Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
285


__ADS_3

Riksa kembali melajukan motor matic yang dikendarai nya menuju ke perusahaan. Dia harus segera meminta bantuan Samuel agar dapat segera menyusul Puspa ke Jerman.


Namun sekeras apapun Riksa berusaha, namun ternyata kekuatan tubuhnya telah sampai pada batas lelah. Ketika Riksa berhasil mengendarai motor matic milik Ucup hingga tiba di depan pintu utama perusahaan Virendra. Baru saja akan turun dari motornya, Riksa pun jatuh pingsan ke lantai.


Brukk


Riksa benar-benar jatuh terhempas ke lantai dengan lumayan keras, untung saja helm yang dipakainya tadi belum dia lepas. Hingga melindungi kepalanya dari hantaman keras ke lantai.


Beberapa orabv yang berada di dekat Riksa langsung menghampiri Riksa. Awalnya mereka tidak mengenali kalau itu adalah Riksa. Karena pakaian yang berantakan dan juga mengendarai motor matic. Tapi saat salah seorang karyawan melihat wajahnya, dia langsung berteriak.


"Pak Riksa!" pekik karyawan itu.


Semua orang langsung berkumpul dan berusaha membantu sebisa mereka. Empat orang karyawan langsung mengangkat tubuh Riksa dan langsung di bawa ke klinik perusahaan. Sesampainya di klinik dokter langsung memeriksa dan memberikan pertolongan medis pada Riksa.


Sementara itu diruang meeting perusahaan Virendra, Samuel masih bersitegang dengan rekan kerjanya mengenai masalah dimana perusahaan gabungan mereka akan di pusatkan.


"Kenapa tidak bisa di salah satu perusahaan kita saja, membangun perusahaan baru akan menyita banyak waktu, biaya dan juga tenaga. Aku rasa tuan muda Hasigawa perlu memikirkan hal itu!" seru Samuel yang merasa permintaan Kenzo untuk membangun perusahaan baru sebagai kantor pusat perusahaan gabungan mereka hanya akan membuang waktu dan uang saja.


"Sebenarnya apa yang dikatakan Samuel itu benar Kenzo, lagi pula kita tinggal di satu kota yang sama. Tidak masalah bukan kalau di salah satu perusahaan yang sudah ada saja. Di perusahaan ku pun aku sama sekali tidak keberatan!" sambung tuan Thomas yang merasa kalau pendapat Samuel itu benar.


"Masalah antara aku dan Samuel, tuan Thomas juga sudah tahu bukan. Lalu bagaimana kami akan bisa berada di satu perusahaan yang sama?" tanya Kenzo yang merasa tidak nyaman kalau harus satu kantor dengan Samuel.


"Memang ada masalah apa antara kalian berdua?" tanya Teddy Rizaldi yang juga adalah salah satu pemegang saham dalam proyek kerja sama kali ini.

__ADS_1


Semua mata langsung melihat ke arah Teddy, Samuel sama sekali tidak berniat menjawab pertanyaan Teddy. Menurut Samuel sama sekali tidak etis kalau masalah pribadi dibawa-bawa ke dalam pekerjaan. Tapi diluar dugaan semua orang, Kenzo malah memutar kursinya menghadap ke arah Teddy.


"Sebenarnya ini juga bukan masalah kami berdua, lebih tepatnya ini adalah masalah kita bertiga. Kita bertiga menyukai wanita yang sama!" celetuk Kenzo tanpa beban.


Samuel langsung mengepalkan tangannya di atas meja dan menatap Kenzo dengan tajam. Kalau saja di ruangan ini tidak ada tuan Thomas yang harus dia hormati, maka pasti Samuel sudah berdiri lalu berjalan menghampiri Kenzo dan mendaratkan tangannya yang terkepal itu di wajah Kenzo supaya mulut pria itu bungkam.


"Kenzo, bicara apa kamu?" tanya tuan Thomas yang merasa kalau suasana di ruangan meeting ini makin mencekam ketika Kenzo mengatakan hal itu.


Lagipula tuan Thomas juga merasa kalau arah pembicaraan Kenzo malah akan semakin melebar ke arah lain, dan bukan lagi ke arah pekerjaan yang memang harus segera mereka selesaikan.


