Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
179


__ADS_3

Author POV


Flashback on


Pada pagi hari dimana Naira dan Stella mengetahui kalau Naira ternyata benar-benar hamil. Stella memutuskan untuk mengajak ayah mertuanya kakek Virendra untuk melakukan check up rutin. Dan sambil menunggu check up sang ayah mertua. Stella segera memotret laporan medis Naira yang menunjukkan kalau Naira tengah hamil.


Dan Stella memposting dalam grup pribadi nya dengan caption 'Akan segera hadir di tengah-tengah keluarga ku, calon cucu pertama ku' Seperti itulah caption yang di sematkan oleh Stella di postingan pada grup pribadinya.


Dan di tempat lain seorang gadis yang tengah sibuk membereskan beberapa kain-kain sutra yang baru datang pun mendengar notifikasi pesan dari ponselnya. Karena saat dia menoleh dia menyadari kalau bunyi notifikasi itu berasal dari ponsel pribadi yang hanya beberapa orang saja yang mengetahui nomer pribadi nya itu. Gadis itu langsung meninggalkan pekerjaan nya dan segera beralih pada ponselnya yang terletak di atas meja.


Gadis itu adalah Puspa, dengan setelan blouse dengan lengan sampai siku dan juga celana panjang slim fit berwarna senada yakni Saleem, Puspa tampak begitu cantik dan anggun dengan rambut yang di kepang dari ujung kepala sampai ke ujung rambutnya yang panjangnya hampir mencapai pinggangnya.


Puspa melihat pesan itu dan dia terlihat sangat takjub dengan apa yang dia baca.


"Naira hamil, wah aku akan segera ke sana!" gumam Puspa lalu bergegas meninggalkan ruang kantor dan menuju ke butiknya untuk memilih kado apa yang akan dia berikan pada sahabat nya itu.


Namun ketika Puspa sampai di ruang khusus untuk tamu VIP dan yang menyediakan barang-barang VIP dengan bahan terbaik dan limited edition, dia menghentikan langkahnya karena seseorang yang sebenarnya sangat membuatnya senang saat melihatnya tiba-tiba ada di depannya.


"Riksa!" ucap Puspa pelan.


Pria yang sedang melihat-lihat beberapa koleksi pakaian ibu hamil itu langsung menoleh ke arah sumber suara yang tentu saja berasal dari Puspa.


"Hai, selamat pagi. Apa kamu sudah mendengar kabar tentang Naira?" tanya Riksa pada Puspa.


Gadis yang sedang di beri pertanyaan oleh Riksa itu malah tersenyum dan mendekati Riksa. Hingga membuat Riksa sedikit merasa heran.


Tapi ternyata dugaan Riksa salah, Puspa tidak mendekati Riksa, melainkan merapikan pakaian yang ada di atas rak pakaian yang hampir saja terjatuh dan mengenai Riksa.


"Aku sudah mendengar nya, aku sangat senang melihat pesan dari Tante Stella. Tadinya aku berpikir mungkin akan butuh waktu untuk Naira bisa menaklukkan tuan berwajah dingin itu, tapi ternyata hanya dalam waktu kurang dari dua bulan kita sudah bisa mendengar kabar baik!" ucap Puspa panjang lebar sambil kedua tangan nya kembali menyusun beberapa pakaian yang menurut pandangan matanya kurang rapi.


Dan Riksa juga menampakan ekspresi terkejut di wajahnya.


"Kamu benar, tapi aku bersyukur bos benar-benar menjatuhkan hatinya pada wanita yang tepat. Naira itu gadis yang polos dan baik. Bos beruntung mendapatkan nya sebagai istri, karena selamanya Naira hanya akan mencintai bos saja!" ucap Riksa

__ADS_1


Puspa berbalik dan mensejajarkan posisi nya dengan Riksa.


"Sepertinya kamu memang sangat mengenal Naira dengan baik?" tanya Puspa.


Riksa pun mengangguk kan kepalanya.


"Tidak lama, tapi itu sudah cukup untuk mengenal siapa dirinya dan seperti apa dia, aku juga sudah merasa dekat dengan keluarga nya, karena keluarganya juga sangat baik dan hangat. Dari mereka aku tahu kalau mereka adalah orang-orang yang sederhana dan jujur" jelas Riksa.


"Apa menurutmu Samuel benar-benar sudah jatuh hati pada Naira?" tanya Puspa dengan sedikit melirik ke arah Riksa


"Kurasa iya, dan aku sungguh bersyukur bos sudah menemukan cinta sejatinya!" ucap Riksa sembari mengulas senyum di wajahnya.


