
Di dalam perjalanan menuju ke kantor Rahardja, Vina berusaha untuk menjelaskan kepada Adam apa saja yang harus dia lakukan nanti. Adam yang merasa kalau Vina terlalu meremehkan nya dan menganggapnya sama sekali tidak mengerti tentang masalah pekerjaan malah semakin kesal saja.
"Bisa diam tidak, sejak tadi bicara terus! apa mulut mu itu tidak lelah?" tanya Adam yang semakin kesal pada Vina.
"Ih, marah marah terus. Aku kan cuma jelaskan padamu, struktur perusahaan ayah ku. Agar kamu tidak salah panggil orang atau...!"
"Aku tidak sebodoh itu, sudah diam!" sela Adam yang terlihat sangat kesal.
Vina yang tidak mau semakin memperpanjang masalah ini pun segera tutup mulut dan memilih untuk mengalihkan pandangannya ke arah lain, Vina merasa kalau dia harus mengalah untuk saat ini karena meladeni Adam pun tidak ada gunanya. Dan memang dia harus mengalah karena dia memang membutuhkan bantuan dari Adam kali ini.
Begitu sampai di perusahaan Rahardja, Vina di sambut oleh para karyawan nya. Dan beberapa dari mereka yang mengetahui kalau Vina sudah menikah pun memberikan ucapan selamat kepada Vina.
"Selamat ya Bu Vina, dan pak...!"
"Adam, nama suami ku Adam, Adam Virendra!" sambung Vina pada Tari sekertaris Vina.
"Selamat pak Adam!" ucap Tari.
Dan setelah Vina mengatakan nama lengkap Adam, beberapa orang karyawan nya langsung berbisik-bisik satu sama lain.
"Oh, itu ternyata tuan muda kedua keluarga Virendra. Kalau di bandingkan dengan tuan Samuel Virendra sih...!"
Seorang wanita berkacamata yang memakai blazer ungu langsung diam ketika dia sedang membicarakan Adam, dan pria itu dengan cepat menatapnya dengan tajam. Raut wajah ketakutan jelas sekali terlihat di wajah karyawati itu dan langsung mundur ke belakang dan bersembunyi di belakang karyawan yang lainnya.
__ADS_1
Ketika mereka berdua akan masuk ke ruangan Vina, ternyata di dalam ruangan itu sudah ada Kevin Rahardja dan juga Jodi yang merupakan CEO dan wakil CEO dari Rahardja grup.
"Selamat datang kembali Vina, ayah senang kamu sudah sehat dan kembali bekerja!" sapa Kevin Rahardja yang langsung memeluk Vina dan Vina pun membalas pelukan dari ayahnya itu.
"Terimakasih ayah mau menerimaku dan juga Adam kembali ke perusahaan ini. Jabatan apa yang sudah ayah siapkan untuk Adam?" tanya Vina sambil tersenyum pada ayahnya.
"Ayah sudah bicarakan ini dengan Jodi, dan Jodi bilang dia ingin Adam menjadi asisten nya!" jawab Kevin Rahardja dan langsung melihat ke arah Adam yang sepertinya sangat tidak senang.
Vina yang mulai mengerti maksud Jodi menjadikan Adam asistennya adalah untuk mengawasi Adam dan memerintah Adam sesuka hati Jodi pun langsung memasang wajah serius.
"Ayah, kenapa dia harus menjadi sekertaris Jodi. Dia suamiku, dia juga masih amnesia, aku tidak mau kalau dia jadi asisten Jodi. Aku mau dia menjadi asisten ku saja!" ucap Vina pada ayahnya.
"Kalau seperti itu, dia tidak akan cepat belajar. Bukankah dengan menjadi asisten ku dia kan lebih banyak pengalaman, tapi kalau menjadi asisten mu belum tentu dia bisa bekerja dengan benar, maksudku bisa saja kan dia tidak serius karena kamu adalah istrinya!" sahut Jodi yang tidak mau kalau Kevin Rahardja sampai berubah pikiran lagi.
"Ya sudah kalau ayah maunya seperti itu, Vina mau pulang saja, Vina tidak mau bekerja kalau yang menjadi asisten Vina bukan Adam!" seru Vina yang sudah meraih tas nya yang dia letakkan di atas meja kerjanya tadi.
