Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
262


__ADS_3

Mendengar apa yang di katakan oleh Vina membuat Lisa nyaris pingsan. Bagaimana mungkin putrinya malah menginginkan orang yang telah mencelakai dirinya menikah dengannya. Hal tersebut bagi Lisa adalah hal yang begitu tidak masuk akal.


"Kamu bilang apa nak?" tanya kevin mengulang pertanyaan dari Lisa pada Vina putri tunggal mereka.


"Ayah, dia pasti masih linglung. Dia pasti masih dalam pengaruh obat sebaiknya kita panggil dokter untuk memeriksa kondisi nya lagi!" seru Lisa sambil berjalan mendekati suaminya dengan wajah yang cemas.


"Ibu, ayah... aku serius. Aku ingin menikah dengan Adam. Tante, om... bagaimana? apakah kalian setuju?" tanya Vina benar-benar seperti seorang yang sudah mengambil keputusan dengan matang. Bukan seperti yang dikatakan oleh ibunya, seperti masih linglung dan belum sadar benar.


Stella sebenarnya sangat senang mendengar kalau Vina tidak akan membawa kasus ini ke pengadilan, namun dia juga bingung. Masalahnya adalah dia tidak tahu apakah Adam akan setuju atau tidak. Masalah pernikahan adalah masalah seumur hidup, bukan masalah main-main. Stella melihat ke arah Damar yang tiba-tiba saja membuka suara perlahan padanya.


"Stella, anak mu memang harus mempertanggungjawabkan segala perbuatannya, mungkin ini adalah takdir yang di tuliskan padanya!" bisik Damar membuat Stella mengangguk paham.


Kedua orang tua itu lalu mendekati Lisa dan juga Kevin.


"Kami setuju pak Kevin dan Bu Lisa, kami...!" Damar kemudian melihat ke arah Stella yang juga mengangguk setelah melihat ke arahnya.


"Setuju kalau Adam menikahi Vina!" lanjut Damar membuat Lisa meneteskan air matanya kembali.


Setelah mengatakan hal itu, mereka semua terdiam. Namun Kevin sebagai orang yang paling berumur di ruangan itu lalu membuka suaranya.


"Kalian keluar dulu, aku ingin bicara dengan putriku. Kalian juga bicarakan hal ini dengan putra kalian, kalau dia tidak setuju maka aku tidak akan menikahkan putriku dengannya. Dan kami akan melanjutkan tuntutan!" seru Kevin membuat Stella kembali memegang erat lengan suaminya.


"Kami mengerti, kami permisi. Nak Vina, sekali lagi kami mohon maaf atas apa yang telah terjadi!" ucap Damar yang menunjukan rasa simpati pada Vina.


Vina hanya mengangguk perlahan.

__ADS_1


"I... ya om!" jawab Vina masih terbata-bata.


Stella dan Damar langsung keluar dari ruang rawat Vina. Setelah pintu kembali tertutup, Lisa langsung menatap lekat pada putrinya yang tersenyum penuh arti padanya.


"Apa yang kamu lakukan nak?" tanya Lisa yang kembali merah matanya karena sedih dan air mata yang kembali mengalir.


"Ibu, ayah.... apa kalian percaya kalau aku katakan.. sebenarnya ini bukan kesalahan Adam sepenuhnya?" tanya Vina pada kedua orang tuanya.


Kevin yang terkejut mendengar pertanyaan sang putri langsung mendekati Vina dan merangkul putrinya itu.


"Nak, apa yang kamu katakan? jangan semakin melantur!" seru Kevin yang mengira kalau Vina sedang melantur.


Vina langsung menggelengkan kepalanya perlahan.


"Vina, sayang!" seru sebuah suara membuat Vina menghentikan kalimat yang ingin dia sampaikan pada kedua orang tuanya.


Vina baru saja ingin menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya sampai dia mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi hingga peristiwa nahas itu terjadi. Namun dia terkejut karena tiba-tiba dengan wajah penuh air mata Jodi mendekatinya dan memeluknya.


