Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
64


__ADS_3

Samuel kembali ke dalam kamar dimana dia seharusnya kembali. Disana dia sudah melihat Naira yang sudah berdandan sangat cantik untuk acara resepsi, dan seperti tadi saat dia melihatnya pertama kali di ballroom, Samuel juga terkesan dengan keajaiban tangan Puspa.


Gadis sederhana dengan penampilan biasa-biasa saja itu kini telah disulap menjadi gadis cantik yang terlihat seperti seorang ratu.


"Nona Puspa, tuan Samuel sudah datang!" ucap salah seorang asisten Puspa yang memberitahukan kedatangan Samuel.


Tanpa menoleh ke arah Samuel, dan masih sibuk dengan merapikan dandanan Naira, Puspa berkata pada asistennya.


"Kamu urus dia, aku akan temani Naira ke ballroom sekarang. Cepat ya, ganti saja pakaiannya dan buat wajahnya lebih segar!"


"Tapi nona, bukankah...!"


"Kerjakan saja apa yang aku suruh!" perintah Puspa dengan nada sedikit meninggi.


Hingga bukan hanya asistennya saja yang terkejut, Naira yang ada di depannya juga sedikit terkesiap.


Menyadari hal itu, Puspa memegang kedua lengan Naira dan mengusapnya pelan.


"Sorry sorry Nai, sudah selesai. Ayo kita ke ballroom!" ucap Puspa yang benar-benar mengacuhkan Samuel.


Naira sebenarnya menyadari perubahan sikap Puspa itu, tapi dia juga tidak mau ikut campur dengan masalah dua sahabat itu. Sementara Samuel hanya bisa memberi jalan kepada Naira dan juga Puspa karena dia juga masih berada di dekat pintu kamar hotel.


"Silahkan tuan Samuel!" ucap asisten Puspa dengan sangat sopan dan hati-hati.


Merek juga sudah cukup lama ikut dengan Puspa, hingga mereka juga bisa menyadari bahwa bos mereka memang sedang ada masalah dengan Samuel.


Samuel langsung duduk di kursi yang di tunjuk oleh asisten Puspa.


***


Ketika Naira berjalan bersama Puspa menuju ke lift, mereka berpapasan dengan Ibras dan juga ayah dan ibu Naira.


"Wah kakak, kakak cantik sekali!" puji Ibras yang berlari menghampiri Naira.

__ADS_1


Naira dan Puspa tersenyum senang.


"Lihatlah anak ayah, Bu. Dia seperti seorang peri!" puji ayah dan membuat Naira langsung mendekati ayahnya dan memeluknya.


Matanya sudah berkaca-kaca, tapi Puspa mengingatkan Naira agar jangan menangis.


"Make up mu memang waterproof, tapi hidung mu akan merah seperti badut kalau menangis terus!" kelakar Puspa membuat mereka semua terkekeh.


Dan melihat betapa hangatnya dan betapa sang ayah mencintai Naira, Puspa semakin merasa bersalah saja pada keluarga di hadapannya ini karena dia mengetahui sesuatu yang sangat penting tapi tidak bisa mengatakannya pada mereka.


'Kamu benar-benar bodoh Sam, kalau sampai menyakiti orang-orang tulus ini hanya karena perempuan yang ambisius seperti Caren!' batin Puspa geram sekali pada apa yang dilakukan oleh Samuel.


Mereka pun bersama-sama ke ballroom, disana juga sudah ada Stella, Damar dan juga Adam. Tak berapa lama kemudian, Riksa datang dan terlihat sekali jika Adam terus mengawasi pandangan Riksa dan Naira.


Riksa memang terlihat beberapa kali melihat ke arah Naira, tapi Naira sama sekali tidak melihat ke arah lain selain ke arah orang tuanya dan mertuanya juga para tamu yang terlihat sudah mulai memasuki ruang acara resepsi.


Samuel juga sudah datang dan berdiri dengan gagahnya di samping Naira yang juga terlihat cantik. Banyak sekali tamu undangan yang memuji mereka berdua sebagai pasangan yang sangat sempurna dan cocok.


