Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
316


__ADS_3

Pembicaraan serius mulai di bicarakan oleh Damar, Stella dan juga Putra. Karena kondisi Naira juga sudah membaik, mereka memutuskan untuk membicarakan semuanya di kediaman Virendra. Mengenai pernikahan Riksa dan juga Puspa yang sudah mendapatkan restu dari Putra sebagai ayah kandung Puspa.


Sementara Samuel masih menemani Naira yang menurut dokter Arini lebih baik kalau tinggal dulu di rumah sakit sampai benar-benar pulih.


Sedangkan Vina dan Adam memilih untuk langsung berangkat ke kantor Rahardja grup karena mereka sudah menyusun rencana semalam. Vina akan mengajak Jodi makan siang di luar, dan seorang anak buah Adam akan berpura-pura menjadi klien baru perusahaan mereka lalu mengajak Caren makan siang untuk membicarakan kerja sama yang sebenarnya hanya pura-pura. Lalu Adam akan mencari bukti-bukti di kantor Jodi juga di ruangan Caren.


Setibanya di kantor, Vina langsung berjalan ke ruangannya. Tinggal dua hari lagi rapat umum pemegang saham. Dan sebelum hari itu Vina dan Adam sudah harus menemukan bukti kecurangan Jodi jika tidak maka perusahaan Rahardja bisa saja di ambil alih kepemimpinannya oleh Jodi dari tangan Kevin yang masih tidak tahu kalau ternyata Jodi itu adalah serigala berbulu domba.


Vina dan Adam terkejut karena begitu membuka pintu kantor mereka, Jodi sudah ada di dalam sana.


"Selamat pagi Vina, darimana saja kamu? aku sudah menunggu mu selama dua jam di sini?" tanya Jodi yang langsung berdiri dari duduknya dan langsung menghampiri Vina.


Jodi langsung memegang kedua tangan Vina, membuat Adam melirik tajam ke arah Jodi. Adam tiba-tiba saja merasa kesal dan sangat tidak senang ketika melihat tangan Jodi yang memegang tangan Vina. Dengan kuat Adam memukul tangan Jodi hingga membuat Jodi refleks menarik tangannya karena terkejut.


"Apa-apaan kamu?" protes Jodi.


Dengan mata melotot Adam langsung menatap tajam ke arah Jodi.


"Kamu yang apa-apaan. Seenaknya saja pegang pegang tangan istri orang, keluar kamu dari sini!" seru Adam dengan nada yang makin meninggi.


Jodi terdiam, meskipun dia tahu pernikahan Vina dan Adam itu karena emosi sesaat Vina. Tapi bagaimana pun semua orang di kantor juga tahu kalau Adam adalah suami Vina. Tidak mau memancing keributan, Jodi lebih memilih untuk mengalah saat ini.


"Vina aku akan kembali ke ruangan ku, ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu. Jika kamu tidak sibuk, maka datanglah keruangan ku!" bisik Jodi di dekat Vina sebelum dia pergi dari ruangan Vina.


Mata Adam masih melotot sampai pintu ruangan kerja Vina tertutup sepenuhnya.

__ADS_1


"Bilang apa dia?" tanya Adam.


"Dia minta aku ke ruangannya, ada yang ingin dia bicarakan!" jawab Vina sambil meletakkan tas nya di atas meja.


Vina lalu melihat ke arah Adam.


"Tadi itu kamu cemburu ya?" tanya Vina menyindir Adam yang terlihat sangat marah ketika Jodi memegang tangan Vina.


Adam yang baru saja ingin duduk di sofa sampai tidak jadi melakukan nya mendengar apa yang baru saja Vina katakan padanya.


"Kamu bilang apa?" tanya adam yang berjalan mendekati Vina yang sedang berdiri bersandar pada meja kerjanya.


"Kamu cemburu kan?" tanya Vina lagi dan kali ini dia mendekati Adam dan persis berada di hadapannya dengan jarak pandangan antara mereka kurang dari setengah meter.


Adam masih menatap Vina yang juga menatap dalam ke arah Adam.


