Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
59


__ADS_3

Ceklek


Naira membuka pintu kamar mandi dan keluar dari sana, dengan memakai handuk yang lumayan membuatnya kesulitan melangkah karena badannya kan lumayan berisi, tidak gemuk sih tapi memang sedikit berisi. Jadi ketika dia mengambil langkah lebar, belahan handuknya bisa terbuka.


Naira melangkah perlahan, dia memperhatikan Samuel dari kejauhan.


"Kayaknya masih tidur deh!" gumam nya lalu makin mendekat menuju dimana tas besar milik nya berada.


Naira berjalan dengan sangat pelan, dia tidak mau membangunkan harimau yang sedang tidur itu. Bisa kena amuk lagi dia.


Naira menarik perlahan tasnya dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya memegang erat lilitan handuk di tubuhnya, karena tak mau berada terlalu dekat dengan Samuel. Tapi karena tas nya besar dan berat, sangat susah menariknya hanya dengan satu tangan.


"Huh, gak bisa lagi. Pakai dua tangan deh!" gumam nya sangat pelan hingga nyaris hanya dirinya sajalah yang mampu mendengar apa yang dia katakan tadi.


Naira berdiri, mengambil nafas dalam lalu mengencangkan lilitan handuk di tubuhnya.


"Lagian kan dia tidur, apa sih yang aku takutkan?" tanya Naira setengah bergumam lagi.


Sementara Samuel yang sebenarnya tidak benar-benar tidur, mulai terganggu ketenangan nya. Penyebab nya tak lain tak bukan adalah aroma dari tubuh Naira. Bau harum sabun itu begitu menusuk indera penciuman Samuel. Membuat pria arogan itu membuka matanya sedikit.


Dan yang lebih mengejutkannya lagi, ketika dia membuka matanya, dia melihat pemandangan yang sangat sayang kalau sampai dia lewatkan. Dia buah gunung kembar yang menonjol di hadapan nya membuat suhu tubuhnya mendadak naik. Dan sesuatu di bawah sana memberontak.


'Sial, apa yang dilakukan perempuan ceroboh ini? apa dia sengaja melakukan nya?' pikir Samuel.


Meskipun Samuel sebenarnya sudah panas dingin, tapi dengan egonya yang tinggi, Samuel berusaha untuk sekuat tenaga tidak terpengaruh. Dia kemudian berusaha untuk memejamkan matanya kembali, tapi sialnya yang muncul malahan apa yang dia lihat barusan. Dan hal itu makin membuat Samuel merasa gelisah dalam kepura-puraan tidurnya.


Di situasi Naira, dia masih kesulitan memindahkan tas besar nya menjauh dari Samuel, karena tak bisa menariknya. Naira berinisiatif untuk mendorong nya saja. Dia membelakangi Samuel dan karena posisi tas itu ada di bawah, dia sedikit menukik saat akan mendorong tasnya.


Dan seperti saat ini Samuel memang sedang mendapatkan ujian, begitu dia kembali membuka sedikit matanya setengah mengintip. Pemandangan lain malah lebih membuat dirinya berkeringat.

__ADS_1


'Sial, bagian depan saja sudah membuat panas dingin, sekarang dia malah membelakangi ku begitu! Sial sial sial!' keluh Samuel dalam hatinya karena dia merasa benar-benar terganggu dengan apa yang dia lihat.


Samuel yang awalnya mengira jika dia akan sama sekali tidak tertarik pada Naira malah di hadapkan dengan segala hal yang membuatnya tidak tenang saat di dekat calon istrinya itu.


Sementara itu Naira, merasa ada yang memperhatikan nya, dia menoleh ke belakang. Tapi di belakang nya hanya ada Samuel dan dengan mata yang terpejam pula. Naira segera mengambil pakaian dari dalam tas dan berjalan cepat ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.


Blam


Pintu kamar mandi tertutup. Setelah mendengar pintu kamar mandi tertutup, Samuel beranjak dari posisi tidurnya dan mengusap kepalanya frustasi.


