Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
157


__ADS_3

Author POV


Sementara itu Caren benar-benar berada di dalam pesawat siang ini untuk segera terbang kembali ke ibukota. Meski nampak kesal, setidaknya dia masih mempunyai tempat untuk tinggal setelah Kenzo dan keluarganya sendiri mengusirnya.


Caren sudah tidak bersedia lagi menjadi boneka Kenzo. Memang semua adalah kesalahan nya, tapi sikap Kenzo padanya benar-benar membuatnya seperti sebuah boneka yang hanya bisa mengikuti apapun yang Kenzo perintahkan dan inginkan.


Caren memberontak, dan hasilnya adalah dia di usir oleh Kenzo. Dan keluarganya juga sudah tahu perilaku nya selama ini. Keluarga nya juga mengatakan lebih baik untuk tidak punya anak dan saudari seperti dirinya.


Meski sesak di dadanya Caren berusaha untuk tidak menangis. Dia berpikir, dia masih muda, dia cantik dan dia juga sangat pintar. Dia yakin bisa memulai segalanya dari awal lagi, daripada makan hati bertahan dengan Kenzo.


Sementara itu setelah mendapat kan perintah dari Samuel, pak Ranu juga ketiga asisten rumah tangga di rumah Samuel pun segera membereskan semua barang-barang. Di bantu oleh petugas dari biro jasa pindah rumah, mereka harus menyelesaikan semua pekerjaan sebelum Caren datang. Dan mereka hanya punya waktu empat sampai lima jam saja.


Namun karena tenaga profesional yang membantu proses pindahan tersebut. Baru dua jam dan semua barang-barang berhasil masuk sudah lebih dari setengahnya di kontainer yang akan membawa barang-barang tersebut menuju kediaman Virendra. Kontainer yang sudah penuh langsung berangkat menuju kediaman Virendra.


Di kontainer pertama adalah semua barang-barang yang ada di ruang kerja dan kamar pribadi Samuel. Pak Ranu sendiri lah yang mengawal kontainer pertama itu.


Dalam satu jam, pak Ranu telah tiba di kediaman Virendra. Satpam menghadang kontainer yang membawa pak Ranu dan barang-barang milik Samuel.


Pak Ranu langsung turun dan menyapa satpam kediaman Virendra.


"Pak satpam, ini pak Ranu!" ucap pak Ranu langsung menghampiri satpam yang bernama Bidin.


"Eh pak Ranu, apa ini pak Ranu?" tanya Bidin.


"Barang-barang tuan muda Samuel pak Bidin, dia akan pindah kemari. Boleh saya masuk, saya harus membereskannya segera sebelum tuan Samuel kembali dari Bali!" seru pak Ranu.


Setelah anak buahnya memeriksa sekeliling kontainer dengan alat pendeteksi keamanan. Anak buah Bidin melapor.


"Lapor pak, aman!" ucap anak buah Bidin.

__ADS_1


Bidin lalu mengangguk beberapa kali.


"Silahkan masuk pak Ranu, ada berapa kontainer lagi?" tanya Bidin memastikan berapa kontainer yang akan masuk.


"Semuanya ada lima, jika masih kurang maka kontainer ini akan kembali ke rumah lama." jawab pak Ranu sambil naik lagi ke dalam kontainer untuk menunjukkan jalan menuju ke pintu samping kediaman Virendra.


Pak Ranu mengarah kan kontainer ke pintu samping, karena kamar Samuel jaraknya tidak jauh dari pintu samping itu. Rumah besar dengan lantai dua ini di bangun oleh kakek Virendra. Dan di tinggali oleh Damar dan juga Stella, karena Damar anak tunggal, hanya dirinya lah, istrinya dan kedua putranya yang tunggal di rumah besar ini bersama dengan kakek Virendra.


Saat pak Ranu turun dari kontainer yang membawa barang-barang Samuel. Kebetulan sekali Adam sedang berada di rumah, dia berjalan menuju pintu samping dan melihat sebuah kontainer berhenti karena itu dia menghampiri nya.


