Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
240


__ADS_3

Karena Naira khawatir Riksa akan makin emosi, Naira pun menarik Riksa sedikit menjauh dari tempat acara.


"Sayang...!" protes Samuel tapi sudah tak di hiraukan lagi oleh Naira karena Riksa mata dan wajahnya sudah semakin merah.


"Riksa tenang dulu, tenanglah!" kata Naira berusaha untuk menenangkan Riksa.


"Naira mungkin kamu belum tahu kalau aku dan Puspa...!"


"Aku tahu, Puspa sudah mengatakan nya padaku. Kalian sudah menjadi sepasang kekasih bukan?" tanya Naira membuat Riksa sedikit memiringkan kepalanya.


Dalam pikiran Riksa, dia tidak habis pikir kenapa kalau Naira sudah tahu hubungannya dengan Puspa, dia malah meminta agar dirinya tenang melihat sang kekasih bergandengan tangan dengan pria lain di hadapan semua orang.


"Kamu sudah tahu, tapi kamu minta aku untuk tenang, diam saja begitu?" tanya Riksa yang tidak habis pikir apa yang di inginkan oleh Naira.


"Ck... dengarkan aku, masalahnya ada padamu! kamu tahu kamu itu terlalu jual mahal!" Samuel malah mengatakan hal yang membuat suasana makin tegang.


Mendengar apa yang dikatakan Samuel membuat Riksa mengerutkan keningnya. Sedangkan Samuel langsung menarik pinggang Naira agar mendekat padanya.


"Lihat kami, kami saling mencintai dan kami sama-sama tidak ragu untuk mengungkapkan perasaan kami. Dan akhirnya kami bersatu dan bahagia!" ucap Samuel terus memandang ke arah Naira.


Sedangkan Naira yang merasa suaminya malah membuat Riksa semakin merasa tidak enak dan tidak nyaman mencoba untuk mengelus lengan Samuel.


"Mas, biar aku yang jelaskan pada Riksa ya?" tanya Naira dengan suara yang lembut.


"Kamu bilang kamu tak tega?" tanya Samuel.


Naira memandang ke arah sang suami dan juga sahabat nya itu bergantian. Dia sebenarnya memang tidak tega menceritakan apa yang diketahuinya kepada sahabatnya itu. Tapi dilihat dari reaksi Riksa ketika melihat Puspa menggandeng tangan Jonathan, dia begitu kesal dan emosional apalagi nanti jika dia tahu tiba-tiba kekasihnya itu harus bertunangan dengan pria yang menggandeng tangannya itu. Naira benar-benar tidak bisa menduga tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Riksa nanti.


"Puspa hari ini akan bertunangan dengan pria itu!" ucap Naira uang terdengar sangat ragu mengatakan kalimat itu pada Riksa.


Riksa benar-benar terlihat sangat emosi, wajah, hidung, telinga dan matanya menjadi sangat merah.


"Apa kamu mau berubah jadi banteng?" tanya Samuel membuat Naira mendengus kesal.

__ADS_1


Naira tak habis pikir sama sekali kalau sayang suami tidak mengerti perasaan pria yang ada di hadapan mereka ini.


"Puspa hanya mengatakan kalau dia terpaksa melakukan semua ini. Ada hal yang tidak bisa di ceritakan secara singkat. Sedangkan ponselnya di sita oleh ibunya agar dia tidak berubah pikiran. Aku tahu Puspa pasti melakukan semua ini dengan penuh pertimbangan, kamu sangat mengenalnya kan. Dia itu sangat mencintai mu!" ucap Naira membuat Samuel ternganga.


Samuel tak menyangka kalau wanita yang saat ini berstatus sebagai istri nya itu bisa mengatakan kata-kata yang begitu luar biasa terdengar telinganya.


Sementara Riksa berusaha untuk menahan amarahnya.


"Dia bahkan tidak menghubungiku dan mengatakan tentang semua ini!" keluh Riksa.


Samuel langsung maju mendekati Riksa lalu menepuk bahunya.


