
Keesokan harinya, aku sudah di bangunkan sangat pagi oleh ibuku, ini adalah hari Sabtu. Dan ini adalah hari pernikahan ku dengan si lidah tajam itu. Artinya mulai hari ini sampai 364 hari ke depan, aku akan menjadi istri kontrak seorang CEO arogan, yang over PD, maunya menang sendiri, dan kalau bicara pada orang lain tidak pernah memikirkan orang itu akan sakit hati atau tidak.
Kenyataan kalau Samuel Virendra mempunyai sifat seperti itu berbanding terbalik dengan ibu Stella, yang begitu baik, penuh pengertian dan selalu menganggap orang-orang di sekeliling. Dia juga sangat ramah, bahkan pada seorang supir sekalipun.
Aku kemarin sempat ragu, kalau saja ibu Stella tidak menunjukkan foto Om Damar yang memang begitu mirip wajahnya dengan Samuel. Ibarat nya itu mukanya Shahrukh Khan sama Aryan, tuh mirip gak ke buang sama sekali kan mukanya, kalau ibarat artis Indonesia tuh kayak Dul Jaelani sama Ahmad Dhani lah, mirip banget kan.
Karena bukti otentik itulah yang membuatku harus menerima kenyataan kalau ibu Stella punya anak seperti Samuel. Kenapa jadi aku yang gak rela ya?
Kami sekeluarga sudah selesai sarapan, dan nasi goreng buatan ibu ku memang yang terbaik. Setelah sarapan kami hanya tinggal mempersiapkan pakaian ganti, ibu Stella bilang ayah dan ibu akan di ajak liburan di hotel itu selama dua hari. Senin pagi, ayah dan ibu juga Ibras akan di antar ke rumah. Katanya untuk mempererat hubungan kekeluargaan antara ayah dan ibu juga ayah dan ibu Samuel.
Ibu Stella juga memintaku membawa barang-barang ku, karena aku akan langsung tinggal di rumah si lidah tajam itu. Semua persiapan sudah selesai kami hanya tinggal menunggu oak Urip menjemput kami ke hotel Silver palace itu.
Ibu, ayah dan juga Ibras sudah bersiap di ruang tamu, Dan aku masih bolak-balik ke kamar kecil, meskipun ini hanya pernikahan kontrak saja. Tapi tetap saja aku merasa sangat gugup, dan kalau aku gugup biasanya memang seperti ini, perut ku jadi mulas, hingga aku harus bolak balik ke toilet sejak tadi.
Telapak tangan ku sungguh dingin, aku takut aku melakukan kesalahan di proses pernikahan. Dan kalau sampai itu terjadi. Habislah aku.
"Nai, nih minum obat ini. Biar kamu gak bolak-balik ke toilet terus!" seru ibu ku sambil memberikan obat diare dan segelas air.
"Kakak gugup tuh Bu, yang mau jadi istri orang!" celetuk Ibras.
Ketika aku sudah meminum obat itu, aku memberikan gelas yang tadi ibuku berikan padaku. Aku bisa melihat kalau ibu ku seperti nya sangat sedih, dia menundukkan kepalanya dan hidungnya memerah, aku tahu ibu sedang menahan tangis.
Aku tidak ingin melihat ibu sedih.
"Ya iyalah nikah sama orang, masa sama pohon!!" balas ku dengan niat mencairkan suasana yang sudah mulai tegang.
Ibras terkekeh di sebelah ayah, yang juga ikut tersenyum kecil. Aku mengusap lengan ibu ku dengan lembut.
__ADS_1
"Naira kan cuma mau nikah Bu, bukan mau perang. Ibu jangan cemas ya, ibu kan tahu sendiri kalau ibu Stella itu sangat baik. Naira gak bakalan tuh ngalamin penyiksaan-penyiksaan dan penindasan dari ibu mertua kayak yang ada di sinetron ikan terbang yang sering ibu tonton itu!" aku sengaja berkelakar seperti itu agar ibu ku tidak sedih.
