Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
183


__ADS_3

Sementara itu ketika Riksa sedang mengikuti Samuel yang berniat membuat perhitungan dengan Putra tunggal tuan Rizaldi yaitu Teddy. Di tempat lain seorang wanita yang cantik jelita sedang memegang sebuah gelas minuman ringan yang sudah di beri es batu dan berdiri di dekat jendela.


Seorang wanita paruh baya yang merupakan ibu dari wanita cantik bergaun merah muda di atas lutut dengan rambut di buat keriting sepanjang pinggang dengan ombrey berwarna pirang dan hitam itu mendekati putrinya sambil tersenyum dan merapikan rambut putrinya yang tertutup angin hingga menutupi wajahnya.


"Apa lagi yang kamu pikirkan sayang?" tanya Melinda.


Benar sekali wanita paruh baya dengan setelah berwarna putih gading itu adalah Melinda dan putrinya tentu saja adalah Natasha.


Natasha langsung menoleh ke arah ibunya dan tersenyum penuh percaya diri.


"Hem, aku sudah tidak sabar menantikan hari esok Bu!" jawab Natasha dengan senyum licik yang dia kembangkan di wajahnya kemudian.


Melinda beranjak dan duduk di sofa dalam ruangan itu, itu adalah ruangan di sebelah kamar Natasha. Sebuah ruangan yang memang sering di pakai oleh Natasha mengobrol bersama dengan teman-teman nya jika main ke rumahnya.


"Kamu tenang saja sayang, esok itu tidak lama lagi. Ini sudah jam setengah dua belas malam, dan kurang dari sepuluh jam lagi dua orang wanita itu pasti datang kemari!" seru Melinda penuh dengan keyakinan.


Natasha yang semakin senang mendengar apa yang di katakan oleh ibunya mendekati sang ibu dan duduk di sebelahnya.


"Aku tidak menyangka kalau ibu bisa punya rencana seperti itu, rencana ibu itu sungguh luar biasa. Aku yakin setelah besok, wanita yang berstatus sebagai istri Samuel itu akan segera di hempas dan di singkirkan dari sisi Samuel!" seru Natasha dengan senang.


Melinda menggelengkan kepalanya beberapa kali pada sang putri.


"Tidak seperti itu sayang, kalau langsung di usir dari rumah besar Virendra itu tidak mungkin, tapi kalau tidak lagi mendapatkan simpati dari semua orang itu sudah pasti!" ucap Melinda dengan senyum menyeringai di wajahnya.


"Huh, aku benar-benar tidak menyukai perempuan itu! sejak dia menikah dengan Samuel saja aku sudah sangat membencinya, dan sekaran dia mengandung anak Samuel. Rasanya aku ingin mencakar wajah perempuan itu dan mematahkan tangan dan kakinya. Aku kesal sekali padanya!" ungkap Natasha mengutarakan semua apa saja yang ada di hati dan pikirannya.

__ADS_1


"Berani sekali dia mendekati Samuel, berani sekali dia merebut Samuel dariku!" lanjutnya lagi.


"Sayang, jangan bodoh. Tidak perlu menggunakan kekerasan dan mengotori tangan kita sendiri untuk menyingkir kan wanita itu. Jika semua berjalan sesuai rencana pasti semua juga akan seperti yang kita harapkan!" jelas Melinda.


"Tapi aku penasaran, bagaimana ibu bisa dapatkan obat itu?" tanya Natasha penasaran.


Tapi bukan menjelaskan dan memberikan jawaban atas pertanyaan dari Natasha, Melinda malah melihat ke kiri dan ke kanan lalu meletakkan jari telunjuk kanannya di depan bibirnya sendiri.


"Ssstt... sayang diam, jangan pernah bahas soal itu. Jika ayah mu tahu, dia akan merusak segalanya." seru Melinda memperingati putrinya.


"Ibu benar, ck... kenapa sih ayah tidak mendukung kita!" keluh Natasha.


"Sudah, kan ada ibu yang akan mendukung mu!" ucap Melinda mengelus lembut kepala Natasha.


