Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Sekretaris


__ADS_3

Rifal mengumpat tentunya melihat berita tersebut, dengan alasan jika berita tersebut tidak penting. Padahal lubuk hatinya mengatakan kata cemburu.


"Admin, bego!" lontar Rifal seorang diri.


Dia mengambil handphonenya yang sempat dia lempar keatas sofa, guna kembali melihat dengan jelas foto yang di-posting tadi.


Hatinya panas, bahkan nafasnya memburuh saat melihat beberapa potret foto Valen tengah makan bersama dengan Nathan.


Slide terkahir membuat Rifal mengepalkan tangannya, yaitu melihat foto Valen sedang manyun kearah Nathan, karna foto itu diambil saat Nathan menggeser lombok sambal tersebut.


Aura Valen sangat perfect saat dia memanyunkan bibirnya kearah Nathan.


"Berita tidak berguna!" Rifal kembali membuang handponenya keatas sofa.


Ting


Handpone milik Rifal bergetar, menandakan adanya pesan masuk. Dia melihat pesan tersebut dari tangan kanannya bernama Fernando.


"Siang calon ayah, maaf menggangu waktunya. Saya sudah menyeleksi sekretaris yang akan menggantikan sekretaris yang sudah keluar. Apakah calon ayah ingin kekantor untuk melihat skillnya?"


Dalam keadaan panas seperti ini, tangan kanannya itu bernama Fernando sedang bercanda diwaktu yang tidak tepat. Terlihat dari pesan yang dia kirim menuliskan kata calon ayah.


Yah, Rifal sudah memberitahukan kepada tangan kanannya itu jika wanita yang tidak dia cintai melalui mulutnya yang palsu itu sedang hamil.


Rasanya mulut Rifal sangat gatal jika tidak menceritakan hal besar ini kepada tangan kanannya.


"Urus semua, yang menurut lo baik, gue percaya dengan pilihan lo itu."


Setelah berhasil mengirim pesan kepada Nando, Rifal menonaktifkan handponenya. Dia yakin Nando sudah tau berita mengenai Valen dan juga Nathan. Apa lagi menurut Rifal jaman sekarang adalah jaman alay. Apa-apa akan di share.


Fernando yang menerima balasan dari Rifal tertawa kecil.


"Bagaimana? Apakah saya diterima?" tanya wanita yang menggunakan lipstik merah merona itu.


Dia sedari tadi menunggu Fernando, menunggu jawaban pria itu.


"Baiklah, dengan ini saya nyatakan kamu lulus menjadi sekretaris!" kata Fernando tersenyum nakal kearah wanita sexy dihadapannya yang melamar kerja sebagai sekretaris.

__ADS_1


Dari sekian banyaknya calon sekretaris yang ingin mendaftar, hanya wanita dihadapanya ini saja yang mempunyai pengalaman yang bisa dibilang sudah baik.


"Terimakasih," kata perempuan itu. Dia sudah tidak heran lagi jika dia diterima bekerja disini, apa lagi pengalaman kerjanya sebagai sekretaris dikantor yang sudah memecatnya sudah lebih.


Fernando berdiri dari kursinya diikuti olej wanita itu juga berdiri dari tempat duduknya.


"Selamat Amora, semogah kamu bisa diandalkan dikantor ini," kata Fernando mengulurkan tangannya kearah Amora.


Amora menyambut tangan Fernando, "itu sudah pasti." Amora berkata dengan bangga serta senyuman melekat dibibirnya berwarna merah merona.


Amora melepaskan jabatan tangannya saat Fernando mengedipkan matanya sebelah kearahnya.


"Oh iya, kenalkan saya Fernando tangan kanan CEO dikantor ini," kata Nando dengan bangga.


Siapa sih tidak bangga menjadi orang kepercayaan sama bos? Tentu saja Nando bangga menjadi tangan kanan Rifal. Yang tidak semua orang dapat dipercayai.


Amora mengangguk tanda mengerti. "Apakah saya bisa bertemu dengan CEO perusahaan ini?" tanya Amora. Dia penasaran dengan CEO perusahaan ini.


Nando tersenyum kearah Amora. "Dia sedang sibuk, ku harapkan kamu bisa menjaga pandangan mu," kata Nando membuat Amora tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Nando.


"Karna bos kita itu, handsome," kata Nando sembari membayangkan wajah tampan milik Rifal.