Di tengah acara, pengarah acara meminta Samuel dan Naira untuk berdansa. Riksa terkejut dengan hal itu, masalahnya dia tidak menerima pemberitahuan itu dari sekertaris pribadi nya Wika. Dan ketika Riksa mencari keberadaan Wika, benar saja dia tidak ada di sekitar sini.


Riksa mendekati Puspa, dan Puspa menyadari ada sesuatu yang sepertinya tidak berjalan dengan semestinya.


"Ada apa? sekertaris bucin mu itu membuat masalah bukan?" tanya Puspa memastikan.


Sebenarnya Puspa sudah berulang kali memperingatkan Riksa, kalau sekertaris pribadi nya yang bernama Wika itu seperti nya terlihat begitu menyukai Riksa.


"Ck... aku butuh bantuan mu! aku tidak mengajari Naira berdansa, bisa beri aku saran?" tanya Riksa yang memang sudah sangat lelah hingga otaknya tak mampu lagi mencari solusi untuk masalah ini.


"Ck... kamu beruntung, jadi tuan Riksa yang tampan ulurkan tangan mu dan ajak wanita cantik dan berbakat ini berdansa. Aku akan contohkan pada Naira apa yang harus dia lakukan!" jelas Puspa membuat Riksa mengembangkan senyuman lebar di wajahnya.


Namun ketika mereka berdua sedang berbicara dan mencari solusi untuk masalah yang dibuat oleh Wika, seorang pemuda di sisi Stella menatap Riksa dan Puspa dengan wajah tidak suka. Dia salah adam, bahkan Adam terlihat mengepalkan tangannya kuat.


Di depan Naira dan Samuel, Riksa mengulurkan tangannya dengan sopan ke arah Puspa.

__ADS_1


"Nona yang cantik dan berbakat, maukah anda berdansa dengan ku?" tanya Riksa sambil melirik sekilas kearah Samuel.


Puspa lalu menyambut uluran tangan Riksa dan melirik ke arah Naira.


"Tentu saja pria tampan!" jawab Puspa.


Dan apa yang dilakukan oleh Riksa dan Puspa itu membuat Stella tertawa senang. Dia bahkan berbisik pada Damar suaminya.


"Lihatlah mereka mas, mereka terlihat sangat cocok juga, aku rasa kita perlu memikirkan mereka juga!" ucap Stella dan dibalas anggukan kepala oleh Damar.


Sementara Adam yang mendengar percakapan antara kedua orang tuanya itu malah bertambah kesal saja.


Sebelum mereka turun ke lantai dansa, Puspa berbisik pada Naira.


"Ayo, ikuti saja gerakan ku dan juga Riksa!" ucap Puspa lalu turun ke lantai dansa.


Naira yang awalnya sangat gugup karena memang belum pernah berdansa sama sekali merasa kalau Puspa dan Riksa memang sedang membantunya, dia tersenyum pada dia sahabat barunya itu.


"Eh, perempuan ceroboh! apa kamu bisa berdansa? jika tidak pura-pura pingsan saja!" bisik Samuel di telinga Naira.


'Ih, kenapa menyuruh aku yang pingsan, kenapa bukan dia saja yang pura-pura sakit perut atau apa?' keluh Naira dalam hatinya.


"Rupanya masih malu-malu ya pasangan pengantin baru kita ini... !" ucap pengarah acara membuat Samuel langsung menarik tangan Naira untuk turun ke lantai dansa.


Stella malah makin tertawa melihat apa yang dilakukan Samuel.


"Oh lihat lah mas, putra mu memang seperti kamu ya! tidak sabaran sekali!" ucap Stella yang membuat Anisa dan Rama juga tersenyum melihat semua kejadian itu.


Di lantai dansa, saat musik sudah di putar. Puspa terus meminta Naira memperhatikan nya. Puspa meletakkan tangan kirinya di bahu sebelah kanan Riksa, dan dengan ragu Naira juga melakukan hal yang sama pada Samuel. Lalu Puspa memperlihatkan jemari tangan kanannya yang bertaut dengan Riksa. Naira tampak ragu lagi, tapi kemudian Samuel yang berinisiatif menggenggam tangannya bahkan menarik pinggang Naira agar lebih dekat dengannya.


Deg


Author POV end

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2