
Saat ini Nando dan juga Daniel sedang menikmati cofe mereka, sekali-kali mereka mengobrol mengenai perusahaan tempat mereka bekerja. Mereka berdua belum bertanya mengapa tengah malam begini masih juga keluyuran diluar bukannya istirahat.
Sifat dewasa Nando muncul seperti siluman begitupun dengan sikap lucunya yang juga tiba-tiba muncul.
"Kenapa kamu tengah malam begini masih keluyuran?" tanya Daniel sembari menyesap coffe miliknya.
Nando tersenyum. "Saya sedang mencari bos saya," kata Nando dengan santainya mengatakan jika dia mencari sosok bosnya itu.
"Maksud kamu Rifal?" tanya Daniel dan dibalas anggukan kepala oleh Nando.
Sebagai seorang asisten tentu saja Daniel mengenal Rifal yang merupakan rekan kerja Frezan. Perusahaan milik Rifal dan juga Frezan bekerja sama sehingga kedua perusahaan itu selalu maju.
"Emangnya Rifal kemana?" tanya Daniel mengeluarkan handphonenya dari saku bajunya siapa tau saja dia mendapatkan informasi dari rekannya mengenai Elga. Meski saat dia mengecek handphonenya hasilnya tetap nihil tidak ada yang mengenal Elga karna pria itu baru saja di Indonesia.
"Kata nyonya Valen, Rifal sedari sore keluar dengan sahabatnya Elga ," jawab Nando sembari menyesap rokoknya membuat pergerakan tangan Daniel terhenti.
Dia baru ingat dari Frezan, jika Rifal dan juga Elga bersahabat sedari SMA.
Nando mematikan rokoknya karna merasa tidak enak kepada Daniel yang terkena asap rokok, pria itu tidak merokok seperti dirinya.
"Dan saya juga sedang mencari Elga," kata Daniel membuat Nando menatap pria itu.
"Apa mungkin mereka sedang bersama," kata Daniel.
"Bisa jadi."
"Tapi mereka berdua kemana?" menolog Daniel, sudah tengah malam begini seharusnya Daniel sudah tidur karna sekarang hampir pukul 2 dini hari.
"Coba kamu telfon Frezan, siapa tau aja dia tau kemana Rifal dan Elga pergi saat berdua. Apa lagi mereka dulu satu sekolah, pasti dia sedikit tau," saran Nando dan dibalas anggukan setuju oleh Daniel.
Dan akhirnya Daniel pun menelfon Frezan, sebenernya dia ingin mengurangkan niatnya untuk menelfon Frezan takut jika pria itu sudah tertidur, namun dia harus mencobanya agar ini semua cepat selesai.
__ADS_1
Drt.....
Handphone milik Frezan bergetar menandakan adanya seseorang sedang menelfon, Frezan yang sedang menonton tv langsung melirik handphonenya ternyata yang menelfonya adalah Daniel, dia harap Daniel sudah menemukan Elga.
"Halo pak, maaf menganggu waktunya sebentar. Saya mendengar dari Asisten Rifal jika Rifal juga belum pulang dia mengatakan sedari sore mereka berdua keluar sampai sekarang belum balik. Kemungkinan besar mereka berdua sedang bersama saat ini. Apakah bapak tau kemana mereka pergi saat mereka keluar bersama?" Nando bertanya langsung kepada intinya, dia tidak suka berbasah basih yang akan memakan waktu yang banyak.
Frezan terdiam sejenak, memang dia satu SMA dengan Elga dan juga Rifal saat itu, namun dia tidak pernah memperhatikan apa kebiasaan mereka berdua itu. Tiba-tiba Rifal teringat, jika saat itu dia mendirikan Club yang sering berkunjung adalah Rifal dan Juga Elga.
Dan kemungkinan besar kedua sahabat itu sedang berada di club atau bar?
"Daniel, kamu cari mereka di club dan juga Bar," kata Frezan di seberang telfon.
Lepas itu percakapan mereka usai.
"Gimana?" tanya Nando kepada Daniel.
