Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
278


__ADS_3

Samuel memang keluar dan mengatakan akan menemui Puspa di butiknya untuk meminta sahabatnya itu membuatkan pakaian yang tadi dia bilang pada Naira. Pakaian yang harus Naira pakai kalau keluar rumah, yang hanya akan membuat mata serta telapak tangan nya saja yang bisa terlihat oleh orang lain saat dia berpergian ke luar rumah.


Tapi saat dia meninggalkan kediaman Virendra dengan mobilnya, tujuannya jelas berbeda. Arah butik Puspa seharusnya belok ke arah kanan saat keluar dari komplek perumahan. Sedangkan arah yang di tuju Samuel malah belok ke arah kiri. Samuel juga langsung menekan pedal gas dengan lumayan kuat agar laju kendaraan yang dia kemudikan semakin cepat.


Jalan raya yang ramai tapi lancar membuat Samuel leluasa untuk semakin mempercepat laju mobilnya. Beberapa menit kemudian dia telah sampai di depan sebuah perusahaan yang sangat besar, ini juga bukan kantor cabang perusahaan Rizaldi dimana dia pernah menemui Teddy dulu saat kasus penggelapan data perusahaan.


Perusahaan ini sangat besar dengan beberapa orang yang sepertinya sangat mengenal Samuel, beberapa orang karyawan perusahaan ini menyapa Samuel dengan sangat sopan. Dan seperti biasanya, Samuel sama sekali tidak menanggapi mereka uang menyapanya.


Tujuan Samuel jelas adalah ke sebuah lift khusus yang di depan pintunya di jaga oleh satpam berbadan tegap dan berpakaian biru navy dengan HT di tangan kanan nya.


"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?" tanya satpam penjaga lift itu saat melihat Samuel menghampiri nya.


"Samuel Virendra, CEO Virendra grup. Aku ingin ke ruangan CEO di lantai 12!" jawab Samuel dengan tatapan datar dan suara nya juga tak kalah datar.


Satpam tersebut langsung bicara pada seseorang menggunakan HT-nya. Tak lama kemudian dia menekan tombol di samping kiri pintu lift hingga pintu lift khusus itu terbuka.


"Silahkan tuan Samuel, tuan Rizaldi ada di ruangannya bersama seorang...!"


Belum juga satpam itu selesai bicara, Samuel sudah menekan tombol yang ada di dalam lift hingga membuat pintu lift itu segera tertutup lagi. Satpam yang merasa di acuhkan oleh Samuel itu hanya bisa menghela nafas panjang. Karena sebenarnya juga bukan hanya sekali atau dua kali dia di acuhkan seperti itu. Bukan hanya oleh Samuel, tapi oleh banyak tamu lain dari CEO perusahaan ini.


Resiko pekerjaan dan jabatan nya yang rendah memang seperti itu, dan dia juga cukup tebal muka dan telinga menjalani pekerjaan nya.

__ADS_1


Samuel sudah berada di lantai 12, dan dia juga sudah bertemu dengan sekretaris pribadi orang yang ingin dia temui.


"Selamat pagi tuan Samuel, selamat datang. Jika tidak keberatan mohon tunggu sebentar, karena tuan Rizaldi sedang ada tamu!" ucap Stevani sekertaris pribadi tuan Rizaldi dengan sangat sopan pada Samuel.


Tapi Samuel tidak menghiraukan perkataan dari Stevani, melihat ke arahnya pun tidak. Samuel terus berjalan sampai di depan pintu sebuah ruangan yang sangat besar, yang di depan pintu tersebut terdapat tulisan CEO.


Saat Samuel memegang gagang pintu, baik pengawal pribadi yang ada di depan pintu maupun Stevani juga tidak ada yang berani melarang atau menegur Samuel karena sebelum mereka melakukan itu, Samuel sudah menatap mereka dengan tatapan yang penuh dengan intimidasi yang sangat kuat. Membuat kedua pengawal pribadi yang memang sudah mengenal siapa Samuel dan juga Stevani hanya diam dan waspada di depan pintu, kalau-kalau bos mereka memanggil mereka.


Ceklek


Samuel pun membuka pintu kantor tuan Rizaldi.