Aku memang tidak akan mengalami penyiksaan ataupun penindasan dari ibu Stella, tapi kurasa aku akan di tindas oleh putranya itu.
Ibu lalu tersenyum,
"Sering-seringlah main ke sini ya Nai, huh ibu tuh takutnya kamu nanti jadi sosialita kayak di sinetron itu, terus sibuk sampai lupa buat nengokin ibu!" ucap nya jujur.
Aku langsung memeluk ibuku.
"Ibu jangan mikir gitu, gak mungkin lah Bu Naira kayak gitu!" ucap ku mencoba meyakinkan ibu ku.
"Iya, gak mungkin anak ayah begitu!" sambung ayah ku sambil tersenyum.
Obrolan kami terhenti, karena pak Urip sudah datang. Dan kami pun segera meninggalkan rumah menuju ke hotel tempat kami akan di make up dan di beri tahu apa yang harus kami lakukan selama pesta itu berlangsung.
"Jauh banget ya Nai, ini sudah hampir satu jam loh?" tanya ibu yang mulai ikut gelisah.
"Kayak nya sih Bu, kemarin itu Naira bukan dari sini berangkat nya, jadi lupa!" jawab ku apa adanya.
"Makanya kak, banyakin tuh makan manisan buah pala, jangan manisan kedondong aja. Pinter gak, mules iya!" celetuk Ibras lagi.
Aku hanya melebarkan mata, menggertak Ibras yang malah terkekeh saat melihat ku melotot. Aku bertanya pada pak Urip yang sejak tadi hanya diam saja.
"Pak Urip, masih lama ya?" tanya ku sopan.
"Masih non, masih satu jam lagi. Ada apa non, mau istirahat dulu?" tanya pak Urip sambil fokus melihat ke arah depan.
__ADS_1
"Saya mau ke toilet pak!" sahut ibu.
"Baik, Bu di depan ada mini market. Saya akan berhenti disana!" kata pak Urip.
Dan beberapa menit kemudian, pak Urip menghentikan mobil di depan sebuah minimarket. Ibu di temani ayah langsung turun dan masuk ke dalam untuk membeli minuman dan ke toilet untuk menyelesaikan urusan nya.
Aku tidak ikut turun, sedang kan Ibras masih asik bermain game dengan ponsel yang tadi malam kami tukar.
Aku menoleh ke arah belakang, melihat sebuah mobil yang berhenti di tepi jalan di dekat mini market. Mobil berwarna abu-abu abu-abu itu seperti nya tadi juga aku lihat di depan gang.
'Perasaan ku saja atau itu memang mobil yang sama ya?' tanya ku dalam hati.
Tidak terlihat siapa yang berada di dalam mobil itu karena kacanya gelap. Karena tak ingin menduga-duga, diam-diam aku mencatat nomer polisi mobil abu-abu itu di ponsel ku. Hanya ingin memastikan saja, masalah nya kejadian semalam dengan Natasha Morgan. itu masih membuatku tidak tenang. Dan aku juga belum tahu, Riksa benar-benar membuatkan aku asuransi atau tidak. Aku tidak menyangka berurusan dengan orang kaya bisa serumit ini.
Beberapa menit kemudian, ibu sudah keluar dari dalam mini market membawa minuman untuk kami. Ibu juga membelikan nya untuk pak Urip.
"Terimakasih nyonya!" kata pak Urip sopan.
Setelah kami semua minum, pak Urip bertanya apakah sudah siap untuk melanjutkan perjalanan atau belum,
"Bagaimana, sudah bisa berangkat sekarang?" tanya pak Urip.
"Mari pak!" jawab ayah yang duduk di samping pak Urip. Di kursi penumpang bagian depan.
Saat kami meninggalkan mini market aku menoleh ke arah belakang melihat mobil abu-abu itu. Tapi sepertinya mobil itu masih diam dan tidak bergerak.
***
__ADS_1
Bersambung...