Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
269


__ADS_3

Vina dan Adam sedang dalam perjalanan menuju ke kediaman Virendra, di ikuti oleh dua mobil di belakang nya. Salah satunya adalah mobil yang di dalamnya ada damar dan Stella, dan satu lagi yang lebih mewah dan besar adalah milik Kevin dan juga Lisa.


Sudah sekitar dua puluh menit dari rumah sakit, dan selama itu pula hanya ada keheningan di dalam mobil yang sedang di kemudikan oleh pak Urip itu. Tidak ada suara apapun. Bahkan pak Urip juga hanya fokus ke arah depan tanpa perduli pada dua orang yang sedang duduk saling berjauhan di kursi penumpang bagian belakang itu.


Yang pria hanya fokus melihat ke arah jendela sebelah kiri dan yang wanita juga memilih memejamkan matanya sedari tadi dengan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi yang jelas jaraknya cukup jauh dari Adam.


Vina tidak tidur, dia hanya berusaha menyiapkan dirinya, mental dan juga keberanian serta langkah apa yang harus dia ambil selanjutnya. Pertemuannya tadi dengan Jodi membuatnya sedikit terganggu. Karena dia tidak menyangka harus bertemu dengan Jodi sekarang, dia pikir dia akan memberi kejutan pada Jodi pada saat pesta resepsi pernikahan nya, ternyata Jodi menyelesaikan pekerjaan nya lebih cepat. Hal ini membuat Vina berpikir bahwa segala sesuatu nya tidaklah semudah apa yang dia duga. Dia merasa harus benar-benar menyiapkan dirinya dengan baik.


"Aku tahu kamu tidak tidur! sejak kapan kamu bersahabat dengan wanita ular itu?" tanya Adam yang membuat Vina membuka matanya perlahan.


Vina sedikit menyipitkan matanya ke arah Adam. Vina mengerti yang di maksudkan oleh Adam adalah Caren, tapi dia tidak menyangka kalau Adam juga mengetahui kalau Caren itu wanita ular seperti yang barusan dia sebutkan.


"Wanita ular?" tanya Vina pura-pura tidak mengerti.


Adam lalu merubah sedikit posisi duduknya menyerong sedikit ke arah Vina.


"Aku memang tidak perduli padamu, tapi aku akan katakan satu hal padamu. Wanita yang kamu anggap sahabat itu, bisa kapan saja menusuk mu dari belakang!" seru Adam.


Jleb


Dan apa yang dikatakan oleh Adam itu memang sangat benar.


'Dia bahkan sudah melakukan nya Adam! dia benar-benar sudah menusukku dari belakang!' batin Vina


Vina merasakan kembali hatinya merasa sakit akibat mengingat apa yang telah dilakukan oleh kedua orang yang sangat dia percaya, yang satu sangat dia cintai sebagai kekasihnya dan satu lagi sangat dia sayangi sebagai kekasihnya.


Melihat reaksi Vina yang hanya diam dan seperti berusaha untuk menahan tangis, Adam pun merasa kalau Vina memang sudah di khianati oleh Caren seperti apa yang Caren lakukan pada kakak Adam dulu, yaitu Samuel.

__ADS_1


"Atau dia memang sudah melakukan nya?" tanya Adam dengan nada yang begitu santai.


Vina hanya menoleh sekilas ke arah Adam. Mereka memang suami istri tapi mereka hanya terikat pada perjanjian yang saling menguntungkan saja, bahkan mungkin memang tidak ada untungnya sama sekali bagi Vina. Tapi Vina harus melakukan semua ini untuk memberi pelajaran pada Jodi dan Caren.


Jadi menurut Vina seperti nya tidak ada gunanya juga menceritakan hal ini pada Adam. Karena itu Vina memilih kembali memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya lagi di sandaran kursi sambil bicara pelan.


"Bukan urusan mu!" ucap Vina yang membuat Adam mendengus kesal.


Beberapa saat kemudian mereka pun tiba di kediaman Virendra. Semua orang sudah berdiri di depan teras utama untuk menyambut kedatangan menantu bungsu keluarga Virendra.


