
Author POV
Kenzo dan Naira sama-sama melihat ke arah mobil hitam yang baru saja melesat pergi meninggalkan mereka.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Kenzo sambil membantu Naira untuk bangun.
Naira berdiri di bantu oleh Kenzo.
"Kamu kenal tidak mobil yang hampir menabrak mu tadi?" tanya Kenzo pada Naira.
Naira sedikit heran kenapa Kenzo bertanya begitu. Lalu dia menggeleng kan kepalanya perlahan.
"Aku tidak tahu!" jawab Naira dengan suara pelan, dia masih meringis menahan sakit di lutut dan telapak tangannya yang sedikit lecet.
Kenzo memicingkan matanya ke arah mobil yang sudah hampir tak terlihat itu. Disaat yang bersamaan, pak Urip terlihat berlari menghampiri Kenzo dan juga Naira.
"Nyonya muda, nyonya muda apa yang terjadi? bagaimana keadaan nyonya muda?" tanya pak Urip yang terlihat begitu panik.
Tapi Naira masih sedikit syock, dia terlihat mengabaikan pak Urip dan masih fokus pada lututnya uang ternyata memang lecet dan berdarah, bahkan telapak tangannya juga sama, lecet dan berdarah.
"Kamu pak Urip kan, supirnya Samuel?" tanya Kenzo memastikan.
Pak Urip langsung menganggukkan kepalanya membenarkan apa yang di tanyakan oleh Kenzo tadi.
"Aku akan bawa Naira ke klinik dekat sini, kamu beritahukan ini pada tuan mu!" seru Kenzo lalu pak Urip mengangguk sekali lagi dan segera berlari masuk ke dalam perusahaan.
Rasa panik membuat pak Urip lupa kalau dia bisa saja menghubungi Samuel, menelpon dan mengatakan tentang semua ini dan masih tetap mengantarkan Naira, menemaninya ke klinik. Tapi karena panik, pak Urip malah berlari menuju ke ruangan Samuel.
Orang-orang yang tadi melihat kejadian itu juga menghampiri Naira dan Kenzo.
"Nyonya bos, ternyata anda!" ucap satpam yang tadi sempat tidak mengijinkan Naira masuk ke perusahaan untuk menemui Samuel karena membawa makanan.
"Sudah, sudah... semuanya minggir. Aku akan bawa Naira ke klinik!" ucap Kenzo dan memapah Naira masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
Kenapa Kenzo membawa Naira ke dala mobilnya, karena memang mobilnya lah yang paling dekat dengan Naira. Mobil Kenzo adalah salah satu dari dua mobil yang ada di depan mobil Samuel.
Setelah mengajak Naira masuk ke dalam mobil, Kenzo mengatakan pada supirnya agar segera menuju ke klinik yang terdekat dari tempat ini. Sang supir pun mengangguk paham, lalu mulai melajukan mobil yang dia kemudikan meninggalkan area perusahaan Virendra grup.
Di dalam mobil, di dalam perjalanan menuju ke klinik. Naira sampai berkaca-kaca karena menahan perih, Kenzo bahkan sudah menggunakan sapu tangannya untuk mengikat lutut Naira yang lumayan banyak mengeluarkan darah.
Naira terus menerus meniup telapak tangan nya yang perih.
"Tahan ya, sebentar lagi kita akan sampai di klinik dan luka mu akan di obati!" ucap Kenzo coba untuk menghibur Naira.
Tapi Naira tidak memperhatikan Kenzo, Naira hanya sibuk meniup telapak tangannya. Dia tidak perduli apa pendapat orang lain, karena rasanya memang sangat perih.
Melihat Naira yang sepertinya sangat kesakitan, bergantian meniup kedua telapak tangannya. Kenzo yang sebenarnya juga terluka di bagian siku dan lengan, tak memperdulikan hal itu. Kenzo lebih memilih untuk meraih tangan kiri Naira dan ikut meniupnya.
Tapi Naira dengan cepat menarik tangannya lagi.
"Maaf, aku mengucapkan terimakasih atas bantuan mu tadi. Tapi tidak perlu meniup tangan ku." ucap Naira yang menggeser duduknya sedikit menjauh.
Kenzo mengerutkan keningnya karena penolakan dari Naira. Dia sedikit kecewa, karena Niat baiknya tidak di sambut baik juga oleh Naira.