"Sial!" pekik nya kesal sambil berjalan dengan cepat keluar dari kamar itu.


Samuel keluar dari dalam kamar dan pergi ke kamar yang tadi dia sewa secara pribadi. Tapi begitu dia membukanya, ternyata pintunya terkunci.


"Apalagi ini? kenapa di kunci?" tanya Samuel kesal.


Akhirnya Samuel memutuskan untuk pergi ke kamar Riksa. Tanpa mengetuk Samuel masuk ke dalam. kamar Riksa yang sedang mengetik sesuatu di laptop nya.


"Pinjam kamar mandi mu!" ucapnya tanpa basa basi lalu masuk ke dalam kamar mandi Riksa.


Dan di dalam kamar mandi kamar Riksa, Samuel menuntaskan apa yang telah mengganggu ketenangan nya.


Riksa cukup heran dengan Samuel dan apa yang dia lakukan, karena Samuel cukup lama berada di dalam sana.


Sementara itu, di kamar Naira dan Samuel. Naira keluar dari dalam kamar mandi dan terkejut. Masalahnya dia hanya masuk kamar mandi beberapa menit saja, dan saat dia keluar Samuel sudah tidak ada di atas tempat tidur. Naira menutup mulutnya yang menganga.


"Apa dia tadi itu sebenarnya...?" gumam Naira bertanya-tanya.


Naira menyangka jika Samuel tadi itu tidak benar-benar tidur, tapi jika itu benar. Maka Samuel mungkin saja melihatnya dalam keadaan yang tidak pantas bukan. Naira langsung menggelengkan kepalanya berkali-kali dengan cepat.

__ADS_1


"Tidak... tidak... itu tidak mungkin. Ayolah Naira jangan banyak berfikir! mungkin saja kan dia memang baru terbangun dan langsung pergi. Iya pasti begitu!" gumam Naira mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri agar tidak menjadi negatif thinking.


Ceklek


"Naira, kamu sudah datang?" tanya Puspa yang baru saja masuk bersama dengan dua orang asistennya.


Naira hanya tersenyum, dan meletakkan handuk yang dia pegang. Puspa terlihat melihat ke sekeliling.


"Loh, dimana Samuel?" tanya Puspa heran.


Tentu saja dia bertanya begitu karena saat dia meninggalkan kamar ini, Samuel sedang tidur di atas tempat tidur. Dan sekarang tempat tidur itu kosong, dan dia tidak melihat Samuel sejauh matanya memandang area kamar ini.


Naira mengangkat bahunya sekilas.


"Aku tidak tahu, saat aku mengambil pakaian dari dalam tas tadi, dia masih tidur disana, saat aku keluar dia sudah tidak ada!" jawab Naira mengatakan yang sebenarnya.


Puspa diam sebentar dan berfikir, tapi kemudian


"Ah, lupakan! biarkan saja. Dia bukan anak kecil yang akan tersesat di hotel ini. Sekarang kita mulai merias mu ya Naira!" seru Puspa terlihat sangat senang sambil menghampiri Naira.


Puspa mengajak Naira duduk di kursi di depan meja rias dan mulai meriasnya.


"Lihatlah keajaiban tangan ku Naira!" seru Puspa menggerakkan jari-jarinya seperti sedang mengucapkan mantra.


Naira hanya tersenyum, dia sangat percaya pada Puspa. Meskipun mereka baru mengenal satu sama lain. Tapi dia yakin jika Puspa adalah seorang wanita dan seorang teman yang sangat baik.


Sementara itu di kamar Riksa, dia jadi gelisah karena sudah selama setengah jam Samuel tak kunjung keluar dari dalam kamar mandi. Tangan Riksa terangkat, ingin mengetuk pintu dan mengetahui apakah Samuel baik-baik saja, tapi kemudian niatnya itu dia urungkan karena mengingat yang terjadi sebelum nya antara mereka sangat tidak baik.


Alhasil Riksa hanya bisa menunggu dengan setia di depan kamar mandi.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2