
Adam sudah melihat Jodi berjalan menuju ke ruangan Vina. Adam sudah bersiap untuk meminta anak buahnya yang juga sudah menyamar menjadi petugas cleaning servis masuk ke dalam ruang CCtv. Dengan bantuan Vina, tentu saja petugas cleaning servis yang seharusnya berada di sana bisa dia perintahkan untuk mengerjakan pekerjaan di ruangan yang lain.
Adam langsung menghubungi anak buahnya itu dan memintanya untuk mempause atau menghentikan beberapa menit kamera CCtv di lorong menuju ke ruangan Caren dan juga Jodi untuk merekam. Jodi memang hanya memasang kamera CCtv di depan kantornya serta di ruangan Caren. Sementara di dalam ruangannya sendiri dia tidak memasang kamera CCtv.
Hal itu tentu saja demi kepentingan Jodi sendiri. Adam sudah bersiap, menuju ke ruangan Caren yang memang sudah sejak tadi meninggalkan ruangannya itu untuk menemani anak buah Adam yang juga menyamar sebagai klien.
Awalnya Vina sangat terkejut kala mengetahui berapa banyaknya orang yang Adam libatkan. Namun karena dia memang membutuhkan bantuan Adam, dia tidak banyak bertanya tentang hal itu, karena kalau Vina banyak tanya Adam pasti akan kesal dan Vina tak mau sampai Adam kesal, karena Vina benar-benar membutuhkan bantuannya.
Adam langsung berjalan menuju ke ruangan Caren, ketika Adam sudah masuk ke ruangan Vina.
"Hai, kita bisa pergi makan siang sekarang kan?" tanya Jodi yang langsung pada intinya saja ketika sudah masuk ke dalam ruangan kerja Vina.
Vina yang kebetulan sedang mengecek sesuatu di laptopnya langsung melihat ke arah Jodi.
"Hai, apa semua pekerjaan mu sudah selesai. Aku tidak mau kalau ajakan ku makan siang padamu, membuat mu mengabaikan pekerjaan mu!" tanya Vina basa-basi.
Vina sengaja berbasa-basi dengan Jodi, karena dia memberi kesempatan pada Adam agar bisa masuk ke ruangan Caren terlebih dulu. Itu juga merupakan rencana mereka, saat Jodi masuk ke ruangan Vina, setidaknya Vina harus menahannya dua sampai tiga menit untuk memberikan Adam waktu agar bisa masuk ke ruangan Caren dengan aman.
Tapi basa-basi Vina itu malah di salah artikan oleh Jodi.
'Dia sudah mulai banyak bertanya padaku, aku yakin dia sudah keluar dari rasa tertekan yang dia rasakan akibat kecelakaan itu. Dia pasti kembali padaku!' batin Jodi sangat yakin.
Dan itulah yang ada di pikiran Jodi, dia kira Vina mulai kembali mengingat hubungan mereka. Pada kenyataannya Vina hanya memberi Adam waktu saja, Vina hanya berusaha mengalihkan perhatian Jodi.
__ADS_1
Jodi lantas mendekati meja kerja Vina, karena Vina tak kunjung menutup laptopnya, maka Jodi yang melakukan hal itu. Jodi perlahan menutup laptop Vina.
'Huh, sudah di mulai ya. Baiklah, tapi kali ini tidak akan terulang, tidak akan lagi aku percaya pada semua kata-kata yang keluar dari mulut buaya mu itu!' gerutu Vina dalam hatinya.
"Sudah, jangan bekerja terus. Pekerjaan tidak akan ada habisnya, aku sudah memesan restoran favorit kita. Kamu pasti akan senang makan siang bersama ku disana, tuan putri!" kata-kata Jodi itu sungguh manis sekali.
Jika saja Vina tidak terlanjur melihat betapa licik dan pembohong nya pria di hadapannya itu, dia pasti sudah akan tersenyum dan melambung ketika Jodi memujinya seperti itu.
