
Author POV
Flashback on
Sebelum keberangkatan Kenzo dan Caren ke Bali. Di mansion milik Kenzo, dimana tempat Caren juga sekarang sudah tinggal bersamanya di sana.
Sore hari setelah Kenzo pulang dari klinik tempat Naira di obati akibat kecelakaan yang dia alami, Kenzo masuk ke dalam rumah.
Dan saat dia masuk, ternyata Caren sudah menunggunya dengan tidak sabar di ruang tamu.
"Akhirnya kamu pulang juga, darimana saja kamu. Aku menunggu mu untuk makan siang tadi!" seru Caren seolah mengajukan protes pada Kenzo.
Tapi bukannya menanggapi keluhan Caren, Kenzo malah melenggang melewati nya begitu saja. Itu membuat Caren sangat marah dan juga kesal. Caren menarik tangan Kenzo yang berjalan melewati nya.
"Kenzo, kamu dengar tidak aku sedang bicara?" tanya Caren dengan nada yang mulai meninggi.
Kenzo hanya menepis tangan Caren lalu duduk di salah satu sofa yang berada di dekatnya.
"Sebenarnya apa yang kamu keluhkan? kamu menunggu ku kan? tapi aku yakin kamu pun sudah makan. Kamu tidak akan berpuasa demi menunggu ku! aku yakin itu!" seru Kenzo.
Dan benar saja, ternyata setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Kenzo. Caren terdiam, itu jelas membuktikan bahwa apa yang dikatakan oleh Kenzo memang benar.
Kenzo lalu diam dan memperhatikan Caren dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.
"Aku jadi heran, kenapa aku dulu begitu tertarik padamu?" tanya nya kemudian.
Dan pertanyaan yang di ungkapkan oleh Kenzo itu membuat mata Caren melebar, dia merasa tersinggung mendengar apa yang di utarakan oleh pria yang sedang duduk di depannya itu, yang sekarang berstatus sebagai tunangannya.
Caren duduk di sebelah Kenzo dan memegang lengan Kenzo dengan kedua tangan lembutnya.
"Maksud kamu apa?" tanya Caren dengan tatapan sendu.
"Ck... aku baru saja bertemu dengan Samuel..!"
Belum selesai dengan kalimatnya, Caren melepaskan tangannya dari Kenzo ketika mendengar nama Samuel. Dan hal itu di rasakan oleh Kenzo, dia lalu menoleh ke arah Caren yang terlihat menundukkan kepalanya dan memancarkan raut wajah yang sedih.
"Oh, aku lupa. Kamu bahkan belum melupakan nya bukan?" tanya Kenzo menyindir sikap Caren itu.
Caren dengan cepat menggelengkan kepalanya dan melihat ke arah Kenzo lalu memeluk lengannya dengan erat.
"Tidak sayang, bukan seperti itu. Aku dan Samuel, hubungan kami juga sudah berakhir. Aku tidak punya perasaan apa-apa lagi padanya, hanya kamu...!"
Tapi ketika Caren berusaha meyakinkan Kenzo, dengan kasar Kenzo menghentakkan lengannya hingga pelukan tangan Caren di lengannya terlepas. Caren menatap heran pada Kenzo.
"Pembual, bahkan dalam tidur mu pun yang kamu igaukan itu nama Samuel. Ck... masih bilang sudah melupakan nya!" keluh Kenzo.
Sebenarnya selama ini Kenzo berusaha untuk menerima keadaan dan mencoba untuk menerima Caren. Tapi suatu malam ketika mereka selesai olahraga malam, ternyata Caren menyebutkan nama Samuel dalam mimpinya. Dan itu membuat Kenzo menjadi kesal dan tak lagi memperdulikan Caren.
Kini Kenzo hanya berusaha untuk mencari apa kesalahan Caren hingga dia bisa mengakhiri hubungan nya dengan perempuan itu, karena keluarga nya sudah menegaskan padanya agar tidak mengakhiri hubungan tanpa alasan yang jelas yang bisa di terima oleh publik. Keluarga Hasigawa terkenal dengan kejujuran dan kebaikan mereka, serta kesetiaan mereka terhadap pasangan. Karena itu Kenzo masih coba untuk bertahan karena dirinya dan Caren sudah bertunangan.
