
Author POV
Kenzo begitu terkejut mendengar apa yang Naira katakan padanya. Bisa-bisanya istri Samuel mengatakan itu. Kenzo berfikir mungkin saja Samuel sudah berbohong pada istrinya itu dan mengatakan kalau dia dan Caren sudah putus.
"Nyonya Naira, tapi anda salah. Suami mu belum putus dengan....!"
"Caren Maida!" sela Naira membuat Kenzo makin mengernyitkan dahinya.
"Apa yang anda katakan memang benar, saat kami menikah mereka memang belum putus. Mas Sam memutuskan Caren di depan ku, di hadapan ku. Karena mas Sam tidak lagi mencintai wanita itu, mas Sam sudah sepenuhnya mencintai ku. Dia pergi ke Singapura juga ingin mengatakan hal itu dan memutuskan hubungan nya dengan Caren!" ucap Naira dengan begitu percaya diri.
Kenzo di buat bungkam dengan kata-kata yang di rangkai oleh Naira. Sedangkan Samuel juga tidak pernah menduga, Naira bisa bicara seperti itu. Tapi dia senang, karena dia merasa ini adalah pukulan telak bagi Kenzo dari Naira.
'Wanita ini begitu percaya diri mengatakan semua itu, apa benar wanita ini memang sudah membuat seorang Samuel Virendra mencintai nya dan kedatangan Samuel ke Singapura memang untuk memutuskan hubungan nya dengan Caren?' pertanyaan demi pertanyaan terus muncul di pikiran Kenzo.
Kenzo terlihat menghela nafasnya nya panjang. Dia merasa semua sudah jelas.
"Baiklah, tapi juga ada yang ingin aku jelaskan padamu Sam!" seru Kenzo.
Samuel kembali duduk di sebelah Naira lalu melirik sekilas pada Kenzo.
"Aku sama sekali tidak tahu kalau Caren itu punya kekasih, kalau aku tahu aku tidak akan mendekatinya! kamu boleh tidak percaya, tapi seperti itulah kenyataannya" kelas Kenzo.
Naira terlihat melirik ke arah Samuel. Naira tahu mengatakan semua ini akan mengingatkan nya lagi pada sakit hatinya waktu itu. Sakit hati yang membuatnya mabuk dan menangis. Tapi sepertinya Samuel bahkan masih menghormati pria di depannya itu. Meski rahang nya mengeras dan tangannya terkepal kuat, dia tidak memukul pria di depannya itu. Jadi Naira berfikir kalau dia tidak bicara maka Kenzo akan terus memojokkan Samuel.
Tok tok tok
"Permisi bos, ini peralatan makannya!" ucap Dina yang langsung masuk ke dalam ruangan setelah mengetuk pintu dan membukanya sendiri.
Dia membawa sebuah troli yang di atas troli itu terdapat beberapa piring, sendok, garpu, gelas dan tisu.
Naira yang ingin suasana tidak terus-menerus menjadi canggung dia segera berdiri lalu menghampiri Dina.
__ADS_1
"Terimakasih Dina, kamu boleh keluar sekarang!" ucap Naira.
Dina tersenyum dan menganggukkan kepalanya pertanda dia paham maksud dari Naira, lalu dia keluar dari ruangan Samuel.
Naira mendorong troli itu mendekat kearah meja di mana masih ada Kenzo dan Samuel yang duduk di sofa berhadapan dengan meja itu.
"Baiklah, karena masalahnya sudah jelas semua kita bisa makan siang bersama bukan?" tanya Naira sambil tersenyum.
Naira bahkan mengatakan kalimat itu tanpa berani menatap kearah Samuel, karena dia tahu pasti kalau suaminya itu pasti marah padanya karena dia sudah mengajak Kenzo untuk makan bersama juga.
"Benarkah, aku benar-benar boleh bergabung makan siang bersama dengan kalian berdua?" tanya Kenzo yang sepertinya masih tidak percaya kalau dia bisa makan bersama dengan Samuel setelah masalah yang mereka lewati.
"Ck... nyonya bos sudah bicara seperti itu. Maka makanlah!" sahut Samuel.