Vina yang sebenarnya kesal, memaksakan dirinya untuk tetap tersenyum di hadapan Jodi.
"Baiklah, ayo kita pergi!" ujar Vina yang langsung berdiri dari duduknya.
Meskipun Vina sudah setuju untuk pergi dengan segera, tapi dia masih sengaja berlama-lama saat membereskan tas dan semua peralatan nya.
"Biasanya kita akan pergi bersama dengan Caren, aku tadi lupa mengajaknya. Mungkin kah dia akan marah?" tanya Vina lagi sambil merapikan tas dan pakaian nya.
'Bagus Caren, kamu sudah kembali seperti dulu. Kali ini akan lebih mudah membujuk mu!' pikir Jodi.
Setelah Vina selesai, mereka berdua pun meninggalkan ruang kerja Vina menuju ke restoran yang di pesan oleh Jodi. Restoran itu lumayan jauh jaraknya dari kantor mereka, sekitar setengah jam perjalanan dari kantor.
Bagi Vina menghabiskan waktu setengah jam bersama degan Jodi rasanya sama seperti dia menghabiskan tiga puluh tahun hidupnya. Sangat lama, dan di tambah perasaannya yang begitu tidak senang karena meski kesal dan marah pada pria yang sedang mengemudi di sampingnya itu, dia harus tetap berusaha untuk tersenyum.
"Aku senang kamu mau pergi denganku, jika saja kamu tahu Vina. Selama kamu bersikap dingin padaku kemarin, aku tidak bisa makan dan tidur dengan baik!" ujar Jodi berusaha melancarkan jurus kata-kata yang membuat Vina terharu.
__ADS_1
Namun Vina hanya menanggapi dengan senyuman tipis.
'Oh, aku bisa melihat itu. Kamu tidak makan dengan benar sampai perut mu jadi buncit! dasar penipu!' batin Vina sambil melihat sekilas ke arah perut Jodi yang memang agak maju dari sebelumnya.
"Jangan lakukan itu Jodi, kamu harus mengurus dirimu dengan baik. Aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa mengambil keputusan dengan begitu tergesa-gesa. Tapi kenyataannya sekarang aku adalah istri Adam..!"
Citttt
Jodi langsung menekan pedal rem dengan cepat. Membuat Vina terkejut.
"Jodi, ada apa?" tanya Vina terkejut.
Jodi yang masih melihat ke arah depan kemudian menoleh ke arah Vina. Tatapan pria itu membuat Vina merinding. Matanya menatap tajam ke arah Vina dengan mata yang memerah dan berkaca-kaca.
"Jodi... apa kamu baik-baik saja...eh!"
Vina terkejut ketika dia bertanya pada Jodi, pria itu malah menarik tangan Vina dan meletakkan tangan Vina itu di dadanya.
"Aku tidak baik-baik saja Vina, dadaku sesak. Detak jantungku nyaris berhenti ketika aku mendengar kamu sudah menikah dengan Adam. Aku tidak baik-baik saja Vina, bagaimana aku bisa baik-baik saja saat hatiku yang telah kamu bawa pergi, tidak akan mungkin kembali. Lihat aku Vina, aku mencintaimu, aku tidak mungkin bisa hidup tanpamu!" ucap pria itu dengan air mata yang sudah menetes dari sudut matanya.
Vina tertegun, matanya juga ikut berkaca-kaca. Sikap dan perkataan Jodi terdengar dan terlihat begitu tulus seperti datang dari hatinya.
'Luar biasa Jodi, sekarang aku tahu kenapa aku dulu sangat tergila-gila padamu! kamu memang pria yang pandai sekali bersandiwara, menjerat hati wanita dengan kata-kata mu yang terdengar sangat luar biasa!'tapi tidak lagi Jodi, sekarang waktu mu mempermainkan aku dan perasaan ku sudah usai, sekarang waktunya kamu mendapatkan hasil dari semua kelicikan yang kamu lakukan padaku!' batin Vina lagi.
__ADS_1
***
Bersambung...