"Kalau kamu tidak mengatakan nya pada Samuel, dia tidak akan tahu!" ucap Kenzo lagi.
'Apa sih maksud orang ini, kenapa dia bilang begitu. Apa dia mengajarkan padaku bicara tidak jujur pada Samuel, aku memang sering kesal padanya, tapi aku tidak akan berbohong pada Samuel! aduh... ini perih sekali!' batin Naira.
Melihat Naira hanya diam sambil meniup kedua telapak tangan nya secara bergantian dan tidak menanggapinya, Kenzo makin di buat penasaran pada wanita di sampingnya itu. Tapi dia juga memilih untuk diam dan tidak bicara lagi, agar tidak membuat Naira marah.
Kenzo Hasigawa memang sangat lembut, pada siapapun terutama pada wanita. Dia selalu berkata sopan, ramah dan menunjukkan sikap perhatian. Terkadang malah akan membuat orang salah paham di buatnya. Tapi meskipun begitu, Caren Maida adalah salah satu wanita beruntung, yang tanpa merayu Kenzo Hasigawa, don Juan itu sudah jatuh cinta padanya.
Sayangnya, perasaan Kenzo yang tulus bahkan hampir melamar nya itu dikhianati oleh Caren. Meskipun mereka masih berhubungan karena sudah terlanjur bertunangan dan mengenalkan Caren pada keluarga Hasigawa, tapi perasaan Kenzo benar-benar tidak seperti dulu lagi. Kenzo sudah mulai menjaga jarak dengan tunangannya itu, bahkan sudah tak pernah menyentuhnya lagi.
Bilah di katakan Kenzo juga telah sakit hati, karena merasa Caren sudah menipu dirinya. Dia bilang single, tapi ternyata saat mereka bertunangan itu Caren bahkan masih jadi kekasih Samuel. Sungguh ironis bagi dua pria tampan, yang sama-sama mencintai Caren itu.
Sungguh ironis juga bagi Caren, karena ulahnya sendiri. Akhirnya kedua pria yang begitu tulus dan rela meraih bulan untuk dirinya itu sekarang justru berbalik sangat membencinya. Bahkan memandangnya pun enggan.
__ADS_1
Naira merasa sangat tidak nyaman karena terus di perhatikan oleh Kenzo. Naira memutar duduknya hingga dia memunggungi Kenzo.
Kenzo pun terkekeh.
"Ha ha ha, nyonya Samuel aku tahu kamu tidak ingin aku memperhatikan mu, tapi haruskah kamu bersikap seperti ini pada penolong mu?" tanya Kenzo yang masih terkekeh.
Dia sungguh tak habis pikir dengan kelakuan istri dari sahabatnya itu. Atau sekarang mungkin sudah jadi mantan sahabat.
Meski Kenzo mengatakan hal itu, Naira sama sekali tidak perduli. Dia bahkan tidak mengubah posisi duduknya sama sekali.
***
Sementara itu pak Urip yang masih terengah-engah karena di usianya yang sudah separuh baya lebih masih harus berlari menuju ruangan Samuel, dia sudah tiba di depan pintu ruangan Samuel.
Pak Urip mengetuk pintu itu dengan cepat. Lalu tanpa menunggu Samuel menyahut, pak Urip membuka pintu ruangan Samuel dan masuk.
"Tuan muda, tuan muda... heh heh heh..!" pak Urip benar-benar butuh banyak oksigen sepertinya.
Samuel yang sedang bersiap untuk pergi meeting langsung menoleh dan sangat terkejut melihat pak Urip bercucuran peluh dan nafas yang ngap-ngapan.
"Ada apa pak Urip?" tanya Samuel lalu bergegas mendekati supir yang sudah bekerja selama puluhan tahun itu pada keluarganya.
"Nyonya muda, nyonya muda kecelakaan!"
"Apa!" pekik Samuel.
"Apa yang terjadi pada Naira, katakan pak Urip dimana Naira?" tanya Samuel yang mendadak jadi sangat panik.
"Nona tadi hampir... hampir di tabrak mobil. Untung ada tuan muda Hasigawa, dia yang menolong nyonya muda, dan membawa nona muda ke klinik terdekat...!"
"Sial, Kenzo!"
Pak Urip bahkan belum selesai dengan kalimatnya, Samuel sudah memaki Kenzo dan bergegas keluar dari ruangannya.
__ADS_1
***
Bersambung...