Caren yang mendengar semua keluhan dari Kenzo itu hanya menunduk dan terdiam, matanya bahkan sudah berkaca-kaca. Tak bisa di pungkiri kalau dia memang masih sangat mencintai Samuel. Dia benar-benar menyesali apa yang sudah dia lakukan.
Dia tergiur dengan perhatian dan sikap lembut Kenzo, semua keromantisan Kenzo yang tidak pernah dia dapat dari Samuel. Caren terbiasa hidup di dunia modern yang mana dia ingin menunjukkan keromantisan di depan umum dengan pasangan. Tapi Samuel bahkan tidak mau dia menggandeng nya kalau di depan umum. Dan ketika semua keromantisan.dan kehangatan itu di tawarkan oleh Kenzo, dia membohongi bahkan mengkhianati Samuel yang selama bertahun-tahun menjaga hati, cinta bahkan tubuhnya. Tapi penyesalan seperti nya sudah tidak berguna.
"Kenapa diam? merasa apa yang aku katakan itu benar?" tanya Kenzo makin menyudutkan Caren.
__ADS_1
Caren masih diam, bahkan buliran bening sudah jatuh ke punggung tangan yang berada di pangkuannya.
"Dasar wanita, kalau sudah tidak bisa membela diri yang kamu lakukan pasti hanya menangis. Ck... sudahlah. Tapi aku punya tawaran yang bagus untuk mu!" seru Kenzo.
Caren langsung menyeka air matanya dan menoleh secepatnya ke arah Kenzo.
"Aku sudah bertemu dengan istri Samuel..!"
"Istri?" tanya Caren menyela apa yang akan di katakan oleh Kenzo.
Kenzo mengangguk.
"Iya, namanya Naira. Dia sangat cantik dan juga sangat lembut, yang lebih baik lagi darimu dia bisa memasak, dan masakannya sangat enak. Dia juga...!"
Caren yang mendengar semua pujian yang di katakan oleh Kenzo pada Naira tak terima, dia langsung berdiri dan menyela apa yang Kenzo katakan.
"Apa maksud dari semua perkataan mu ini? kenapa kamu terus memuji wanita itu?" tanya Caren dengan mata dan wajah yang sudah memerah.
Tapi Kenzo langsung menarik tangan Caren dan membuatnya duduk kembali.
"Itu kenyataan, Naira memang seperti itu. Dan apa kamu tahu apa jawaban Samuel ketika aku bertanya apakah perempuan itu bisa membuat Samuel mengerang?" tanya Kenzo.
Caren sangat kesal mendengar kata yang terucap dari mulut Kenzo itu. Caren bahkan sudah mengerekatkan giginya karena kesal.
"Mantan kekasih mu itu malah sengaja membuat satu kamar di kantornya, karena dia tidak bisa jauh dari istrinya itu!" kata Kenzo.
Dan Caren langsung memalingkan wajahnya dari Kenzo.
"Ck... aku bahkan tidak akan melakukan itu setelah kita menikah!" ucap Kenzo lagi dengan santainya.
Dia sudah tidak tahan lagi dengan semua yang di katakan oleh Kenzo. Tapi ketika dia bersuara keras di depan Kenzo, tiba-tiba pria berwajah oriental itu mencengkeram dagu Caren dengan kasar.
"Jangan pernah membentak ku Caren, kamu tidak pantas untuk melakukan itu!" gertak Kenzo.
Kenzo lalu melepaskan dagu Caren.
"Naira itu bahkan tidak pernah membantah Samuel, dia bisa bicara keras pada orang lain. Tapi dia tidak akan bicara keras pada Samuel!"
"Naira... Naira... Naira! kenapa kamu selalu menyebut nama wanita itu? kenapa Kenzo?" tanya Caren yang sudah benar-benar jengah.
"Pertanyaan bagus, kamu memang tidak hanya cantik Caren, kamu juga pintar. Tapi aku benar-benar sudah tidak tertarik padamu lagi! Jadi...!"
Pandangan mata Caren benar-benar menunjukkan kalau dia merasa sangat terhina dengan apa yang di katakan oleh Kenzo.
"Jadi apa?" tanya Caren.
"Aku rasa aku akan mengembalikan mu pada Samuel!" ujar Kenzo membuat mata Caren terbelalak karena terkejut.
"Apa?" pekik Caren lagi.
Kenzo menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya, karena dia sangat tidak suka ada wanita yang bicara keras padanya.
