Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Fernando


__ADS_3

Mobil hitam yang sudah terparkir cantik sembari menunggu kedatangan Rifal yang akan segera ke kantor. Mobil hitam tersebut dikemudikan oleh tangan kanannya Rifal atau lebih dikenalnya sebagai asisten.


"Lama banget sih, Rifal!" gerutu Fernando yang sudah setengah jam menunggu Rifal, namun belum ada tanda-tanda jika pria itu akan segera keluar dari rumahnya.


Nando keluar dari mobil guna untuk memanggil Rifal.


...Ting...


Nando menekan bel rumah Rifal.


Ceklek


Yang membuka pintu adalah sosok wanita cantik dengan rambut dia ikat sedikit berantakan.


Cantik


Nando sampai terkesima melihat kecantikan Valen, dia sudah mengenal jika dihadapanya ini adalah sosok Valen istri dari Rifal. Selama ini dia mengenal Valen melalui sosial media dan dari cerita Rifal.


Ternyata Valen jauh lebih cantik dilihat secara langsung, difoto memang cantik tapi dilihat secara langsung lebih cantik lagi.


"Cari siapa?" tentu saja Valen bertanya. Pasalnya dia belum pernah melihat pria dihadapannya ini sebelumnya. Yang menggunakan setelan tuxedo berwarna biru navi, sepatu pantofel, serta rambutnya yang sedikit rapih.


"Istrinya Rifal, yah?" bukanya menjawab, Nando malah balik bertanya.


"Cari siapa?" Valen tidak menjawab pertanyaan tersebut.


"Saya cari Rifal, hari ini kami ada meeting direstoran pukul delapan pagi."


Valen melihat dengan seksama pria dihadapannya, dia memang tidak tau, siapa saja teman kantor Rifal.


"Ternyata istrinya Rifal aslinya jauh lebih cantik yah," puji Nando dengan senyuman jenaka yang selalu dia berikan saat menggoda perempuan.


Valen bergedik ngeri melihat senyuman Nando. "Makasih, pujiannya," kata Valen.


"Hmm."


Seseorang dibelakang Valen berdehem membuat Nando fokus melihat kearah belakang Valen. Sosok Rifal sudah muncul dengan setelan berwarna hitam.


"Morning, Fal!" sambut Nando penuh dengan kegembiraan melihat wajah tanpa ekspresi Rifal.


"Ingat, saya ini bos kamu!" tegas Rifal membuat Nando tertawa kecil.


"Ingat, ini bukan kantor!" balas Nando membuat Rifal berdesis kearah Nando.

__ADS_1


Valen tertawa kecil pula, melihat lelucon yang menurutnya sedikit lucuh, antara atasan dan juga bawahan.


Tawa kecil Valen tak luput dari penglihatan Rifal dan juga Nando. Tawa Valen mampu membuat hati Rifal terkesimah.


Sementara Nando terus saja memuji kecantikan Valen secara terang-terangan didepan Rifal.


"Cantik banget," puji Nando dengan tawa kecilnya melihat Valen tertawa. Valen yang merasakan tengah diperhatikan menghentikan tawanya.


Padahal tidak ada yang lucu, namun dia tertawa.


Sementara Rifal menatap tajam Nando dengan tatapan siap menerkam.


"Perkenalkan nama saya, Fernando. Biasa dipanggil Nando. Asisten Rifal dikantor," kata Nando memperkenalkan dirinya menjulurkan tangannya kearah Valen.


Beginilah buaya, jika melihat yang bening bawaannya ingin selalu mengajak untuk berkenalan.


Fernando itu buaya, dia suka menggoda perempuan cantik.


Valen ingin menyambut tangan Nando, namun Rifal langsung memberikan tasnya kepada Nando dengan paksa.


"Nggak usah genit lo, Nan!" desis Rifal kearah Nando.


"Apaan sih, Fal. Saya cuman ngajak istri kamu buat kenalan," balas Nando kepada Rifal.


"Eh tunggu dulu!" kata Nando membuat pergerakan Rifal terhenti.


"Kenapa nggak pamit sama istri, kamu Fal?" tanya Nando meski dia sudah tau bagaimana hubungan antara Rifal dan juga Valen.