"Kata Frezan kita cari mereka di club dan Bar," jawab Daniel.
"Kita mencar."
Setelah membayar coffe mereka berdua langsung keluar dari cafe tersebut untuk mencari dua pria itu. Daniel dan juga Nando tidak mempunyai pikiran untuk mencari mereka di bar dan juga club.
Nando tau bar terbesar di kota Jakarta ini, dia langsung mengemudikan mobilnya untuk segera menuju bar tempatnya biasa pergi saat dia juga mempunyai masalah. Pertanyaan Nando apakah Rifal punya masalah sampai-sampai ke tempat seperti itu?
Perasaan Nando akhir-akhir ini Rifal bahagia rumah tangganya juga sudah berjalan harmonis dengan Valen.
Sekitar sepuluh menit mengendarai mobilnya Nando dan juga Daniel sudah sampai di tempat mereka masing-masing mencari keberadaan kedua pria tersebut. Daniel mencari di Club sementara Nando mencari di bar.
Huft.
Sebelum memasuki pintu Daniel menghembuskan nafas berat lalu masuk kedalam club. Meski hari sudah larut masih banyak yang berjoget riah bahkan ada yang sudah tepar dan tertidur di sofa.
__ADS_1
Masih banyak wanita yang mencari uang kepada pria sedang menggoda, ada yang mendekati Daniel belum sempat dia mendekat Daniel sudah lebih dulu mengibaskan tangannya lalu matanya fokus mencari keberadaan orang yang sedang dia cari.
Dentuman suara music begitu keras membuat kepala Daniel pusing karna dia juga sudah mengantuk.
Sementara Nando terlebih dahulu duduk sembari memesan minuman wine yang akan di racik oleh bartender cantik.
"Terimakasih cantik," bisik Nando di dekat telinga bartender cantik dan sexy itu.
Bartender cantik itu tersenyum nakal kearah Nando. "Sana-sama ganteng," balasnya lalu Nando pun meminum wine tersebut dengan khidmat.
Dia baru saja sembuh dan dia langsung meminum wine.
Daniel tidak menemukan keberadaan Rifal dan Juga Elga di club ini, dia langsung menelfon Nando. Untung saja mereka tadi sempat bertukar nomor handphon.
Drtt.....
Wine yang kesekian kalinya harus Nando simpan diatas meja bartender karna handphonenya sedang berbunyi, disitu tertera nama Daniel dia langsung mengangkat telfon tersebut.
"Apakah kamu sudah menemukan mereka berdua? Saya sudah mencarinya di club namun mereka tidak ada," kata Daniel diseberang telfon membuat Nando meneguk Saliva nya susah payah. Jika mulutnya sudah menyentuh minuman dia lupa dengan tujuannya.
"Saya juga sedang mencarinya, akan ku kabari jika saya sudah menemukannya," lepas itu telfon mereka berdua terputus.
"Kamu mau kemana? Minumannya belum habis!" kata bartender tersebut karna Nando sudah pergi padahal dia belum puas melihat wajah tampan milik Nando..
"Saya akan kembali sayang, setelah urusan saya sudah kelar!" teriak balik Nando langsung menuju tempat yang sering ditempati minuman keras.
Sementara Elgara sudah mabuk berat, Rifal masih mempunyai sedikit pikiran karna dia belum terlalu mabuk beda dengan Elga sudah meminum beberapa botol alkohol. Rifal tidak tau apakah dia masih bisa membawa mobil nantinya atau tidak karna dia sedang pusing seperti ini.
Dia ingin menelfon Nando untuk menjemputnya namun handphonenya juga mati. Apa lagi dia juva khawatir pada istrinya, dia yakin Valen sudah mengkhawatirkan dirinya yang sudah hampir subuh belum juga balik.
"Bos Rifal!"
__ADS_1
Betapa senangnya Nando saat melihat Rifal sedang meminum wine dengan Elga berada di sampingnya sedang berjoget sembari mengumpat hal kasar.
Rifal yang mendengar suara Nando tak kuasa menahan matanya, dan pada akhirnya dia juga tepar bersamaan dengan Elga.