Deg
Jantung Naira seolah berhenti sekejap sebelum akhirnya dia tersadar bahwa Samuel mengatakan hal itu bukan murni karena ingin mengatakannya di depan dirinya. Tapi Samuel mengatakan hal itu untuk membuat Kenzo mempercayai semua ucapan Naira.
Naira dengan perhatian dan penuh ketelatenan menyiapkan piring untuk kedua pria yang ada di dalam ruangan itu. Naira juga mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk mereka berdua, tak lupa dengan air minumnya sekalian.
"Harusnya kamu buang tulangnya dulu, ini bagaimana aku memakannya dengan sendok dan garpu?" tanda Samuel yang sepertinya belum terbiasa makan ikan bakar menggunakan sendok dan garpu.
Naira lupa kalau di rumah Samuel biasanya ikan akan fillet terlebih dahulu baru di bakar.
"Sebentar ya mas!" ucap Naira lalu kembali berdiri dan berjalan menuju ke ruangan khusus milik Samuel.
Samuel dan Kenzo melihat ke arah kepergian Naira.
Kenzo sudah terlebih dahulu makan dan dia mencicipi masakan Naira lalu berkata.
"Istrimu pandai memasak, masakannya sangat enak!" puji Kenzo.
__ADS_1
Ucapan Kenzo barusan bukan untuk menarik perhatian atau simpati dari Samuel lagi. Tapi dia mengatakan semua itu memang tulus dari dasar hatinya karena memang masakan yang dibuat oleh Naira terasa sangat lezat di lidahnya.
"Terimakasih, istriku memang yang terbaik dalam segala hal!" sahut Samuel.
"Benarkah, apa dia juga bisa membuat mu mengerang?" tanya Kenzo.
Sebenarnya dalam hati kecil Kenzo dia juga tidak senang Samuel selalu unggul dari dirinya. Jadi dia menanyakan hal itu karena ingin mengungkit masalah pribadi dengan Samuel, pasalnya Kenzo adalah lelaki pertama bagi Caren, dia yang pertama menyentuh Caren.
"Memangnya kamu pikir untuk apa ruangan di dalam kantor ku itu?" tanya Samuel membalas pertanyaan yang diajukan oleh Kenzo tadi.
"Ha ha ha, istrimu terdengar sungguh luar biasa!" ucap Kenzo sambil tertawa tapi tawanya tidak benar-benar lepas.
Ternyata Naira membersihkan tangan nya, dia mencuci tangan nya dengan sangat bersih, setelah mengalami dengan tisu. Naira kembali duduk di samping Samuel dan langsung mengambil piring milik Samuel.
"Mas, aku suapi saja ya?" tanya Naira dengan suara lembut.
Mata Kenzo yang awalnya fokus menyantap makanannya dan memilah-milah tulang ikan langsung menoleh ke arah Naira dan Samuel. Naira juga langsung memisahkan ikan dari tulangnya dan langsung menyatukan nya dengan nasi dan urap lalu mengulurkan tangannya ke depan mulut Samuel.
Samuel juga tertegun, baru kali ini ada yang menyuapinya dengan tangan. Tapi karena ada Kenzo di ruangan ini, Samuel langsung membuka mulutnya dan Naira menyuapkan makanan ke dalam mulut Samuel.
"Bagaimana, apa mas suka?" tanya Naira sambil tersenyum.
Kenzo yang melihat pemandangan itu sungguh terpesona dengan Naira, dia tidak menyangka masih bisa menemukan wanita selembut dan seperhatian itu di zaman yang modern ini.
Hubungan nya dengan Caren memang masih berlangsung, karena Caren juga adalah brand ambassador perusahaan nya. Tapi selama mereka berpacaran, Caren tidak pernah sekalipun menyuapinya, memasak untuknya dan perduli pada permasalahan nya.
Kenzo bahkan melihat Naira begitu telaten menyuapi Samuel, bahkan dengan tangan kirinya yang memegang piring dan tangan kana yang penuh makanan. Ketika Samuel hampir tersedak, Naira langsung meletakkan piringnya di atas meja dan mengambil minum untuk Samuel.
'Benar-benar wanita yang lembut dan penuh perhatian, seandainya dia bukan istri Samuel!' batin Kenzo.
Author POV end
__ADS_1
***
Bersambung...