
Adam sedang dalam perjalanan menuju restoran Sea Blue seperti yang di katakan oleh Vina. Dia bahkan meminta anak buahnya untuk menyamar menjadi awak media, semua anak buahnya yang lokasinya lebih dekat darinya dia perintahkan untuk mengawasi situasi dan segera pergi ke restoran tersebut. Adam melaju dengan kecepatan tinggi menggunakan sebuah sepeda motor yang kecepatannya sangat tinggi milik anak buahnya Adam menerobos jalan raya dengan cepat. Dia tidak mau kalau sampai dirinya terlambat menghentikan perbuatan jahat Jodi pada Vina.
Sementara itu di salah satu ruangan VIP, Vina masih berusaha untuk menolak ciuman dari Jodi. Dengan segenap tenaganya yang masih tersisa dia terus menepis tangan Jodi yang terus berusaha menyingkap pakaian yang di pakai Vina.
"Kamu pria breng*sek Jodi. Lepaskan aku!" pekik Vina yang tangan dan kakinya juga tidak diam dan terus berusaha menjauhkan pria yang nafasnya sudah terasa sangat panas di wajah Vina.
Tentu saja, Jodi bahkan sudah menunggu saat ini sejak lama. Dia tahun dia menjalin cinta dengan Vina tanpa boleh menyentuhnya sangat menyiksanya. Dia memang sungguh mencintai Vina, tapi dia juga ingin bisa menyentuhnya. Sedangkan Vina dan keluarganya selalu saja menghindar jika Jodi membicarakan tentang pernikahan, alasannya adalah Vina belum mau menikah. Tapi kenyataannya, setelah kecelakaan itu dia justru menikah dengan Adam. Hal itulah yang membuat Jodi semakin kesal dan melakukan semua ini saat Vina sudah mau bicara lagi padanya.
"Semua pria itu breng*sek sayang, bukankah Adam juga telah melakukannya padamu. Apa bedanya dia denganku, melihat tubuh mu siapa yang bisa menahannya?" tanya Jodi dengan seringainya seperti serigala yang lapar melihat mangsa di depan mata yang sudah tak berdaya.
Vina diam, dia tidak mungkin mengatakan kalau Adam malah sama sekali belum pernah menyentuhnya. Kalau dia mengatakan hal itu, maka Jodi pasti akan semakin bersemangat karena ini adalah hal pertama bagi Vina.
"Lepaskan aku, Ayah ku dan Adam tidak akan melepaskan mu kalau kamu...!"
"Apa yang bisa mereka lakukan? memangnya apa yang akan mereka lakukan. Setelah kamu menjadi milikku maka Adam akan menceraikan mu, dan ayahmu tidak punya alasan untuk menerimaku!" ujar Jodi penuh keyakinan.
Air mata Vina mengalir semakin deras, dia sudah tidak sanggup melawan lagi. Tenaganya sudah habis saat ini.
'Jika dia sampai Jodi melakukan ini padaku maka lebih baik aku mengakhiri hidupnya!' lirihnya kemudian memejamkan matanya yang sudah sangat terasa berat.
Vina sudah lemah, Jodi juga merasakan perlawanan Vina sudah berakhir. Dengan sigap dia menekan Vina, kemudian melepaskan tali pinggangnya, tubuh bagian atas Jodi juga sudah polos. Setelah melepaskan tali pinggangnya, Jodi beralih pada blouse hijau muda yang di pakai Vina. Karena blazer yang Vina pakai pun sudah berhasil di tarik lepas oleh Jodi dari tubuh Vina. Blouse itu pun lolos dari tubuh Vina, menyisakan satu helai kain berwarna hitam berenda yang menutupi bagian dada Vina yang memang lumayan menyembul.
Mata Jodi sudah sangat di penuhi kabut. Dia bahkan sudah mencium salah satu dari kedua benda yang menyembul itu.
Brakk
Jodi tersentak kaget, dia langsung melihat ke arah pintu. Anak buahnya yang dia suruh menjaga pintu sudah jatuh terkena pukulan Adam.
Mata Jodi melebar melihat Adam yang terlihat sangat marah.
__ADS_1
"Breng*sek!" pekik Adam lalu berlari menghampiri Jodi dan langsung menariknya dari atas Vina.
Vina yang mendengar suara Adam, kembali membuka matanya. Dengan air mata yang tetap mengalir dia tersenyum tipis.
