
Author POV
Flashback on
Kejadian sebelum berangkat ke pesta perayaan ulang tahun pernikahan tuan Thomas.
***
Samuel masih sangat kesal ketika mendapatkan foto yang terkirim di ponselnya, yang menunjukkan kalau Naira dan Kenzo duduk di satu meja. Bahkan Kenzo sedang menyendok makanan Naira dan memasukkan nya ke dalam mulutnya. Sendok yang sama yang di gunakan oleh Naira.
Setelah keluar Samuel menuju ke roof top bermaksud untuk menenangkan diri dan menenangkan pikirannya. Tapi kemudian dia berpikir untuk menyelidiki semua ini karena sejauh yang dirinya tahu Naira tidak memperdulikan Kenzo selama ini. Jadi Samuel pun menghubungi anak buahnya untuk menyusulnya ke Bali untuk menyelidiki semua yang terjadi selama ini.
Sebagai seorang pengusaha yang peka dia juga merasa ada yang tidak beres dengan semua yang terjadi setelah dirinya juga Naira bertemu dengan Kenzo juga Caren.
Ketika dia selesai menghubungi anak buahnya itu, niatnya adalah untuk pergi ke restoran. Dia juga belum makan siang karena tadi sewaktu sudah pesan makanan yang dibawa ke dalam kamar, niatnya makan siang jadi buruk. Mendadak dia kehilangan selera makannya ketika melihat foto yang terkirim di ponselnya.
Akhirnya dia meninggalkan Naira dan makan siangnya di dalam kamar. Saat Samuel menuju ke lantai satu, menuju restoran. Dia begitu terkejut karena saat pintu lift terbuka, dia menemukan Caren jatuh pingsan di depan pintu lift yang baru terbuka.
Nalurinya membuatnya langsung menangkap tubuh Caren sebelum tubuh wanita itu jatuh ke lantai.
"Caren... Caren bangun! Caren!" Samuel terus memanggil nama Caren.
Tapi wanita itu tidak membuka matanya, dan wajahnya juga terlihat sangat pucat. Beberapa orang datang menghampiri, beberapa dari mereka adalah petugas hotel yang menawarkan bantuan pada Samuel. Tapi Samuel hanya meminta agar mereka menyiapkan mobil dan dia langsung menggendong Caren menuju mobil yang telah disiapkan.
Samuel menggendong sampai masuk ke dalam mobil, dia juga menemani Caren sampai petugas hotel mengantarkan mereka ke klinik yang berada tidak jauh dari hotel.
Di dalam klinik, Setelah dokter memeriksa secara intensif Caren, Samuel terus menemani Caren yang tak kunjung sadar. Baru setelah hampir tiga puluh menit akhirnya wanita itu sadar juga.
__ADS_1
Caren membuka matanya dan perlahan menoleh ke arah Samuel. Sambil memegangi kepalanya, Caren terlihat sedang ingin bangun untuk duduk. Samuel yang melihat itu langsung membantu Caren untuk duduk.
"Sam, aughk!" pekik Caren ketika dia menyandarkan sikunya di sisi tempat tidur pasien di salah satu ruangan di klinik itu.
Samuel langsung melihat ke arah anggota tubuh Caren yang terus dia pegang. Dia melihat siku Caren lebam kebiruan.
"Kenzo yang melakukan ini padamu?" tanya Samuel.
Dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Caren menggelengkan kepalanya perlahan.
"Tidak, bukan Sam. Aku hanya merasa sangat pusing dan terjatuh, aku tidak tahu kalau sampai jadi seperti ini!" jawab Caren dengan nada suara bergetar dan raut wajah yang memelas.
Samuel menghela nafas nya panjang.
"Caren, dokter bilang anemia mu kambuh. Kenapa Caren? kenapa kamu jadi seperti ini. Caren yang aku kenal dulu adalah wanita mandiri, meski lembut tapi kamu adalah wanita yang punya prinsip. Kenapa kamu jadi seperti ini?" tanya Samuel yang terlihat begitu perduli pada Caren.