Vina langsung berbalik dan meraih sebuah dokumen yang ada di atas meja kerjanya, Vina merasa kalau mungkin dia memang terlalu percaya diri. Mana mungkin Adam cemburu padanya, kalau itu benar artinya Adam sudah mulai menyukai Vina. Dan itu sama sekali tidak mungkin.


"Kamu benar, mungkin aku memang terlalu percaya diri. Kamu bisa kembali ke ruangan mu, kita tinggal tunggu jam makan siang kan?" tanya Vina tanpa melihat ke arah Adam.


Tanpa Vina ketahui kalau sebenarnya Adam masih terus melihat ke arahnya, meskipun hanya melihat ke arah punggung nya saja. Adam juga sedang berpikir apa yang sudah dia lakukan tadi pada Jodi itu hanya sekedar tidak suka karena Jodi itu penipu, atau memang dia cemburu karena dia menyentuh istrinya. Dalam arti lain, dia tidak senang Jodi menyentuh Vina, dia cemburu karena dia mulai menyukai Vina.


Adam masih diam sambil berpikir ketika Vina berbalik tiba-tiba dan membuatnya nyaris terjatuh karena terkejut. Vina pikir Adam sudah pergi karena sejak tadi Vina tidak mendengar suara Adam. Tapi ternyata Adam masih ada di belakangnya, itu membuat Vina terkejut dan nyaris terjatuh, untung saja dengan cepat Adam menangkap tubuh Vina. Pandangan mereka pun saling bertemu di antara beberapa lembar kertas dokumen yang tengah jatuh bertebaran dari atas karena Vina terkejut tadi melemparkan dokumen yang dia pegang ke arah atas.


Jika dalam tayangan lambat di film-film romantis maka mereka tengah saling pandang dengan tangan Adam di pinggang Vina untuk menahan Vina agar tidak jatuh dan satu tangan Adam lagi di punggung Vina. Lalu kedua tangan Vina refleks melingkar di leher Adam dengan kertas yang bertaburan.

__ADS_1


Akan sangat indah bila sountrack romantis Shreya Goshal dan Salim Sulaiman dengan judul Tujh Mein Rab dikhta Hai mengiringi momen ini. Adam belum melepaskan tangannya dari pinggang Vina, dia mulai merasakan perasaan aneh dalam hatinya. Lebih dari saat dia menatap Puspa, dia merasa tatapan Vina bisa menenggelamkan dirinya.


"Aku benar kan? kamu memang sudah mulai menyukai ku?" tanya Vina.


Brukk


"Aughk!" pekik Vina yang di lepaskan Adam begitu saja hingga dirinya jatuh ke lantai.


Vina berusaha bangun dengan terus mengelus pinggang nya yang terasa sakit. Sementara Adam terlihat salah tingkah dan langsung bergegas keluar dari ruangan Vina.


"Dasar Adam menyebalkan! dia malah menjatuhkan aku! huh... pinggang ku!" omel Vina yang merasa pinggangnya terasa sakit.


Perlahan Vina berjalan menuju ke arah kursi kerjanya, setelah dia bisa duduk dia merebahkan punggung nya disandarkan kursi.


"Astaga, apa aku akan encok nanti?" gumam Vina yang khawatir kalau pinggang nya akan encok karena dia jatuh tadi.


"Adam itu menyebalkan sekali, untuk apa dia menangkap ku tadi kalau akhirnya dia menjatuhkannya juga. Menyebalkan!" omel Vina sambil mulai memeriksa dokumen lainnya.


Sementara di luar ruangan Vina, Adam masih diam. Dia melihat ke arah dua telapak tangannya dan mengingat apa yang dia lakukan di dalam ruangan Vina tadi. Dia tidak menyangka bisa sedekat itu, dan sekhawatir itu ketika melihat Vina akan jatuh, kedua tangannya refleks menangkap tubuh Vina.


Adam mengusap kepalanya sendiri.


"Aku pasti sudah tidak waras!" gumamnya lalu menuju ke ruang kerjanya.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2