Adam sampai menaikkan sebelah alisnya melihat tingkah Vina yang mendadak menjadi sangat manja pada Kevin.
"Vina tunggu dulu, baiklah baiklah Adam akan menjadi asisten mu. Sekarang ayah akan ajak dia ke bagian HRD dulu! ayo Adam!" ajak Kevin pada Adam tanpa menghiraukan Jodi yang terlihat sangat kesal karena Kevin Rahardja begitu tidak berdaya pada anaknya.
Dan kekesalan nya bertambah karena hubungannya dengan Vina yang nyaris akan melangkah ke pernikahan dan akan membuatnya mendapatkan saham lebih banyak lagi di Rahardja grup gagal karena Vina lebih memilih menikah dengan Adam, padahal dulu Vina itu sangat bergantung pada Jodi dan selalu menuruti permintaan Jodi bahkan saham 12 persen milik Jodi itu adalah hasil merengek Vina pada sanga ayah. Juga saham 3 persen yang dimiliki oleh Caren juga hasil rengekan Vina pada Kevin Rahardja. Tidak menyangka Vina begitu cepat berubah dan sama sekali tidak mau bicara dan melihat Jodi lagi.
Begitu ayahnya dan Adam keluar dari ruang kerjanya, Vina lantas melipat kedua tangannya di depan dada dan melihat ke arah Jodi dengan tatapan tidak senang.
__ADS_1
"Hei kenapa kamu masih berada disini? sudah tidak ada urusan lagi kan? kenapa masih di sini?" tanya Vina dengan tatapan yang begitu tidak bersahabat saat melihat ke arah Jodi.
Jodi yang merasa kalau sikap Vina padanya terlalu aneh, terlalu cepat berubah dan menurut nya itu sangat aneh.
Jodi lantas maju dan mendekati Vina, tapi dengan cepat Vina mundur lalu melangkah ke arah belakang meja kerjanya. Sehingga kini jarak antara dia dan Jodi cukup jauh, dan batas meja kerja cukup untuk membuat Vina merasa tenang meskipun berhadapan dengan Jodi.
"Vina, sebenarnya apa yang terjadi? sejak kecelakaan itu kamu berubah, sikap mu begitu berbeda...!"
"Itu hanya perasaan mu saja!" sela Vina yang tak mau menanggapi apa yang dikatakan oleh Jodi dan lebih tepatnya tidak mau mendengarkan apapun yang dikatakan oleh Jodi.
"Vina, apa ada yang salah dengan ingatan mu? kita ini kekasih yang sangat saling menyayangi. Kenapa tiba-tiba kamu menjadi seperti ini Vina? apa yang telah membuat mu melupakan semua kenangan manis kita dan semua mimpi mimpi indah yang pernah kita rajut bersama...!" Jodi berusaha mengeluarkan rayuan dan kata-kata manisnya.
'Menjijikkan! aku sungguh bodoh dulu pernah percaya begitu percaya padamu, bahkan aku mengalahkan segala kepentingan ku untuk mu dan sahabat yang menusukku dari belakang itu, aku bersyukur Tuhan memberitahu ku di waktu yang tepat, jika tidak aku rasa aku akan jatuh semakin dalam dan terluka, saat aku sudah menikah dengan penipu ini dan mereka berdua mengambil segalanya dariku!' batin Vina dengan tangan terkepal dan menatap tajam pada Jodi yang masih mengeluarkan kata-kata manisnya tentang masa lalu mereka yang begitu indah di dengar telinga yang tidak tahu seperti apa Jodi sebenarnya.
"Kalau hanya masalah tidak bisa memiliki keturunan, aku bisa menerimanya Vina. Kita berdua sudah cukup, tidak perlu ada Vina kecil atau jodi kecil...!"
"Cukup!" pekik Vina yang sudah tidak kuat menahan emosinya.
"Vina ..!" lirih Jodi.
"Disana pintu keluarnya, silahkan keluar sekarang juga!" teriak Vina yang sudah sangat kesal pada Jodi dan semua tipu muslihatnya.
***
__ADS_1
Bersambung...