Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Rasa Mie Instan


__ADS_3

Sudah dua jam lebih Valen dan Rifal menunggu kedatangan Nando, namun pria itu belum juga balik membuat Valen tidur diatas sofa.


Sementara Rifal tengah sibuk dengan Laptopnya, untung saja laptopnya dia simpan didalam mobil sehingga tadi dia turun untuk mengambil laptopnya. Jika tidak sudah di pastikan jika dia hanya diam diri sembari menunggu kedatangan Nando.


Rifal sibuk dengan laptopnya mengecek semua keuangan dikantor. Semuanya normal, dan Rifal pastikan itu semua pekerjaan asistennya itu.


Huft


Sudah dua jam lebih dia bertatapan dengan laptopnya, dia melirik jam di pergelangan tanganya sudah pukul sebelas siang. Dan Nando belum juga balik. Kemana pria itu pergi? Rifal ingin menelfon ya tapi dia mengurungkan niatnya karna ingin memberikan pelajaran kepada asistennya itu.


Rifal tersenyum simpul saat melihat wajah Valen yang tengah tertidur pulas diatas sofa. Rifal sempat mengatakan kepada Valen agar tidur di Kamar tamu, namun Valen menolak karna dia sudah nyaman dengan sofa.


Cup


Satu ciuman mendarat dipipih milik Valen.


"Jadi anak yang nurut perkataan daddy dan bunda kamu yah sayang, kalau kamu udah lahir di dunia ini," menolog Rifal sembari memegang perut rata milik Valen.


Rifal mengusap rambut Valen yang panjang. "Gue janji sama diri gue sendiri , gue bakalan selalu buat lo bahagia, Len," kata Rifal masih mengusap rambut milik Valen.


Rifal berdiri berjalan kearah dapur, dia lapar akibat menunggu asistennya itu. Ternyata menunggu itu tidak enak, kalau kita menunggu serasa satu tahun saja kita sedang menunggu.


Rifal membuka lemari es dia melihat sosis masih dalam bungkusan lalu diatas kulkas ada mie instant.


Rifal pikir itu bisa mengganjal perutnya yang sedang lapar, dia ingin keluar makan namun Valen tengah tidur. Dia ingin memesan lewat online Rifal malas mengetik. Biasanya yang memesankan dirinya lewat gofod adalah asistennya itu.


Rifal menyalakan kompornya lalu memasukkan mie nya ke dalam tempat pemanas air. Dia mengambil wajan lalu memasukkan minyak. Dilihatnya minyak tersebut sudah panas dia memasukkan sosis sebanyak lima sosis. Dia juga menngorengkan untuk Valen . Dia tidak mengizinkan jika Valen makan mie instant yang tidak sehat apa lagi dia tengah hamil.


Aroma mie instan yang dibuat oleh Rifal mampu membuat Valen membuka matanya karna wangi tersebut memaksanya untuk bangun.


Bahkan perut Valen mendadak lapar mencium wangi tersebut dari dapur.


Rifal mengaduk mie nya di dalam mangkok untuk meratakan semua bumbu-bumbunya. Dia meniriskan sosinya kedalam piring. Setelah itu dia mengambil nampan lalu menyimpan mie dan juga sosinya diatas nampan.


Dia tidak memikirkan berapa berantakan nya dapur apartmen milik Nando karna dia yang merebus mie instan dan juga sosis.

__ADS_1


Rifal membalikkan badanya untuk segera kemeja makan. Langkah kakinya langsung terhenti saat melihat seorang perempuan sudah duduk dikursi meja makan sembari menatap Rifal yang membawa makanan.


Rifal tidak tau, sejak kapan Valen bangun dan sudah duduk rapih di kursi meja makan.


"Lapar, " kata Valen manja membuat Rifal bergedik ngeri, dia baru melihat sifat manja Valen.


Rifal melanjutkan langkah kakinya ke meja makan, dia menyimpan makanannya diatas meja.


"Rifal, laperrrr," rengek Valen membuat Rifal langsung mengeluarkan handphonenya dari saku bajunya.


"Bentar, aku pesanin kamu makanan yang sehat," kata Rifal membuka aplikasi gofod untuk memesan makanan untuk Valen.