"Itu rutinitas yang wajib dilakukan. Meskipun saya belum berumah tangga, tapi saya selalu menonton tv," lanjut Nando membuat Valen menyungkirkan senyum tipisnya. Melihat karakter Nando yang lucu membuat Valen betah melihat drama pagi ini.


"Buruan lakuiin, kalau nggak saya tidak akan bergerak dari sini. Dan saya akan menggoda istri kamu, Fal!" ancam Nando sembari mengedipkan matanya kearah Valen membuat Valen menggelengkan kepalanya.


"Buruan Nando, gue nggak main-main!" tegas Rifal membuat Nando menggelengkan kepalanya kearah Rifal.


"Pamit dulu baru berangkat, doa seorang istri bakalan dijabah sama tuhan saat suami berangkat kerja," kata Nando sembari mengingat sinetron yang pernah dia nonton.


Awas aja lo, Nan. Udah berani lo sama gue. Asisten kurang ajar!


Rifal melirik Valen sementara Nando masih setia melihat mereka berdua. Ini pertama kalinya Nando melihat istri Rifal secara langsung.


Melihat wajah Valen membuat Nando terkesimah, pancaran aura wajah milik Valen akan mampu ditebak, jika wanita itu adalah wanita baik-baik. Sangat sayang bukan, jika kita sebagai pria kehilangan wanitanl seperti itu.


Sudah kerap kali Nando menggoda wanita, jadi dia sudah tau, mana wanita baik-baik dan mana yang tidak.

__ADS_1


"Lama banget sih, udah mau jam 8," singgung Nando agar Rifal mendekati Valen.


Rifal melirik Nando tajam, Nando yang mendapatkan tatapan seperti itu langsung saja melihat kearah lain.


Rifal mendekati Valen, sehingga mereka berdua saling bertatapan.


Valen jadi kikuk, serasa hidupnya seperti sedang dipermainkan oleh sosok dihadapannya.


Entah dari dorongan dari mana, Valen langsung mengambil tangan Rifal. Dia menatap Rifal sejenak lalu menundukkan kepalanya untuk mencium punggung tangan Rifal.


Valen mencium punggung tangan Rifal, membuat Rifal memejamkan matanya. Setelah mencium punggung tangan Rifal Valen melepaskan tangannya dari tangan Rifal.


Mereka berdua saling bertatapan kembali, ciuman dipunggung tangan Rifal yang hangat mampu membuat hati Rifal berdesir. Seperti daranya berhenti mengalir di seluruh tubuhnya.


"Aku pamit," kata Rifal jadi kakuh. Ini semua karna asistennya itu, seakan-akan dia yang menjadi seorang bos.


Valen mengangguk kakuh.


"Cium kening istri, Fal. Itu aja kamu nggak tau. Makanya kalau nonton jangan cuman berita doang. Sekali-kali nonton drama suami istri supaya kamu bisa romantis," ejek Nando membuat Rifal menatapnya dengan tajam.


"Buruan, Fal. Kamu mau kita telat?"


"Awas aja lo, Nan," desis Rifal kearah Nando. Pria itu hanya masa bodoh, biarkan nanti dia mendapatkan pelajaran dari Rifal.


Rifal kembali melihat kearah Valen.


"Aku cium kening kamu?" terlebih dahulu Rifal minta izin.


"Yaelah, Fal. Mau cium aja minta izin dulu. Kagak bisa romantis banget sih jadi suami. Perempuan itu lebih bahagia kalau dicium dengan penuh kasih sayang," kata Nando. Apa yang dia katakan memanglah benar. "Apa lagi dicium secara mendadak." lanjutnya.


Rifal ingin membalikan badannya untuk menghajar Nando yang cerewetnya mengalahkan emak-emak kompleks rumahnya.


Rifal mendekati Valen membuat Valen memejamkan matanya yang akan mendapatkan ciuman dari Rifal.


*Gue mohon untuk hati gue, jangan baperrrr!


Cup*


Benda kenyal menempel dikening milik Valen, Rifal menciumnya begitu lama sembari memejamkan matanya menyalurkan kehangatan dikening Valen.


Rasanya sangat hangat melakukan hal seperti ini. Rifal ingin seperti ini secara terus-menerus namun dia sadar, di sadar diri jika dia tidak pantas mendapatkan ini semuanya.


Valen berhak bahagia, dia laki-laki brengsek yang tidak patut mendapatkan cinta tulus Valen.

__ADS_1


__ADS_2