Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
293


__ADS_3

Stella dan Naira telah tiba di rumah sakit untuk pemeriksaan rutin kehamilan Naira yang usia kandungannya kini juga sudah berusia empat bulan. Stella juga sangat ingin melakukan pemeriksaan USG karena begitu penasaran pada jenis kelamin calon cucu pertamanya. Mereka tengah menunggu dokter Arini yang masih ada pasien di dalam ruangan nya. Seperti biasanya, mereka menunggu di ruang VIP khusus.


"Sayang, sebentar ya. Ibu mau ke toilet sebentar. Jangan masuk dulu ya, tunggu ibu. Ibu ingin menjadi yang pertama yang mengetahui jenis kelamin calon cucu ibu. Sebentar saja ya!" ucap Stella yang segera menuju ke arah toilet yang berada tidak jauh dari ruang tunggu VIP tempat Naira menunggu.


Ruang VIP itu memang adalah ruangan khusus bagi yang telah membuat janji dengan dokter Arini. Namun dinding yang membatasi ruangan itu adalah dinding kaca yang tentu saja, semua yang berjalan melewati ruangan itu bisa melihat siapa yang berada di dalamnya.


Dan kebetulan saja, hari itu seorang pria berwajah tampan yang mempunyai wajah oriental juga sedang check up kesehatan nya karena merasa ada masalah dengan dirinya yang akhir-akhir ini mengalami masalah sulit tidur. Dia baru saja selesai menjalani pemeriksaan, dan tanpa sengaja melewati ruang tunggu VIP dimana Naira ada di dalamnya.


Begitu melihat seseorang yang dia kenal, tanpa ragu pria itu langsung masuk ke dalam ruangan itu. Tentu saja karena merasa ada yang membuat pintu dan masuk ke dalam ruangan itu, Naira juga langsung berdiri dan melihat ke arah pintu. Naira begitu terkejut dengan siapa yang sudah masuk dan menutup pintu ruangan itu.


"Tuan muda Hasigawa!" ucap Naira yang begitu terkejut melihat kehadiran Kenzo di sana.


Kenzo malah tersenyum senang melihat Naira terkejut melihatnya.


"Ternyata yang dikatakan Samuel benar, kamu sudah hamil ya. Berapa bulan?" tanya Kenzo dengan begitu santainya lalu duduk tidak jauh dari tempat Naira berada.


Naira menjauh sedikit dari pria itu, tapi dia tidak terlalu cemas karena dinding kaca ruangan itu dan juga banyak orang yang mondar-mandir di depan ruangan itu.


"Maaf tuan muda Hasigawa, setahu ku ruangan ini hanya untuk mereka yang ingin bertemu dengan dokter Arini, dan dokter Arini itu dokter kandungan, apa anda juga sedang mengantar istri anda?" tanya Naira yang berusaha mengalihkan perhatian Kenzo juga mengalihkan pertanyaan yang di ajukan Kenzo tadi.


"Ck... seharusnya memang begitu Naira, tapi sudahlah. Dimana suami mu? apa dia tidak menemanimu? seharusnya dia menemani mu kan? atau dia sedang bersama dengan wanita lain...!"


"Jaga ucapan anda tuan muda Hasigawa!" bentak Naira yang merasa sangat kesal pada apa yang dikatakan oleh Kenzo.

__ADS_1


Meskipun sebenarnya memang Samuel sedang mengurus masalah Puspa, dan dia sebenarnya juga wanita kan. Tapi sebenarnya dia sedang membantu Riksa, dan kalau pun Samuel tahu kalau hari ini jadwal pemeriksaan kehamilan Naira, dia juga pasti akan meminta Naira menunda pemeriksa di hari lain, karena selama ini pun seperti itu. Samuel selalu menemani Naira memeriksakan kehamilannya dan tidak pernah melewatkan momen penting itu.


Di bentak seperti itu oleh Naira, Kenzo malah terkekeh dan berdiri lalu mendekati Naira.


"Kamu tahu tidak Naira, tidak ada wanita yang pernah membentak ku...!" Kenzo menjeda ucapannya dan menatap Naira begitu dalam.