"Nggk usah," cegat Valen kepada Rifal.


"Aku maunya itu," kata Valen menunjuk mie dan juga sosis diatas meja yang dibawa oleh Rifal tadi.


"Jangan, nggak sehat buat kamu. Kamu makan sosis dulu sementara aku pesanin makan," kata Rifal membuat Valen menggelengkan kepalanya tanda dia tidak setuju dengan apa yang Rifal katakan.


"Nggak sehat itu kalau dikonsumsi setiap saat," kata Valen sehingga Rifal melirik kearah istrinya itu. "Valen dokter, jadi Valen," sombongnya membuat Rifal menarik nafasnya panjang.


"Jadi aku mau yang itu yah, pleasee," rengek Valen membuat Rifal memasukkan kembali handphonenya.


Dia menggeser kursi lalu berhadapan dengan Valen. "Sejak kapan kamu manja kayak gini?" tanya Rifal membuat Valen tersenyum kecil.


"Nggak tau, pengen aja," kata Valen.


"Apa jangan-jangan kamu manja kayak gini juga sama Nathan kalau pengen sesuatu?" selidik Rifal menyipitkan matanya kearah Valen.


Valen menggelengkan kepalanya kuat, dia tidak pernah manja kepada siapapun termasuk Nathan, entah mengapa dia ingin manja kepada Rifal saat ini.


"Nggak kok," bantah Valen.


"Beneran?"


"Bener."

__ADS_1


"Ok, aku percaya," kata Rifal membuat Valen tersenyum. Memang kenyataannya seperti itu, jika dia tidak pernah manja kepada Nathan, jadi Rifal harus percaya kepadanya.


"Satu sendok berdua," kata Rifal dan dibalas anggukan setuju oleh Valen.


"Buku mulutnya," perintah Rifal. Dan Valen hanya menurut saja apa yang Rifal katakan.


Satu suapan mie instant masuk kedalam mulut Valen, Rifal menyuapi Valen dengan sosis yang dia goreng tadi.


"Ternyata kamu pandai masak mie," kata Valen. "Kalu gitu, sering-sering yah masak mie," kata Valen sembari makan membuat Rifal menatapnya dalam.


"Nggak boleh keseringan," kata Rifal membuat Valen berenti mengunyah lalu menatap kearah Rifal. "Nggak baik buat kesehatan kamu. Apa lagi kamu sedang hamil," lanjutnya membuat Valen mengangguk paham dengan apa yang dikatakan oleh Rifal.


Sebagai seorang dokter, sudah jelas jika mengkonsumsi mie instan secara terus menerus tidak baik buat kesehatan, apa lagi dia sedang hamil.


"Sini aku suap," kata Valen mengambil sendok dari tangan Rifal lalu menyuapi pria tersebut.


Valen tertawa saat sendok yang berisi mie tidak dia berikan kepada Rifal, dia langsung memasukkan makanan untuk Rifal kedalam mulutnya. Padahal sedikit lagi Rifal akan makanan tersebut namun Valen memutar haluan sendok tersebut.


"Berani, yah?" kata Rifal membuat Valen semakin tertawa melihat ekspresi lucu Rifal. Padahal pria itu sudah ingin merasakan mie instan yang dibilang Valen enak.


"Maaf," kata Valen lalu menyuapi kembali Rifal.


"Rasanya manis," kata Rifal dengan ekpresi berpikir, sementara Valen juga bingung karna dia makan mie nya tadi tidak manis melainkan gurih.


"Masa sih," kata Valen lalu memasukkan mie kedalam mulutnya.


"Nggak manis kok, rasanya malah gurih," kata Valen membuat Rifal ingin tertawa melihat wajah serius Valen.


"Pantas aja mie nya manis aku makan," kata Rifal.


"Pantas apa," tanya Valen penasaran.


"Karna aku makan mie sambil lihat wajah kamu yang manis. Jadi mie yang tadinya gurih jadi manis," kata Rifal santai namun mampu membuat pipih milik Valen memerah.


Dia tidak tau, ternyata Rifal hanya bercanda. Dan berhasil menggombal dirinya dengan rasa mie instant.

__ADS_1


__ADS_2