Caren diam cukup lama, sampai akhirnya dia memeluk Samuel dan menangis di dada pria yang sudah beristri itu.
Dan apa yang baru saja dia katakan itu adalah kebenaran, hatinya memang sangat hancur saat ini. Ketika tunangannya sendiri mengatakan kalau dia menyukai wanita lain, dan mengatakan Caren harus membantu nya mendapatkan wanita itu kalau dia masih mau karirnya bertahan. Dan keluarganya masih bisa hidup enak seperti sekarang.
Caren juga menjadi lebih kurus bukan karena siksaan dari tunangan nya. Tapi karena dia benar-benar terkuras pikiran dan hatinya, untuk memikirkan betapa bodohnya dirinya telah menyia-nyiakan seseorang yang sangat mencintainya seperti Samuel. Ingin kembali pada pria ini pun sudah tidak mungkin lagi, karena Samuel juga sudah mengatakan kalau dirinya sudah mulai mencintai istrinya yang sekarang.
Semua masalah yang dihadapi oleh Caren, membuat penyakit lamanya yaitu anemia kembali kambuh. Dan pada akhirnya seperti inilah jadinya.
Samuel yang merasa iba pada wanita yang pernah mengisi hatinya itu mulai mengangkat tangannya perlahan dan mengarahkannya ke punggung Caren. Dia mengusap punggung wanita yang pernah dia cintai itu dengan pelan selama beberapa kali berusaha untuk menghibur hati wanita itu yang saat ini memang tengah sedih dan meratapi kebodohannya sendiri.
Sementara Caren makin memeluk erat Samuel.
__ADS_1
"Aku minta maaf Sam, hiks... hiks... semua adalah salahku, semua memang kebodohan ku!" lirih Caren.
Samuel makin iba, dia tidak tahu apa yang sudah dilakukan oleh Kenzo kepada wanita yang saat ini tengah mencurahkan keluh kesah di hatinya dan juga air matanya di dada Samuel.
Dia juga tidak ingin ikut campur lebih jauh lagi karena dia sadar dia sendiri sudah punya rumah tangga sendiri dan mereka juga sudah bertunangan artinya mereka punya urusan masing-masing dan tidak boleh saling mencampuri.
Setelah membeli beberapa vitamin, Samuel mengantarkan Caren kembali ke hotel dengan mobil hotel yang juga menunggu di klinik. Setibanya di hotel Samuel bahkan mengantarkan wanita yang sedang berwajah sedih itu sampai di depan kamarnya, kamar Caren memang terpisah dari Kenzo.
"Jaga kesehatan mu baik-baik. Teruslah berjuang Caren. Aku tahu kamu pasti bisa!" ucap Samuel berusaha untuk memberi semangat kepada Caren.
Caren hanya mengangguk, masih dengan mata yang berkaca-kaca dia terus menatap Samuel.
"Terimakasih kamu masih perduli padaku, meskipun aku sudah menyakiti mu. Aku terlalu bodoh Sam...!"
"Sudah lah Caren!" ucap Samuel menyela apa yang akan di katakan oleh Caren.
"Masuk dan beristirahat, aku juga akan kembali ke kamar ku!" ucap Samuel lalu perjalanan pergi meninggalkan Caren yang terus memandangnya sampai dia tidak terlihat lagi.
Begitu Caren membuka pintu kamarnya, ternyata Kenzo sudah ada di dalam.
"Kenzo!" ucap Caren terkejut.
"Ada apa? kaget? apakah kamu sudah berhasil mendapatkan simpati dari mantan kekasih mu itu?" tanya Kenzo.
"Kenzo aku mohon, aku sedang tidak enak badan saat ini. Tolong biarkan aku istirahat!" ucap Caren memelas.
Caren juga benar-benar sudah tidak mengenali pria di depannya itu. Kenzo dulu sangat lembut dan perhatian, tapi sekarang dia begitu acuh pada Caren.
__ADS_1
***
Bersambung...