"Selamat sore tuan muda Adam!" sapa pak Ranu ketika melihat Adam yang berjalan keluar dari pintu samping kediaman Virendra.


Adam tak langsung menjawab sapaan dari pak Ranu. Dia malah memperhatikan kontainer yang sedang di buka oleh petugas dari biro jasa pindahan.


"Dari mana mereka?" tanya Adam yang bukannya menjawab sapaan dari pak Ranu terlebih dahulu tapi langsung bertanya apa yang ada di pikiran nya.


"Dari biro jasa pindahan tuan, mereka dari perusahaan dimana tuan Samuel biasa memakai jasa mereka untuk membantu memindahkan barang-barang di proyek tuan muda Adam!" jawab pak Ranu sangat sopan.


"Sudah ada yang membersihkan kamar Sam?" tanya Adam.


Pak Ranu tersenyum.


'Ternyata tuan muda Adam juga sangat perduli pada tuan muda Samuel' batin pak Ranu.


"Tadi sebelum kemari saya sudah menghubungi bibi Merry dan meminta bantuannya untuk membersihkan kamar pribadi tuan Samuel dan juga ruang kerjanya!" jawab pak Ranu dengan sangat sopan.


Pak Ranu bahkan tidak mengangkat kepalanya meski dia lebih tua daripada Adam. Karena pak Ranu tidak cukup dekat dengan Adam, tidak seperti pada Samuel.


Adam menganggukkan kepalanya paham.

__ADS_1


"Baiklah, teruskan. Jika butuh bantuan minta saja pada bibi Merry dan juga pelayan yang lain!" ucap Adam lalu kembali masuk ke dalam rumah.


"Baik tuan muda, terimakasih!" jawab pak Ranu meskipun Adam sudah berjalan meninggalkan nya.


Pak Ranu tersenyum, dia senang karena Adam terlihat sangat perduli pada Samuel. Orang-orang yang berada di rumah ini sejak lama, pasti tahu kalau hubungan antara kedua saudara itu memang sejak dulu sangat renggang.


Setelah Adam masuk ke dalam rumah kini giliran bibi Merry yang keluar dari dalam dan menghampiri pak Ranu.


"Pak Ranu, kamar dan ruang kerja tuan Samuel sudah bersih. Sudah bisa di masukkan barang-barang nya!" kata bibi Merry pada pak Ranu.


Pak Ranu mengangguk paham dan segera mengarahkan para petugas dari biro jasa dan juga beberapa pelayan pria dan juga wanita di kediaman Virendra untuk mengangkat barang-barang yang sudah di keluarkan dari dalam kontainer menuju ke dalam kamar Samuel dan ruang kerjanya.


Ruang kerja Samuel juga berada di samping kamarnya, jadi memudahkan semua pekerjaan para pelayan dan pak Ranu juga bibi Merry untuk memilah mana barang yang akan diletakkan di kamar dan mana barang yang akan di letakkan di ruang kerja.


Hampir setengah jam berlalu, dan kontainer kedua juga sudah datang. Tapi karena semua yang ada di kontainer kedua adalah perlengkapan dapur. Kontainer itu langsung di arahkan oleh pak Ranu menuju gudang belakang.


"Apa tidak sayang ya, barang-barang hanya di simpan di dalam gudang!" ucap Asri salah satu asisten rumah tangga di kediaman Virendra.


"Namanya juga orang kaya mbak. Ini box isinya apa ya. Banyak banget?" tanya Lilis asisten rumah tangga yang lain.


"Katanya sih isi kontainer ini cuma yang ada di kamar dan ruang kerja tuan dan nyonya muda saja!" jawab Asri.


"Astaga, isi kamar saja sudah seperti isi seluruh rumah ku ini!" ucap Lilis takjub.


"Namanya juga orang kaya, kamar tuan muda Samuel saja segede rumah ku di tambah teras tetangga ku!" ucap Asri sambil tertawa cekikikan.


"Ayo cepat, kenapa malah bercanda!" tegur bibi Merry.


Dan kedua asisten rumah tangga itu segera membawa box yang mereka bawa masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2