
Rifal menuruni anak tangga lalu menghampiri Valen.
"Asisten kocak kamu mana?" tanya Valen karna melihat Rifal hanya turun seorang diri saja.
"Nggak ada."
"Apanya yang nggak ada?" tanya Valen.
"Nando nggak ada," kata Rifal. "Kamu tunggu disini, biar aku tanya bagian resepsionis," lanjutnya dan dibalas anggukan kepala oleh Valen.
"Mau aku bantu cari?" tawar Valen.
"Nggak usah, kamu istirahat aja. Jangan banyak lakuin apa-apa karna kamu lagi hamil," peringat Rifal kepada Valen membuat Valen tersenyum simpul.
Rifal turun ke lantai bawah untuk menanyakan ke bagian resepsionis, kemana penghuni apartemen nomor tiga.
***
Kayla menyiram bunga didepan taman rumah Rara, akibat Elga Kayla harus satu rumah dengan Frezan dan juga Rara. Kevin menyita hampir seluruh hak Elga yang diberikan berupa perusahaan dan juga rumah. Kevin akan memberikannya kembali jika Elga sudah serius dalam dunia bisnis.
Karna jiwa cowok itu masih berada pada mas remaja, perusahan diluar negeri saja bukan dia yang urus sehingga ketahuan oleh Kevin dan Kevin langsung menyita semuanya.
Dia menyuruhnya balik ke Indonesia untuk bekerja di perusahaan milik Frezan agar dia juga bisa belajar, tidak hanya mengandalkan orang lain saja.
Setidaknya di Indonesia, Kayla bertemu dengan sahabatnya, keponakannya yang tampan dan juga cantik serta mantanya yang sangat berkesan dalam hidupnya, siapa lagi kalau bukan sosok Daniel.
"Kay!" panggil Elga membuat Kayla langsung melepaskan selang dari tangannya.
"Iya!" sahut Kayla dari luar.
Dia langsung masuk kedalam rumah.
"Kenapa?" tanya Kayla kepada Elga.
"Kamu tau nggak?"
"Nggak tau, 'kan belum bilang," kata Kayla.
"Mantan kamu itu."
__ADS_1
"Mantan aku kenapa?"
"Langsung tau aja mantan yang mana," ketus Elga kepada Kayla.
"Tentu aja tau, El. Orang punya mantan cuman satu," kata Kayla mengingat jika dia hanya mempunyai satu mantan, yaitu Daniel.
"Aku sama dia satu kantor," kata Elga agak malas.
"Udah tau," balas Kayla santai sehingga Elga melirik istrinya itu.
"Kan Daniel udah pernah datang kesini," kata Lea mengingatkan kepada Elga.
Elga terdiam, dia lupa jika Daniel pernah kesini sebelum dia kerja di perusahaan milik Elgara.
"Kamu yang lupa," kata Kayla lagi kepada Elga. "Kamu duduk dulu, biar aku bikinin susu, biar kamu nggak pelupa lagi," ejek Kayla lalu meninggalkan Elga untuk segera menuju ke dapur.
Elga menuju meja makan untuk segera sarapan pagi, bukan sarapan pagi lagi namanya karna sudah pukul sembilan pagi.
"Kamu nggak kerja hari ini, El?" tanya Kayla membawakan Elga secangkir susu putih.
"Nggak, meeting hari ini sama Rifal di censel," kata Elga.
Kayla sudah tau, jika perusahan milik Rifal dan juga Frezan bekerja sama.
"Namanya juga sekretaris, Kay. Kalaupun meettingnya di cansel pasti ada aja yang harus diperbarui," keluh Elga. "Ayah mah kasi acara kayak gini. Nggak bisa banget aku Kay jadi bawahan Frezan. Apa lagi kamu kan tau kalau aku sama Eza nggak cocok," lanjutnya.
Mungkin saja Elga yang merasa tidak cocok kepada Frezan, sementara Frezan tidak merasakan adanya ketidak cocokan bersama Elga.
"Kamu aja kali yang nggak merasa nggak cocok. Kalau aku lihat Frezan dia biasa aja. Mungkin aja kamu yang baper," kata Valen memasukkan roti kedalam mulutnya lalu memakannya.
