Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
271


__ADS_3

Sementara itu di sebuah ruang kerja di sebuah kantor. Seorang pria terlihat sedang mengamuk dan sangat kesal. Dia melempar semua barang yang ada di atas meja kerjanya ke lantai, termasuk sebuah laptop dan sebuah tas branded seorang wanita yang langsung mendapatkan pelototan tajam dari si pemilik tas.


"Jodi, apa yang kamu lakukan?" tanya Caren yang langsung meraih tas mahalnya dan berjalan menjauh dari Jodi yang masih sangat emosi.


Benar sekali, pria yang sedang mengamuk dan melemparkan semua barang dari atas meja kerjanya tanpa perduli barang apapun itu adalah Jodi. Dia sudah seperti ini saat kembali dari rumah sakit tadi.


Jodi juga mengusap kepalanya gusar.


"Sial, kenapa semua ini bisa terjadi. Kenapa hanya aku tinggal beberapa hari saja, semua bisa jadi seperti ini? kenapa?" pekik Jodi yang terlihat sangat frustasi karena mengetahui kalau Vina sudah menikah dengan Adam.


"Tuntutan yang aku laporkan juga sudah di cabut, Sial! Vina!" Jodi berteriak dan bicara tak tentu arah sudah seperti orang yang sangat frustasi.


Caren yang telah selesai membersihkan tas mahalnya dengan tissue lalu segera meletakkan tas mahalnya itu di tempat yang aman. Di sebuah rak yang jaraknya cukup jauh dari Jodi. Caren lalu memperhatikan Jodi, dia merasa kalau Jodi terlihat seperti seorang pria yang benar-benar kecewa dan patah hati karena putus cinta. Caren jadi khawatir jangan-jangan selama ini Jodi memang menyukai Vina, bukan hanya hartanya saja.


Awal mereka dekat juga karena Caren jatuh di pangkuan Jodi, dan beberapa kali mereka melakukan hubungan terlarang. Jodi mengatakan dia mulai mencintai Caren, dan tidak mencintai Vina sama sekali. Kata Jodi selama dua tahun pacaran, jangankan menyentuh Vina. Mencium kekasihnya itu pun hanya boleh cium pipi dan kening, Vina benar-benar melarang Jodi mencium atau menyentuh bibirnya. Karena itu Jodi bilang lebih mencintai Caren daripada Vina.


Tapi setelah Caren melihat betapa frustrasi nya Jodi karena Vina yang memutuskan menikah dengan Adam, Caren sekarang berpikir jangan-jangan Jodi memang masih mencintai Vina sebenarnya.


Caren mendekati Jodi yang tengah berdiri sambil berkacak pinggang melihat ke arah luar jendela kaca di belakang meja kerjanya.


"Kenapa kamu terlihat begitu sedih? aku seperti merasa kalau kamu sangat mencintai Vina?" tanya Caren yang mulai ketar-ketir takut kalau sebenarnya Jodi memang menyukai Vina dan hanya menjadikan nya selingan karena Vina tidak mau di sentuh sama sekali oleh Jodi.


Jodi yang diberikan pertanyaan seperti itu oleh Caren juga terdiam sesaat. Apa yang dikatakan oleh Caren itu sedikit mengusik dirinya.

__ADS_1


Jodi merasa kalau saat mendengar Vina sudah menikah dengan Adam, dia hanya takut akan kehilangan tambang emasnya saja. Tapi semakin dia mengingat hal itu, dia malah semakin terbayang wajah Vina, senyuman Vina, semua perhatian dari mantan kekasihnya itu.


"Jodi, jangan katakan kalau sebenarnya kamu memang mencintai Vina ya?" tanya Caren dengan tatapan tajam ke arah Jodi.


Jodi yang mendapatkan tatapan menusuk dari Caren langsung kembali berpikir realistis.


'Tidak bisa begini, aku sudah kehilangan Vina. Setidaknya aku tidak boleh kehilangan Caren, dia sangat cantik dan cerdas. Dia juga bisa menarik banyak investor untuk ku, selain itu dia juga bebas ku sentuh meski tanpa status. Aku masih membutuhkan Caren, aku tidak boleh membuatnya kesal!' batin Jodi.