"Aku cemas sekali pada keadaan mu sayang, awalnya aku ingin pulang, tapi hatiku melarangnya. Aku tahu pasti Tuhan ingin aku melihat ini, kamu sudah sadar. Seandainya kamu tahu betapa sepanjang malam aku berdoa agar kamu cepat sadar, agar semua rasa sakit mu aku yang merasakan, aku juga sudah tahu kondisi mu Vina sayang, tidak apa-apa kalau kita tidak punya anak kandung sendiri, kita masih bisa mengadopsi anak bukan? yang penting kamu sehat dan selalu bersama dengan ku, itu sudah cukup bagiku sayang...!" lirih Jodi membuat Vina mengalirkan air matanya.


Kata-kata yang begitu manis dan membuat hati wanita manapun pasti tersentuh kalau kekasihnya mengatakan kalimat seperti yang Jodi ucapkan tadi. Kalau saja Vina tidak melihat sendiri pengkhianatan dari Jodi dan Caren, mungkin Vina akan sangat tersentuh hatinya. Tapi kali ini dia menangis karena dia melihat sang ayah yang mengusap punggung Jodi perlahan, seperti sedang memberinya semangat dan tersentuh pada sikap dan apa yang dikatakan Jodi.


'Ayah, ibu kalian rusak tahu apa yang sudah pria jahat ini lakukan? dia dan sahabat baik ku sendiri telah mengkhianati aku!' batin Vina sambil menangis lagi.


"Nak Jodi, kenapa tidak pulang dan istirahat saja?" tanya Lisa yang juga merasa terharu dengan apa yang di lakukan Jodi.

__ADS_1


Menurut Lisa sebagai ibu dari Vina, apa yang di lakukan oleh Jodi sudah lebih dari cukup membuatnya sangat respek pada pria parlente itu. Saat mereka orang tua dari Vina tidak ada di samping Vina, Kekasihnya itu mengurus segalanya, menjaga Vina semalaman dan juga sudah mengajukan tuntutan kepada orang yang telah mencelakai Vina. Menurutnya itu sudah lebih dari yang seharusnya seorang kekasih lakukan. Saat ke bagian administrasi, Lisa juga sudah mendapati kalau semua biaya juga sudah di selesaikan. Lisa mengira kalau Jodi yang melakukan semua itu. Padahal sebenarnya semua itu diselesaikan oleh Samuel.


Vina tidak bisa melepaskan dirinya dari pelukan Jodi karena dia memang belum punya cukup tenaga untuk melakukan itu.


"Jodi... aku ingin... bicara padamu!" kata Vina namun Lisa langsung menghentikan Vina.


"Vina sayang, nanti saja ya. Sekarang kamu harus istirahat. Kamu baru saja sadar, kamu tidak boleh banyak bicara!" seru Lisa.


Di detik yang sama ponsel Jodi juga berdering, membuatnya meminta ijin keluar untuk mengangkat telepon pada Lisa dan Kevin. Setelah Jodi keluar Lisa kembali melihat ke arah Vina.


"Kamu lihat kan sayang, betapa Jodi sangat mencintai kamu. Bagaimana bisa kamu memutuskan menikah dengan pria lain. Jodi bahkan mau menerima kamu apa adanya, kamu dengarkan tadi kalau tidak masalah kalian tidak memiliki anak kandung...!"


Vina semakin sedih karena melihat sang ibu yang begitu membela Jodi, Vina tahu kalau semua sikap Jodi selama ini pasti akan membuat semua orang mengira Vina lah wanita satu-satunya yang dia puja. Vina juga merasa begitu dulu. Tapi pada kenyataannya semua itu tidak lebih hanya sekedar sandiwara saja.


"Vina sayang, sebenarnya apa alasan mu melakukan semua ini?" tanya Kevin yang merasa kalau ada yang Vina sembunyikan darinya.


Tapi Vina tidak bisa mengatakan yang sebenarnya sekarang, dia tidak punya bukti. Apapun yang dia katakan pasti hanya dianggap melantur saja. Karena sikap Jodi yang begitu luar biasa baik dimata kedua orang tuanya.


"Ayah, ibu... aku lelah! aku ingin tidur. Tolong jangan biarkan siapapun masuk, siapapun!" seru Vina lalu memejamkan matanya.


Kedua orang tua Vina masih merasa sangat bingung pada sikap Vina. Namun, mereka tetap menuruti perkataan Vina dan keluar dari ruangan rawat itu.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2