
Hallo semuanya para readers ku yang baik hati, sudah sampai di bab 322. Noer sebagai author Istri kontrak CEO mau menyampaikan banyak terima kasih buat semua yang telah membaca, dan mendukung karya author ini.
Setiap awal pasti ada akhir, setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Noer harap kalian semua tidak kecewa dengan akhir novel ini.
Sekali lagi terimakasih banyak.
***
Keesokan harinya, Vina dan Adam telah bersiap dengan semua bukti yang telah mereka miliki. Mereka datang ke ruang meeting, melihat Jodi dan Caren yang duduk bersebelahan Vina dan Adam langsung memalingkan wajah mereka dari dua orang yang selalu memikirkan keuntungan bagi diri mereka sendiri itu.
Vina dan Adam duduk di sebelah Kevin Rahardja. Wajah pria paruh baya itu sedikit pucat sepertinya dia sudah dapat bocoran kalau rapat kali ini akan mengumumkan pemimpin perusahaan Rahardja yang baru.
Rapat dimulai, setelah berbasa-basi akhirnya Jodi membuka suara.
"Saya memutuskan untuk menyetujui permintaan semua pemegang saham mayoritas untuk menggantikan tuan Kevin yang memang sudah waktunya pensiun!" ujar Jodi dengan penuh percaya diri.
Kevin Rahardja sudah terlihat pucat. Vina langsung menggenggam erat tangan ayahnya itu.
Vina lantas berdiri dan ketika Vina berdiri lampu di ruang meeting padam. Layar LED besar menyala.
__ADS_1
Semua orang langsung melihat ke arah layar itu, mata semua orang sampai melotot dengan semua bukti, dan juga rekaman video yang di putar.
"Menjijikkan, koruptor seperti kamu tidak pantas menggantikan tuan Kevin!" teriak salah seorang pemegang saham yang tadinya mendukung Jodi.
Jodi panik, dia sudah berkeringat dingin. Dengan cepat dia berlari keluar karena dia sudah tidak dapat membela diri lagi, dia akan berakhir di penjara karena semua bukti kelicikan dan penggelapan dana yang sudah dia lakukan. Tapi sayangnya, Adam dan Vina juga sudah menyiapkan semua itu, sudah ada polisi di luar ruangan meeting.
"Lepaskan, ini pasti ulah kalian berdua!" teriak Jodi tak terima di borgol dan di seret pergi oleh polisi.
Sementara Caren hanya diam, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa ketika polisi juga membawanya.
Rapat umum pemegang saham di lanjutkan, semua orang telah sepakat untuk mengembalikan kepemimpinan di bawah tangan Kevin.
Dan masalah keluarga Vina pun selesai.
Saat acara lempar bunga, Naira ingin sekali ikut berada di belakang Puspa. Namun Samuel melarangnya.
"Sayang kamu sudah menikah, untuk apa ikut mengantri lemparan buket bunga?" tanya Samuel protes pada keinginan istrinya itu.
"Aku tidak pernah mengantri lemparan buket bunga sebelumnya, boleh ya mas?" bujuk Naira.
__ADS_1
"Tidak!" tegas Samuel.
"Mas...!"
"Tidak!"
"Ya sudah, nanti malam kamu tidur saja di ruang kerja!" gertak Naira.
"Ck... ya sudah, aku temani!" ucap Samuel.
Samuel pun akhirnya mengalah, dia lalu menemani Naira berdiri di belakang Puspa, bersama dengan para jomblo lainnya.
Tapi tetap saja saat lemparan buket bunga itu mau ke arah Naira, Samuel malah menampiknya agar menjauh.
Semua orang terlihat bahagia, Naira dan Samuel, Riksa dan Puspa juga Vina dan Adam. Foto bersama juga terlihat indah karena semuanya mengembangkan senyum tulus mereka.
***
TAMAT
__ADS_1
Terimakasih banyak semuanya.
Love you all 😘😘😘