Jodi langsung menyentuh lembut wajah Caren.


"Sayang, apa yang kamu katakan? tentu saja tidak ada hal seperti itu. Aku hanya sangat kesal karena aku, makasih ku kira berdua kehilangan tambang emas kita! kalau soal cinta mana ada wanita lain yang lebih aku cintai daripada Caren Maida!" ucap Jodi lalu menarik pinggang Caren hingga berada sangat dekat bahkan menempel dengannya.


Jodi duduk di atas kursi dan menarik Caren ke pengakuan nya. Tangan Jodi tak tinggal diam dan bergerak naik lewat jalan rahasia yang ada di dalam rok mini berwarna biru navy yang Caren pakai. Suara khas dua bibir yang bertemu juga memecah keheningan di ruang kerja Jodi yang sejak awal pintunya memang sudah sengaja di kunci dari dalam.


Puas dengan bibir Caren, Jodi pun meminta wanita itu untuk berdiri dan mengangkat roknya. Dan selama lebih dari setengah jam terjadilah pergumulan panas antara Jodi dan Caren di ruang kerja Jodi. Tidak ada siapapun yang mengganggu mereka karena memang sekertaris Jodi adalah Caren, dan Kevin juga belum kembali dari kediaman Virendra.


Naira dan yang lain hanya melihat dari ruang keluarga, yang jendela kacanya memang langsung tertuju ke arah taman.


"Kira-kira orang tua Vina akan bilang apa pada Adam ya?" tanya Stella membuat Naira dan juga Puspa saling pandang. Sementara Vina masih terdiam membaca surat perjanjian antara kedua orang tuanya dengan kedua orang tua Adam.


"Menurut mu apa Nai?" tanya Puspa pada Naira.


Dan ketika Puspa bertanya pada Naira, Stella juga melihat ke arah Naira, seperti sedang menunggu juga jawaban apa yang akan diberikan oleh menantu sulungnya itu.

__ADS_1


Tapi Naira malah menggelengkan kepalanya perlahan sambil mengangkat bahunya.


"Aku tidak tahu, kalau menurut mu apa?" tanya Naira malah berbalik bertanya pada Puspa.


Dan dengan reaksi yang sama, Stella malah ikut menoleh ke arah Puspa seperti Naira.


"Mungkin, ayah dan ibu Vina akan bilang begini pada Adam 'Hei, menantu. Awas ya kalau kamu sampai menyakiti anak ku, atau membuatnya menangis, aku akan membuat kaki mu yang satu lagi juga tidak akan bisa berjalan' begitu ha ha ha...!" kelakar Puspa.


Plak


Namun tawa Puspa terhenti ketika Stella memukul lengannya dengan cukup kuat.


"Aduh, Tante.. sakit!" keluh Puspa sambil meringis kesakitan dan mengusap lengannya perlahan.


Naira yang melihat hal itu malah terkekeh.


"Tahu sakit kan? kenapa malah bilang hal seperti itu. Kaki kanan Adam saja belum bisa jalan, bagaimana kalau kaki kirinya juga tidak bisa jalan lalu kapan Tante mu ini akan punya cucu kedua?" tanya Stella pada Puspa yang mendapatkan kekehan dari Puspa malah.


Mendengar apa yang dikatakan ibu Stella, Naira terkesiap. Sepertinya ibu mertuanya itu lupa kalau apa yang dikatakan nya itu juga tidak mungkin terjadi karena rahim Vina pun telah di angkat. Namun Naira menghela nafas lega, ketika orang yang sedang di bicarakan malah sedang sibuk membaca surat perjanjian di tangannya dan tidak mendengarkan percakapan tiga orang wanita yang berada di depannya.


Vina benar-benar terkejut, ketika melihat beberapa poin yang sebenarnya menguntungkan baginya tapi kalau Adam melanggar nya maka ayah dan ibu mertuanya lah yang harus membayar ganti rugi. Vina jadi berpikir, apa jangan-jangan Adam ini tidak punya pekerjaan.


'Aih, kenapa ayah dan ibu mertua yang membayar denda dan ganti rugi, jangan-jangan aku menikahi seorang pengangguran?' tanya Vina dalam hati.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2