"Kamu harus percaya padanya, kita bukan hanya satu bulan atau satu tahun mengenalnya, alasan di balik semua tindakan nya ini pasti gak yang sangat penting!" tambah Samuel yang sudah mulai mengerti suasana dan mulai menganggap hal ini serius.


Naira menghela nafas lega karena sang suami tidak lagi menjadi microwave mode on. Mereka bertiga akhirnya kembali ke tempat acara.


Tapi setelah satu lagu yang dinyanyikan oleh pengisi acara, tiba-tiba pembawa acara meminta perhatian semua orang yang ada di tempat itu. Kembali Riksa menatap serius ke arah Puspa yang juga sudah melihat ke arahnya sedari tadi.


'Ya Tuhan, aku harap Naira sudah menjelaskan segala nya pada Riksa. Aku sungguh tak mau dia salah paham!' batin Puspa khawatir.


"Terimakasih atas kehadiran semua tamu undangan, hari ini selain adalah hari perayaan ulang tahun ke-27 putri sulung kami, hari ini juga kami akan menyampaikan sebuah kabar gembira kepada kalian semua yang hadir di tempat ini. Putri sulung kami Puspa Maharani akan bertunangan dengan Jonathan Johnson!" seru Putra dengan penuh rasa bangga dan percaya diri.


Semua tamu undangan yang juga ikut merasa senang Langsung bertepuk tangan dan bersorak gembira. Namun di sana ada 3 orang yang wajahnya terlihat sangat cemas.


"Riksa, apa sebaiknya kita pergi saja?" tanya Samuel yang mulai mencemaskan keadaan Riksa.


Riksa dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Tidak bos, aku ingin dengar penjelasan Puspa dulu!" jawab Riksa dengan wajah begitu dingin.


Naira bahkan tak berani bicara, karena Riksa sudah mengeraskan rahangnya.


Puspa uang juga melihat reaksi yang di tunjukkan Riksa, tangannya bahkan sangat gemetar.

__ADS_1


"Ada apa? kamu gemetaran?" tanya Jonathan.


Puspa lalu menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Tidak apa-apa, aku hanya gugup!" ucap Puspa.


Jonathan tersenyum, lalu Anyelir datang dengan membawa nampan kecil berisi kotak kecil juga yang berisi dua buah cincin pertunangan.


Pembawa acara meminta Jonathan menyematkan cincin itu di jari Puspa, begitu pula sebaliknya. Namun ketika akan menyematkan cincin di jari Jonathan, lagi-lagi Puspa melihat ke arah Riksa yang jelas terlihat memasang wajah marah.


'Maafkan aku Riksa!' batin Puspa lalu menyematkan cincin itu di jari manis sebelah kanan Jonathan.


Putra dan Mega begitu senang, tepuk tangan bergemuruh mengiringi proses pertunangan itu.


"Sekarang kalian sudah resmi bertunangan, dan tuan muda Jonathan apa kamu tidak ingin mencium tunangan mu?" tanya pembawa acara.


Dan apa yang dikatakan oleh pembawa acara itu membuat Riksa langsung maju ke depan dengan tangan terkepal. Samuel dengan sigap menahan Riksa.


"Jangan membuat keributan, jika tidak ingin melihat sebaiknya kita pergi!" perintah Samuel dengan wajah yang tegas.


Naira bahkan sudah berkaca-kaca, dia terus menggelengkan kepalanya ke arah Puspa yang juga sedang melihatnya.


'Jangan lakukan itu Puspa, Riksa akan sangat sakit hati!' batin Naira seolah ingin mengatakan kalimat itu pada Puspa.


Namun ketika Puspa fokus melihat ke arah Riksa, Samuel dan Naira. Tiba-tiba dia membelalakkan matanya ketika bibir Jonathan menyentuh bibirnya.


Sorakan dan tepukan tangan para tamu terdengar riuh. Mata Puspa berkaca-kaca ketika melihat Riksa, dan Samuel berlalu dari tempat itu.


Puspa berusaha mendorong Jonathan, tapi ayah ibu dan yang lain ada disana.


'Aku benar-benar dalam masalah besar!' batin Puspa setelah melihat Naira pun pergi dari tempat acara.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2