Suasa kampus siang ini nampak ramai, banyak yang membincangkan Lea yang ke kampus menggunakan mobil mahal. Padahal mereka tau jika Lea hanya kalangan biasa, itupun dia kuliah ditempat bergensi ini karna mendapatkan beasiswa.


Namun, dia ke kampus menggunakan mobil yang tidak semua orang bisa beli.


Lea Menghentakkan kakinya, sedari tadi namanya dia dengarkan. Bahkan mereka membicarakan Lea secara terang-terangan.


Banyak yang mengatakan jika Lea menjadi simpanan om-om karna memiliki mobil mewah. Tidak ditaman, bahkan dikantin Rawang gosip masih membicarakan Lea yang ke kampus menggunakan mobil mewah.


"Gosip terusssss!" kata Lea membuat sepasang mata dikantin menatap kearahnya. Dia sedang makan seorang diri, bahkan teman sekampusnya bisa melihat Lea namun tetap saja mereka membicarakan Lea.


"Mereka anggap Lea siapa sih? Lea ada disini tetap aja digosipin, gimana kalau Lea nggak ada. Udah jadi bubur nama Lea " oceh Lea.


Lea tidak memusingkan perkataan teman sekampusnya mengatakan jika dia simpanan om-om.


Selama Lea menggunakan mobil mahal ke kampus, namanya menjadi populer Dikampus kesehatan tempatnya Kuliah.

__ADS_1


Gadis itu meminum-minumanya hingga tandas.


"Eh, Lea, lo jadi simpanan om-om yah?" pertanyaan itu dilontarkan oleh teman sekampusnya yang sedang makan dibelakang meja Lea.


"Nggak lah," bantah Lea kepada teman sekampunya yang mengajukan pertanyaan tersebut.


"Tapi kok lo pake mobil mewah? Kita 'kan tau kalau lo kuliah disini karna dapat duit beasiswa." Pertanyaan itu kembali diberikan kepada Lea.


"Lah, apa hubungannya Lea dapat beasiswa sama punya mobil?" tanya balik Lea membuat seseorang itu yang bertanya memutarkan bola mata malas kearah Lea.


Bisa-bisanya Lea tidak mengerti dengan apa yang dia katakan.


"Bayar uang kuliah aja lo nggak mampu, gimana bisa lo punya mobil mewah."


Lea menatap perempuan si penanya itu. "Karna di kasi om," jawab Lea dengan santai disertai dengan senyuman.


Bruk


Perempuan yang bertanya itu menggebrak meja kantin saking terkejutnya, bukan dia terkejut dengan jawaban Lea, dia terkejut karna gadis itu menjawabnya dengan polos seperti tampang-tampang tak berdosa.


Seluruh pasang kantin menatap gadis yang menggebrak meja tersebut.


"Sorry," gadis yang menggebrak meja tersebut minta maaf kepada pasang mata dikantin yang menatapnya, bagaimana tidak jika gebrakan mejanya membuat mereka semua dikantin terkejut.


Sementara Lea masih mengelus dadanya, dia paling dekat dengan gadis itu jadi dia sangat kaget.


Katakan jika gadis yang bertanya itu adalah ratu gosip Dikampus mereka, segala sesuatu bisa dia ketahui saling luasnya pergosipa nya.


Dia dan gengnya diberikan julukan Queen gosip, nama gadis itu bernama Kania. Dia hanya seorang diri dikantin tumbenan gengnya tidak ikut, mungkin saja masih mengurus tugas mereka.


"Beneran lo jadi simpanan om-om?" tanya Kania dengan suara pelan. Berita ini akan dia sajikan kepada teman satu gengnya.


"Bukan simpanan om-om," terang Lea membuat Kania memasang telinganya baik-baik mendengarkan lanjutan perkataan Lea.


Mereka semua tidak percaya jika Lea menjadi simpanan om-om, lebih tepatnya Sugar Daddy. Karna wajah gadis itu yang polos serta ceriah.


Banyak yang mengatakan jika mereka semua tertipu dengan wajah polos milik Lea. Mereka berpikir jika Lea menjadi perempuan simpanan.

__ADS_1


Padahal mereka tidak tau, bagaimana yang sebenarnya. Mereka hanya mendengarkan gosip belaka.


__ADS_2