Pandangan Kenzo padanya itu membuat Naira sebenarnya merasa sangat takut, apalagi dia sendirian di ruangan ini. Dia takut kalau Kenzo berbuat nekat padanya. Semakin Kenzo mendekat, semakin Naira mundur berusaha menghindar dari pria itu.


"Sejak awal, aku begitu di buat penasaran oleh ku. Bagaimana seorang Samuel Virendra bahkan bisa melupakan kekasihnya yang tiga tahun lebih menjalani hubungan dengannya, kamu memang berbeda Naira. Hanya kamu wanita yang tidak bisa tersenyum padaku, tidak tertarik pada harta dan segala yang kumiliki!" lagi-lagi Kenzo menjeda ucapannya membuat Naira semakin ketakutan dan mata Naira juga sudah mulai berkaca-kaca karena merasa cemas.


"Tapi Naira, semakin sulit aku untuk mendapatkan nya maka akan semakin ingin aku mendapatkan nya! aku pastikan kamu akan menjadi milikku Naira!" ucap Kenzo dengan suara yang berat membuat Naira semakin gemetaran kakinya.


Naira yang merasa kalau Kenzo terlalu dekat dengannya dan sudah tertekan dengan ucapan dan pandangan Kenzo padanya pun mendorong pria itu dengan kuat.


Kenzo terjatuh dari kursi karena sama sekali tidak menahan dorongan dari Naira. Setelah itu Naira bergegas menuju ke arah pintu keluar ruang tunggu itu.


"Naira! maaf ya ibu terlalu lama ya?" tanya Stella yang kebetulan sudah keluar dari ruang tunggu.


Dan belum sempat Naira menjawab apa yang dikatakan oleh Stella, seorang perawat memanggil Naira dan juga Stella karena giliran mereka sudah tiba untuk bertemu dengan dokter Arini. Naira menghela nafasnya lega, karena dia tidak perlu kembali ke ruang tunggu itu atau menjelaskan apa yang terjadi di dalam ruang tunggu itu tadi pada Stella.


Sementara Naira dan Stella sudah masuk ke dalam ruang praktek Dokter Arini, Kenzo yang melihat Naira dari kejauhan tersenyum miring.


"Semakin menarik, Samuel Virendra. Aku bahkan akan menukar wanita mu dengan semua harta yang kumiliki. Kamu sungguh pintar mencari wanita, Samuel!" gumam Kenzo lalu meninggalkan ruang tunggu itu juga ruang sakit ini.

__ADS_1


Di dalam ruang praktek Dokter Arini, Naira masih terus memikirkan apa yang Kenzo katakan tadi. Hingga saat dokter Arini memeriksa tekanan darah Naira, tekanan darahnya lumayan tinggi.


"Apa akhir-akhir ini kamu sulit tidur Naira?" tanya dokter Arini.


Stella yang tahu kalau Naira memang sulit tidur kalau tidak ada Samuel bersamanya langsung menjawab pertanyaan dokter Arini, sambil merangkul Naira, Stella berkata.


"Samuel sedang di luar negeri Rin, dan Naira memang susah tidur kalau tidak ada suaminya di sisinya!" ucap Stella dengan senyum di wajahnya.


"Jadi begitu, tapi kalau sulit tidur malam hari, maka istirahat lah lebih banyak di siang hari ya Nai, tekanan darah mu cukup tinggi ini dan itu tidak baik bagi kehamilan mu, bagi kandungan mu, Ya!" ucap dokter Arini.


"Iya dokter!" jawab Naira singkat.


Mereka lalu menyiapkan pemeriksaan USG, dan Stella pun sudah bersiap melihat ke layar monitor yang akan menampilkan gambar pergerakan calon cucu pertama nya.


"Oh lihat itu Naira sayang, itu bergerak-gerak!" ucap Stella yang begitu excited melihat penampakan di layar monitor itu.


"Itu detak jantungnya Stella, lihat ini adalah kepalanya, dan ini... !" dokter Arini menjelaskan satu persatu bagian dari janin Naira yang sedang di USG.


"Keadaan nya sangat sehat, tapi kita belum bisa mengetahui jenis kelaminnya! seperti nya dia sangat pemalu, dia menyembunyikan jenis kelaminnya!" ucap Dokter Arini sambil terkekeh.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2