'Aku tahu kamu pasti datang Adam, aku tahu kamu pasti datang!' lirihnya dalam hati.
Meski masih sadar tapi Vina benar-benar tak berdaya, sekarang malah rasa panas dan juga gatal mulai terasa di seluruh tubuhnya.
Bugh bugh bugh
Adam terus menghajar Jodi, bahkan sudut bibir Jodi sudah robek dan mengeluarkan darah.
"Bos, banyak wartawan datang!" teriak salah seorang anak buah Jodi yang juga wajahnya sudah babak belur.
Mendengar itu Jodi, langsung mendorong Adam dengan sangat kuat hingga Adam jatuh ke lantai.
Adam terjatuh, Jodi tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Tanpa perduli kalau dia hanya memakai celananya saja dia berlari keluar bersama dengan anak buahnya.
Adam langsung menghampiri Vina dan langsung melepaskan jas nya untuk menutupi tubuh Vina yang jujur saja membuat Adam meneguk salivanya dengan cepat.
"Adam...!" suara Vina terdengar seperti sebuah desa*han membuat Adam wajahnya menjadi merah.
"Aku akan membawamu keluar dari sini, awak media itu anak buah ku!" jelas Adam.
Tapi saat Adam ingin menggendong Vina, Vina malah menarik kerah kemeja Adam dan menciumnya.
Satu detik... dua detik... tiga detik...
Adam melepaskan bibirnya dari bibir Vina, matanya juga sudah berkabut. Dengan nafas menderu Adam berkata pada Vina.
__ADS_1
"Apa kamu tidak akan menyesalinya?" tanya Adam.
Vina menggelengkan kepalanya perlahan. Tak membuang kesempatan, Adam langsung menutup kembali pintu ruangan itu dan menguncinya. Dia kembali mendekati Vina lalu Adam membuka jas yang dia pakaikan pada Vina tadi.
Dan hal itu pun terjadi, penyatuan dua hati dan dua tubuh antara Vina dan juga Adam. Suara desa*han terdengar sampai keluar pintu yang dijaga oleh anak buah Adam. Membuat mereka harus memakai handset dan menyalakan musik agar tidak terpengaruh.
Adam tersenyum puas saat mengetahui dirinya adalah pria pertama bagi Vina.
Setengah jam kemudian, kelelahan dan pengaruh obat membuat Vina tertidur lelap. Adam kembali mengecup kening wanita itu, dia memandangi wajah Vina, hatinya merasakan perasaan yang begitu membuatnya bahagia. Adam belum pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Senyuman pun lagi-lagi terkembang di bibirnya.
Adam yang masih polos tanpa sehelai benangpun di tubuhnya berdiri dan meraih pakaiannya lalu memakainya. Adam melihat pakaian Vina yang sudah rusak akibat perbuatan Jodi. Adam meraih blouse Vina yang sudah sobek lalu menggenggamnya dengan erat.
"Jodi, aku tidak akan melepaskan mu!" geramnya.
Adam lalu meminta anak buahnya membelikan pakaian baru untuk Vina. Adam masih terus menunggu Vina bangun dan setia duduk di sebelahnya. Sambil terus memantau anak buahnya yang mengikuti Jodi.
"Bagus, sepertinya dia sudah tidak sabar untuk hancur!" ucap Adam setelah membaca semua laporan anak buahnya.
Anak buah Adam melaporkan kalau Jodi malah meminta semua pemegang saham untuk memajukan rapatnya jadi besok. Mungkin Jodi merasa kalau dia sudah mendapatkan setengah lebih dukungan dari para pemegang saham. Meskipun itu benar tapi dari bukti-bukti yang di didapat oleh Adam, maka semua pemegang saham itu akan berpikir dua kali untuk mendukungnya.
Adam tersenyum puas, entah kenapa dia merasa sekarang kebahagiaan Vina adalah kebahagiaan untuknya juga dan kesedihan Vina juga adalah kesedihannya.
Adam memandang wajah istrinya yang masih tertidur itu, tangannya terangkat dan menyentuh lembut pipi Vina.
"Kamu akan segera menebus kesalahanmu pada ayahmu, perusahaan ayahmu akan sepenuhnya kembali pada ayahmu, aku janjikan itu padamu istriku!" ucap Adam sambil tersenyum.
***
Bersambung...
__ADS_1