Puspa tidak langsung menanggapi apa yang baru saja Riksa katakan. Wanita itu marah terdiam dan terlihat menundukkan kepalanya sambil sesekali memandang ke arah Riksa. Sepertinya ingin bicara tapi tampak ragu.


"Lalu bagaimana dengan mu?" tanya Puspa yang mulai memancing reaksi dari lawan bicaranya.


Riksa yang merasa pertanyaan dari Puspa itu sedikit ambigu menoleh kearah Puspa bahkan dia memutar lututnya dan menghadap kearah wanita cantik itu.


Tapi melihat tatapan mata wanita yang ada dihadapannya membuat Riksa mengerti kemana arah pembicaraan Puspa, karena ini memang bukan pertama kalinya Puspa memberikan kode dan isyarat semacam itu.


"Sudah lah Puspa, jangan membuat ku mengulangi jawaban yang sebenarnya kamu sudah tahu, aku masih ingin mengabdikan diri pada keluarga Tante Stella. Dan aku tidak akan memikirkan tentang cinta atau semacamnya!" ucap Riksa memberikan jawaban atas pertanyaan Puspa.


"Sampai kapan?" tanya Puspa dan kali ini wajah gadis itu berubah menjadi sangat serius dengan tatapan yang sangat dalam.


Riksa yang sekilas saling pandang dengan wanita yang ada dihadapannya itu langsung memalingkan pandangannya ke arah lain. Dia mencoba untuk mengalihkan topik pembicaraan dengan segera memegang beberapa baju dan memilih milihnya.


"Entahlah, tapi itu tidak penting. Sekarang bisa kah kamu membantu ku untuk pemilihan beberapa baju hamil yang sopan yang kira-kira bisa di pakai oleh Naira untuk menghadiri acara-acara formal?" tanya Riksa tanpa melihat ke arah lawan bicaranya.


Puspa yang masih diam dan melihat Riksa dari arah belakang tubuh Riksa yang dia tahu sedang berpura-pura untuk mengalihkan pembicaraan langsung menarik lengan Riksa dengan kuat hingga membuat pria itu kembali menghadap ke arah Puspa.


"Aku mencintaimu!" ucap Puspa dengan yakin.


Suara lembut Puspa dan pandangan matanya yang menyiratkan ketulusan hati dan kejujurannya pada perasaannya untuk Riksa membuat jantung pria itu berdetak dengan kencang sebenarnya. Sesungguhnya melebihi siapapun dan melebihi Puspa sendiri, Riksa sangat bahagia mendengar pernyataan cinta Puspa itu.

__ADS_1


Tapi ada hal yang tidak bisa dia jelaskan, sehingga dia tidak bisa mengungkapkan isi hatinya dan menerima Puspa dan juga perasaan cinta nya.


"Hentikan ini Puspa!" seru Riksa yang langsung menarik tangannya lalu menjauh dari Puspa.


"Ini sudah ke sembilan kalinya aku mengatakan perasaan ku padamu!"


"Dan aku akan mengatakan untuk yang ke sembilan kalinya juga, aku tidak bisa menerima perasaan mu itu!" ucap Riksa yang menyela ucapan Puspa bahkan langsung meninggalkan Puspa sendiri.


Puspa menghirup udara dalam-dalam.


'Tidak, aku tidak boleh menangis disini. Aku pasti kuat menahannya sampai nanti malam!' batin Puspa.


Puspa kembali ke kantornya dengan perasaan yang sangat sedih dan kecewa. Lalu tak lama datanglah anak buahnya dan membawa beberapa pakaian yang tadi di pilih oleh Riksa untuk hadiah Naira.


"Bos, ini pakaian yang anda pilih dan ini yang tuan Riksa pilih!" ucap anak buah Puspa.


Tiba-tiba terlintas ide jahil di kepala Puspa.


'Lihat saja, aku akan membuat Samuel mengomel padamu. Biar kamu rasakan perasaan sedih yang aku rasakan!' batin Puspa dalam hati.


"Letakkan kembali pakaian yang di pilih tuan Riksa, dan ganti kadonya dengan yang sama seperti yang aku pilih!" perintah Puspa pada anak buahnya.


Anak buah Puspa sempat bingung, tapi dia tetap melakukan apa yang bos nya perintahkan.


'Lihat bagaimana reaksi Samuel saat dia melihat dari mu untuk istrinya, pria yang sudah menolak ku sembilan kali!' kesal Puspa dalam hati.


Flashback off


Author POV end


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2