunjukkan raut wajah tidak sukanya pada Naira.
"Tidak akan pernah ayah, aku tidak akan pernah melakukan hal itu!" teriak Natasha tak kalah membuat Naira ingin menutup telinganya karena suara yang di keluarkan Natasha begitu nyaring.
Melinda yang ikut terkesiap melihat reaksi sang putri mulai merasa khawatir, dia merasa takut karena Natasha bahkan berani melawan sang ayah dan tidak mau mendengarkan perintah Teddy Morgan. Bukan hanya takut sang suami akan kehilangan kepercayaan dan rasa cinta pada putrinya, Melinda juga takut kalau Samuel akan semakin kehilangan respect pada sang putri. Melinda melirik ke arah Samuel yang terlihat acuh dan hanya perduli pada Naira, istrinya.
Melinda mendekati putrinya lagi dan coba memegang lengan putrinya itu.
"Sayang, sudah cukup. Dengarkan ibu, cepat lakukan apa yang ayah mu katakan! ibu mohon padamu sayang!" pinta Melinda yang sudah mulai panik melihat Natasha sudah hilang kendali.
"Apa ibu bilang? apa yang ibu bilang barusan?" tanya Natasha tak kalah nyaring dari suara yang dia keluarkan saat menolak perintah ayahnya tadi.
"Natasha!" lirih Melinda. Dia benar-benar sudah bingung bagaimana cara membuat Natasha tenang dan berpikir secara logis.
Hal itu akan membuat mereka semua curiga, kalau Melinda juga sebenarnya selalu ikut andil dalam rencana putrinya itu untuk mewujudkan obsesi nya memiliki Samuel yang saat ini statusnya adalah seorang suami dari Naira.
Melinda jatuh terduduk di lantai, tatapannya sudah berkaca-kaca melihat ke arah Natasha. Melinda melakukan hal itu, melakukan hal yang membuat nya seolah sangat kaget, kecewa dan tak berdaya dalam satu waktu bukan hanya untuk menarik simpati Samuel dan juga suaminya. Tapi dia juga ingin agar sang putri mengasihaninya dan meredam emosinya.
Teddy mengalihkan pandangannya dari Natasha ke arah Melinda yang terduduk lemah di lantai.
'Wanita ini, drama apalagi yang dia mainkan?' tanya Teddy Morgan dalam hati.
Sebenarnya dia sedikit kesal, karena apa yang dilakukan oleh Melinda bukan akan membantu nya melainkan akan lebih menjatuhkan harga dirinya di depan Samuel.
Naira yang melihat situasi di rumah keluarga Morgan yang sudah sangat kacau, mendekati Samuel dan berbisik padanya.
"Mas, sebaiknya kita pergi. Biar mereka menyelesaikan masalah keluarga mereka sendiri dulu, aku yakin om Teddy akan bijaksana dalam menghukum kesalahan putrinya!" bisik Naira pada Samuel.
__ADS_1
Samuel yang mendengarkan apa yang di katakan oleh sang istri, diam sejenak dan berpikir.
'Benar apa yang dikatakan Naira, dia juga pasti tidak nyaman disini. Sebaiknya aku mengajaknya pergi!' batin Samuel.
Samuel mengajak Naira bangkit berdiri.
"Om Teddy!" panggil Samuel membuat Teddy yang tadinya melihat ke arah Melinda berbalik melihat ke arah Samuel.
"Aku dan istriku mohon undur diri, tapi aku sangat berharap om Teddy memberikan hukuman yang setimpal pada Natasha!" seru Samuel lalu menggandeng tangan Naira menuju ke arah pintu utama.
Saat Samuel mengatakan itu, Natasha begitu terkejut. Dia tidak menyangka orang yang selama ini dia puja dan dia perjuangkan malah mengatakan pada ayahnya sendiri untuk menghukum dirinya. Natasha menggelengkan kepalanya dengan cepat tak percaya dengan apa yang sudah dia dengar.
"Sam, tunggu Samuel!" teriak Natasha namun tidak dipedulikan oleh Samuel yang sudah keluar dari rumah bersama dengan Naira.
"Samuel!" teriak Natasha yang mencoba untuk berlari mengejar Samuel.
Tapi Natasha tidak bisa mengejarnya karena sang ayah menghadang Natasha.
"Ayah minggir, aku harus mengejar Samuel!" teriak Natasha berusaha mencari celah hadangan sang ayah.
"Natasha kesabaran ayah ada batasnya!" ucap Teddy Morgan memperingatkan putrinya.
"Aku tidak perduli, ayah cepat minggir...!"
Plakk
***
Bersambung...
__ADS_1