"Ck... jangan berteriak Caren, aku memang senang mendengar mu berteriak di atas tempat tidur. Tapi tidak di tempat lain!" ucap Kenzo lagi membuat amarah dalam hati Caren makin mengepul.
"Kenzo, aku tahu aku salah. Tapi kita sudah bertunangan. Dan kedua orang tua mu dan keluarga mu, juga keluarga ku sudah saling menyetujui hubungan kita. Bahkan ada perjanjian pernikahan yang di buat... !"
__ADS_1
"Ssstt!" Kenzo meletakkan jari telunjuk nya di depan bibir Caren menghentikan semua perkataan Caren yang matanya sudah berkaca-kaca.
Caren tidak ingin hubungan nya dengan Kenzo berakhir, karena bukan hanya berimbas padanya tapi juga akan berimbas pada keluarganya.
"Kenzo, aku akan memperbaiki semuanya. Kamu suka wanita yang bisa memasak? aku akan belajar memasak mulai sekarang, aku juga janji untuk tidak akan bicara dengan nada tinggi padamu lagi kecuali di atas tempat tidur..!"
Caren berusaha membujuk Kenzo. Tapi sayangnya Kenzo sudah mulai jengah.
"Tidak Caren, aku sudah tidak tertarik padamu. Aku justru sangat tertarik pada Naira!" tegas Kenzo.
Caren terkesiap, bahkan dia sampai mundur kebelakang karena terkejutnya.
"Kamu bilang apa?" Caren sudah kembali berkaca-kaca.
"Iya, aku menyukai Naira. Dan aku ingin kita bekerja sama. Kita bisa pisahkan Samuel dan Naira. Kamu bisa kembali pada mantan kekasih mu itu dan aku mendapatkan Naira!" seru Kenzo.
Caren sudah tidak dapat berkata-kata lagi. Kenzo begitu terobsesi pada Naira, wanita yang bahkan statusnya adalah istri Samuel. Itu artinya bukankah dia itu adalah wanita yang sudah di sentuh oleh Samuel. Sementara dirinya yang pertama bagi Kenzo, malah akan di hempaskan begitu saja.
Dalam hati Caren benar-benar sudah muncul kebencian yang begitu mendalam pada wanita bernama Naira itu.
'Naira!' geram Caren dalam hati.
Flashback off
Dan setelah apa yang di katakan eh Kenzo itu, mereka mulai merencanakan apa yang menjadi tujuan mereka.
Dan saat ini ketika mereka berada satu meja dengan Naira dan Samuel. Mereka terus berusaha membuat kesalahpahaman-kesalahpahaman kecil pada Naira mengenai Samuel dan Caren.
"Hei, kenapa dari tadi kamu melihat ke arah istriku?" tanya Samuel kesal pada Kenzo.
Kenzo hanya menanggapi nya dengan kekehan ringan.
"Kamu benar Sam, bagaimana mungkin seseorang bisa berpaling dari wanita sesempurna Naira!" ujar Kenzo.
Caren yang mendengar itu semakin melirik tajam pada Naira. Sedangkan Naira malah terlihat kesal.
"Mas, aku sudah kenyang!" ucap Naira yang benar-benar tidak nyaman dengan keberadaan Kenzo dan Caren.
Samuel segera berdiri dan menghampiri istrinya. Lalu menarik kursi Naira. Naira berdiri lalu Samuel menggenggam tangan Naira.
"Karena nyonya Samuel sudah kenyang, maka kami permisi dulu. Nikmati makan malam kalian!" seru Samuel lalu langsung pergi bersama Naira meninggalkan Kenzo dan Caren yang masih terlihat kesal.
Setelah Samuel dan Naira menjauh. Kenzo membanting sendok yang dia gunakan ke atas meja.
"Ck... !" Kenzo berdecak kesal.
"Jadi bagaimana, apa kita masih harus menjalankan rencana untuk memisahkan mereka? wanita itu tidak merespon mu sama sekali. Kenapa kita tidak kembali saja dan membenahi hubungan kita?" tanya Caren yang sebenarnya tidak ingin melakukan itu.
"Jangan bercanda Caren, aku bahkan semakin tertarik padanya!" ucap Kenzo lalu meninggalkan Caren yang mulai mengepalkan tangannya karena kesal.
Author POV end
***
Bersambung...
__ADS_1