Flashback on


Sejak Samuel menikah saja dia sudah sangat sedih dan sering sekali menghabiskan waktu hanya menghambur-hamburkan uang ayahnya bersama teman-temannya, semua itu dilakukan untuk menghibur dirinya sendiri dari kesedihan karena ditinggal menikah oleh Samuel.


Jika sampai putrinya mendengar kabar bahwa Samuel akan segera mempunyai seorang anak, Melinda tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh putrinya Natasha.


Namun karena ruang lingkup Natasha juga sangat luas, pergaulannya juga luas sehingga gambar seperti itu bisa dengan mudah didapatkan. Setelah Melinda menghapus semua postingan yang dia lihat, pintu kamarnya malah terbuka dan sang putri sudah menangis sesenggukan dan melempar ponselnya ke lantai dengan keras.


"Ibu hiks... hiks !" lirih Natasha lalu memeluk ibunya dengan erat.


Melinda yang sudah menduga kalau Natasha melihat berita tentang kehamilan dari istri Samuel, hanya bisa mengelus punggung putrinya itu dengan lembut.

__ADS_1


"Tenang dulu sayang, tenang!" Melinda mencoba untuk menenangkan putrinya yang menangis terisak-isak.


Natasha yang mendengar ucapan dari sang Ibu langsung menarik dirinya menjauh sedikit dari ibunya agar bisa melihat kearah ibunya itu.


"Ibu bilang tenang, apa yang ibu katakan? bagaimana aku bisa tenang melihat berita seperti ini. Aku sudah tidak punya kesempatan lagi mendapatkan Samuel ibu, sudah tidak punya lagi. Istrinya sedang hamil dan sebentar lagi mereka akan punya anak. Bagaimana aku bisa menyingkirkan perempuan itu yang sebentar lagi akan menjadi ibu dari anak Samuel, ibu ini tidak boleh terjadi ibu hiks hiks..!" Natasha terus menangis sampai mencurahkan semua isi dalam hatinya kesedihan dan kekecewaannya.


Sang ibu yang ikut meneteskan air mata melihat putri tercintanya, putri satu-satunya menangis pilu seperti itu jadi tidak tega melihat Natasha. Melinda kemudian memikirkan sebuah cara yang mungkin akan bisa membuat wanita yang saat ini telah menjadi istri Samuel Dia sedang mengandung anaknya itu, tersingkir dari posisi nya saat ini.


Tiba-tiba sebuah ide muncul di pikiran Melinda yang notabene nya memang tidak pernah ada pikiran baik di dalam otaknya, yang dipikirkan adalah bagaimana dia mendapatkan apa yang dia inginkan dan putrinya inginkan.


"Sayang dengar rencana ibu baik-baik!" Melinda mengatakan kalimat itu sambil memegang kedua dengan putrinya dengan erat dan menatap Natasha yang matanya masih terus mengeluarkan air mata.


"Ibu akan melakukan hal ini, tapi ibu perlu bantuan mu!" ucap Melinda.


Natasha memperhatikan sang ibu dengan saksama, dia memperhatikan apa yang ibunya katakan dengan baik.


Melinda memberitahu pada Natasha agar saat Naira dan Stella datang ke rumah dia bersikap baik dan berpura-pura kalau dia sudah menerima segalanya yang sudah terjadi. Dia menerima kalau Samuel memang bukan jodohnya, Melinda meminta putrinya itu untuk bersikap sangat baik dan lembut nanti di hadapan kedua wanita itu yang besok akan datang ke rumah.


"Kenapa mereka akan ke rumah?" tanya Natasha yang sedikit bingung dengan penjelasan dari sang ibu.


"Sejauh aku mengenal Stella, dia tidak akan menerima kado yang berlebihan. Nanti ibu akan datang ke sana memberikan ucapan selamat dan memberikan kado yang sangat mahal kepada istri dari Samuel itu, pasti setelah menerima kado itu dia memberitahukan pada Stella bukan, dan setahu ibu Stella pasti akan mengembalikan kedua itu bersama dengan Naira. Di saat mereka berada di rumah kita ibu akan memberikan sesuatu kepada minuman yang akan di minum oleh Naira. Dan minuman itu akan membuat Naira kehilangan bayi dalam kandungan nya!" jelas Melinda membuat Natasha membelalakkan matanya dengan lebar.


Flashback off


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2