Sedangkan Teddy sejak tadi masih tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Kenzo, dia memang pernah mendengar kalau dulu kekasih Samuel telah menjadi kekasih nya tapi Teddy sama sekali tidak mengenal wanita yang bernama Caren Maida itu apalagi menyukainya, itu yang membuat Teddy bingung.


"Maaf tuan Kenzo, aku rasa kamu salah. Aku rasa kita tidak pernah menyukai wanita yang sama!" ucap Teddy berusaha untuk menjelaskan pada Kenzo kalau dia memang tidak pernah menyukai Caren.


Tapi berbeda dengan ekspresi wajah Kenzo, pria yang tampan dengan wajah blasteran Jepang itu malah tersenyum miring dan semakin menatap meremehkan pada Teddy.


"Aku rasa aku harus menyebutkan sebuah nama, agar tuan muda Rizaldi ini tidak salah paham tentang siapa wanita yang aku maksudkan!" ucap Kenzo dengan begitu entengnya.


"Bisakah kita kembali ke pekerjaan, jika tidak aku rasa sebaiknya pertemuan ini di akhiri sampai di sini, paman Thomas aku punya banyak sekali pekerjaan yang menunggu!" sela Samuel yang sudah tidak tahan lagi dengan tingkah menyebalkan Kenzo.


Samuel sampai memanggil tuan Thomas dengan sebutan paman, agar selain memandang sebagai rekan bisnis, tuan Thomas bisa berlaku tegas karena dia adalah paman dari Samuel.


"Sudah, sudah... sudah cukup membicarakan wanita. Sekarang kita harus kembali pada masalah bisnis. Aku akan ambil jalan tengah saja, kantor pusat perusahaan gabungan kita akan di tempatkan di perusahaan ku saja. Kalian bisa mengatur kantor kalian sesuka kalian, akan ku berikan satu lantai untuk masing-masing kalian! Sekarang dan seterusnya aku akan buat peraturan baru kalau kita tidak boleh membicarakan masalah pribadi di pertemuan bisnis. Sekian, terimakasih!" tegas Tuan Thomas yang langsung berdiri di ikuti oleh dua orang asistennya yang memberikan notulen pada Dina dan juga pada asisten Kenzo dan pada asisten Teddy Rizaldi.

__ADS_1


Samuel juga langsung berdiri dan menyalami tuan Thomas, meski hatinya dongkol dia juga tetap bersalaman dengan Kenzo dan juga Teddy Rizaldi. Lalu segera pergi meninggalkan ruangan itu mengikuti langkah tuan Thomas.


Teddy Rizaldi yang juga menyalami Kenzo juga sudah berdiri dan bersiap meninggalkan ruang meeting, namun perkataan Kenzo menghentikan langkah Teddy Rizaldi.


"Tidak kah tuan muda Rizaldi ingin mendengar nama wanita yang ku maksud?" tanya Kenzo membuat Teddy berbalik menghadap ke arah Kenzo.


Kenzo lantas berdiri dan berjalan menghampiri Teddy.


"Apa ayahmu belum mengatakan padamu perihal Samuel yang mendatanginya di kantor?" tanya Kenzo membuat Teddy melebarkan matanya.


'Apa maksud tuan Kenzo sebenarnya, kenapa dia bisa tahu ayah ku marah padaku masalah aku menyimpan foto Naira di dompetku?' tanya Teddy dalam hati.


Melihat Teddy terdiam dan berpikir membuat senyuman menyeringai di wajah Kenzo melebar.


"Masih belum mengerti ya? akan ku jelaskan. Wanita yang aku sukai dan Samuel sukai bukanlah Caren Maida, wanita itu sudah tidak berarti lagi bagi Samuel, begitu pula bagiku!" Kenzo menjeda kalimatnya menunggu reaksi Teddy yang sepertinya mulai menangkap apa yang dimaksud oleh Kenzo.


"Jangan katakan kalau tuan Kenzo juga...!"


"Kamu benar, aku memang menyukai Naira, istri Samuel. Sama dengan dirimu!" jujur Kenzo yang membuat Teddy semakin melebarkan matanya tak percaya.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2