"Memang," ketus Elga membenarkan perkataan Kayla membuat Kayla ingin menyemburkan rotinya karna perkataan Elga.
"Rara mana? Dia nggak turun sarapan?" tanya Elga yang tidak melihat adiknya itu turun sarapan bersama dengan iparnya.
"Kita disuruh sarapan duluan, entar dia makan setelah Frezan bangun," kata Kayla membuat Elga memutar bola matanya malas. Dia yakin, adiknya itu menjalankan hukumannya saat itu dia pergi tanpa pamit kepada Frezan.
Rara sedari tadi sudah bangun, hanya saja Frezan belum bangun karna pria itu masih tertidur pulas. Tadinya dia bangun untuk ke kantor, namun meettingnya di cansel membuat Frezan melanjutkan tidurnya saja.
Frezan memeluk erat Rara dengan kepalanya dia mepetkan didekat Rara sehingga hembusan nafas Frezan dapat Rara rasakan.
__ADS_1
Apa lagi pria itu tidur tidak menggunakan baju dan hanya mengenakan celana pendek saja. Begitulah Frezan jika dia tidur dia tidak menggunakan baju.
"Sayang," panggil Rara dengan lembut. Rasanya dia sangat lapar, perutnya mendemo untuk segera diberikan makan pagi juga.
"Hmm," Frezan hanya berdehem karena belum bisa membuka matanya karna nyaman dengan posisi seperti ini.
"Kita sarapan dulu yah," kata Rara membuat Frezan membuka matanya membuat Rara tersenyum kearah Frezan. Hal yang pertama Frezan lihat saat bangun adalah wajah milik Rara yang sangat natural belum tersentuh make up sama sekali.
"Pagi, Ra," kata Frezan dengan suara beratnya.
"Pagi juga, sayang," kata Rara membuat Frezan menarik sudut bibirnya tersenyum.
"Kita sarapan dulu yah," ajak Rara.
"Kita olahraga dalam kamar dulu," kata Frezan membuat Rara meneguk Saliva nya susah payah. Tentu saja Rara tau apa maksud perkataan Frezan, yaitu bercinta dengannya pagi-pagi begini.
Frezan mencium bibir Rara membuat Rara memejamkan matanya, dia ingin menolak karna sedang lapar namun tubuhnya tidak ingin menolak sentuhan dari Frezan yang selalu membuatnya terbuai dengan sentuhan suaminya itu.
Rara yakin, dia akan lanjut tidur lagi nantinya setelah melakukan hal ini bersama dengan Frezan, dia akan bangun sangat sore dan tentunya sarapan pagi dan makan siangnya akan terlewatkan bersama dengan Frezan.
***
Daniel telah sampai ditempat bermain, nampaknya sedang ramai banyak anak-anak yang sedang bermain ditemani dengan orang tuanya.
Daniel mengambil ambal untuk dia simpan sebagai alas, tak lupa dia menyimpan makanannya diatas. Seharusnya hal ini dilakukan sangat cocok jika dipantai.
Lain kali saja dia mengajak Agrif untuk ke pantai. Hari ini dia membawa anaknya ditempat bermain.
"Agrif," panggil Daniel saat melihat anaknya itu sedang naik ayunan.
"Senyum, biar papah foto," instruksi Daniel sehingga Agrif mengangguk kecil lalu tersenyum kearah kamera.
Cekrek
Satu foto Agrif yang senyuman sumringah telah berhasil Daniel dapatkan, wajah anak itu sangat mirip dengannya, sedangkan sifatnya belum Daniel terlalu ketahui bagaimana sifat anaknya itu.
Apakah Agrif akan mewarisi sebagian sifat almarhum istrinya atau tidak?
Daniel mengambil foto Agrif saat anak itu tertawa kencang karena seorang anak kecil perempuan datang mendorong ayunanya sehingga dia tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Daniel langsung mengambil potret untuk kedua anak itu, dengan gadis mungil yang cantik sedang berusaha mengayun Agrif diatas ayunan.
Daniel tersenyum melihat foto mereka berdua, dia seperti sedang menikmati ayunan dengan gadis mungil itu yang mengayunya.