"Selamat pagi Sam, selamat pagi!" sapa tuan Rizaldi uang langsung mengulurkan tangannya dan berdiri dari posisinya semula uang sedang duduk menghadap ke arah pintu dengan seorang yang sedang duduk dan posisinya membelakangi pintu.


"Selamat pagi tuan Rizaldi, maaf kalau aku mengganggu mu pagi-pagi begini. Tapi apa yang ingin aku sampaikan padamu ini sangat penting!" ucap Samuel dengan ekspresi wajah yang begitu serius.


Tuan Rizaldi yang memang merasa tidak ada masalah dengan Samuel pun mengajaknya untuk duduk dulu.


"Baiklah, silahkan duduk dulu. Kebetulan aku juga sedang ada tamu, yang aku tahu kalau kamu pasti juga telah mengenalnya!" ucap tuan Rizaldi sambil merangkul Samuel untuk duduk di sofa.


"Selamat pagi Sam, senang bertemu dengan mu!" sapa pria yang langsung berdiri dan berbalik menghadap ke arah Samuel.

__ADS_1


'Ck... kenapa manusia ini lagi!' batin Samuel kesal.


"Ha ha ha Kenzo, sepertinya ada hal penting yang akan Samuel katakan padaku. Tidak keberatan kan kalau kita menunda perbincangan kita sebentar?" tanya tuan Rizaldi berbasa-basi pada Kenzo.


Benar pria yang sedang bersama tuan Rizaldi sebelum datang tadi adalah Kenzo. Satpam tadi juga sudah mau bilang tentang hal itu, tapi Samuel tidak mau mendengarkan nya dan buru-buru masuk dan menutup pintu lift.


"Tidak masalah tuan Rizaldi, Samuel juga adalah rekan kerja ku bersama tuan Thomas. Aku akan duduk tenang disini menunggu urusan Samuel dengan anda selesai!" jawab Kenzo uang sepertinya memang tidak ada niatan untuk keluar dari dalam ruangan itu sama sekali.


Tidak mau membuang waktu, Samuel juga tidak perduli mau ada Kenzo atau tidak di ruangan itu. Dia tetap akan mengatakan perihal kelakuan tidak benar putra tunggalnya pada tuan Rizaldi. Karena tuan Rizaldi terkenal sangat baik dan bijaksana, bahkan semua pengusaha lain di kota ini menghormati nya karena hal itu, Samuel berpikir akan lebih baik kalau Samuel mengatakan hal ini pada tuan Rizaldi. Karena kalau bicara dengan Teddy Samuel tidak yakin akan bisa menahan dirinya untuk tidak memukul pria yang jelas-jelas masih menaruh hati pada istri Samuel itu.


"Baiklah tuan Rizaldi, sebelumnya aku minta maaf karena harus mengatakan hal ini pada tuan. Tapi ini adalah hal penting yang harus aku sampaikan. Anda kenal dengan Ayu kan? maksudku dokter Ayu Salim?" tanya Samuel dan dokter Rizaldi mengangguk kan kepalanya dengan yakin.


"Iya, aku mengenalnya. Dia gadis yang baik. Aku bahkan berbuat menjodohkan putraku Teddy dengannya!" jawab tuan Rizaldi.


"Begini tuan, Ayu tadi pagi datang ke rumah untuk memeriksa kondisi keluarga ku. Dan dia kebetulan melihat istriku Naira, dan dia bertanya apakah istriku tahu bahwa Teddy masih menyimpan foto istriku di dalam dompetnya!" jelas Samuel dengan wajah serius.


Baik tuan Rizaldi ataupun Kenzo yang sedang berada di ruangan itu sama-sama menunjukkan ekspresi wajah yang begitu kaget.


"Anakku menyimpan foto istrimu di dompetnya?" tanya tuan Rizaldi mengulang apa yang tadi Samuel katakan.


"Benar tuan, aku minta pada tuan untuk dapat tegas pada putra tuan. Masalah ini kurasa bukan masalah kecil, menyimpan foto istri orang lain di dalam dompet bukan hal yang baik tuan. Anda adalah orang yang sangat di hormati dan di segani di kota ini. Aku hanya mengatakan hal ini pada tuan agar tuan dapat menasehati Teddy, karena jika aku... maka aku tidak akan bisa bicara baik-baik padanya!" ucap Samuel yang sebenarnya adalah sebuah peringatan keras pada tuan Rizaldi.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2