Bibi Merry bahkan sudah menghias rumah dengan sangat indah, dengan menambah bunga-bunga segar di setiap guci dan vas bunga yang ada di seluruh kediaman Virendra. Para asisten rumah tangga bahkan sudah berbaris rapi menyambut kedatangan Vina.


Naira dan Puspa juga sudah berada di sisi kanan dan kiri kakek Virendra.


Vina melihat dari kaca jendela mobil sambutan keluarga Virendra padanya, dan hal itu membuatnya tersenyum. Dia adalah anak tunggal dan saudara-saudara nya terkesan kurang akrab padanya karena mereka segan. Jadi perlakuan hangat dari semua anggota keluarga Virendra membuat Vina merasa terharu dan bahagia.


"Memang kenapa? apa aku tidak boleh tersenyum?" tanya balik Vina pada Adam.


"Apa kamu kita mereka menyambut mu? sayang sekali kalau kamu beranggapan seperti itu kamu salah besar, mereka itu sedang menyambut ku!" ucap Adam dengan sombongnya lalu dibantu pak Urip dan penjaga rumah kediaman Virendra turun dari mobilnya dan duduk di atas kursi rodanya.


Vina langsung merengut kesal.


'Ih, sombong sekali. Memang kenapa kalau mereka menyambut mu, aku kan istrimu. Menyebalkan sekali!' omel Vina dalam hati yang juga turun dari dalam mobil setelah pintu mobil dibukakan oleh bibi Merry.


"Selamat datang nona muda!" sapa bibi Merry ramah dengan senyum yang juga tak kalah ramah dari perkataan nya.


Vina juga tersenyum.

__ADS_1


"Terimakasih, Bu!" jawab Vina.


"Panggil saja bibi Merry nona muda!" kata bibi Merry.


"Oh, baiklah. Iya bibi Merry!" sahut Vina cepat.


Bibi Merry lalu mempersilahkan Vina untuk berjalan menghampirinya kakek Virendra.


"Selamat kembali ke rumah Adam, Vina!" ucap kakek Virendra mendapatkan anggukan kepala dengan cepat dari Vina.


"Terimakasih kakek!" jawab Vina sopan.


"Mari masuk!" ajak Naira yang mempersilahkan Vina dengan sopan.


Vina sedikit terkejut melihat sikap Naira yang terkesan sangat sopan, sementara yang dulu di ceritakan Caren padanya Naira itu adalah wanita yang sombong dan arogan. Vina pun mengangguk dan tersenyum pada Naira lalu masuk ke dalam rumah.


Stella dan Damar yang juga sudah datang juga langsung mengajak Lisa dan Kevin untuk masuk ke dalam, mempersilahkan untuk duduk di ruang keluarga.


Lalu Stella juga mengajak Lisa untuk mengantar Vina ke kamar nya yang juga salah kamar Adam.


"Sayang, mulai sekarang ini adalah kamar mu. Ibu sudah minta bibi Merry tadi untuk merapikan beberapa barang, jika ada yang kurang atau tidak sesuai dengan keinginan mu, jangan segan-segan untuk mengatakan nya pada ibu ya!" ucap Stella yang langsung membuka pintu kamar Vina dan Adam.


Lisa yang melihat kamar Adam sudah seperti kamar Vina di rumah merasa sangat terharu, kemarin Stella memang bertanya apa warna kamar Lisa dan apa saja barang-barang yang dia sukai, model furniture dan warna kesukaan nya. Dan sekarang, kamar Adam dan Vina ini benar-benar sesuai dengan apa yang Lisa katakan kemarin. Lisa pun melihat ke arah Stella yang sedang memperlihatkan kamar mandi, dan juga kamar ganti pada Vina.


'Nak, entah kenapa tapi ibu merasa kamu memang mengambil keputusan yang tepat. Kamu tidak akan mendapatkan ibu mertua sebaik ibu mertuamu ini nak!' batin Lisa yang merasa benar-benar terharu pada perhatian Stella untuk Vina, putri tunggal nya.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2