Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Belajar masak


__ADS_3

Frezan tak habis pikir, mengapa Rara suka memasak selama ia pandai memasak rendang, hanya saja rendangnya kelebihan garam yang entah berapa kilo ia masukkan.


Jika mengingat hal itu membuat Frezan ingin ketawa, dimana ia memaksa mulutnya terbuka hanya untuk memakan masakan buatan istrinya itu.


Apakah Rara tidak mengambil pelajaran dari rendang yang ia masuk untuk Frezan? Seharusnya dia sadar dan tidak menawarkan diri untuk memasak di acara Nathan nanti.


''Ra,'' panggil Frezan.


Saat ini mereka berada berdua di kamar, Rara nampak sibuk dengan ponselnya diatas tempat tidur.


''Iya, kenapa?'' tanyanya melirik Frezan sejenak lalu fokus kembali dengan ponselnya.


''Akhir-akhir ini kamu suka masak?'' tanya Frezan hati-hati penuh dengan rasa penasaran.


''Semenjak aku belajar di YouTube asiknya memasak, aku pengen masak terus,'' jujur Rara lalu kembali menatap ponselnya.


''Siapa yang ngajarin kamu masak dari YouTube ?'' tanya Frezan lalu duduk di tepi ranjang bersama Rara.


Dia melirik Rara, mampaknya Rara sedang menonton resep makanan di YouTube membuat Frezan harus mengucapkan kata sukur atau sebaliknya?


''Siska.'' Rara menjawab tanpa menatap Frezan.


Rara mengangguk-angguk melihat acara memasak di YouTube.


''Kalau aku nggak bisa masak di acara lamaran Nathan, mungkin aku bisa masak diacara nikahan Nathan nanti,'' ucap Rara dengan serius membuat Nathan menggelengkan kepalanya.


Mengapa istirnya begitu nekad?


''Aku udah nonton full, nggak kayak kemarin. Nontonya cuman setengah-tenga,'' kata Rara menyimpan ponselnya membuat Frezan menggeleng tak habis pikir.


''Nggak usah masak untuk acara pernikahan Nathna nanti.''


''Aku janji, masakan aku kali ini nggak bakalan ngecewain. Aku nggak akan kasi garam satu bungkus.''


Frezan meneguk salivanya dengan apa yang Rara katakan barusan.


“Rara ini menonton di YouTube tapi kenapa masih…” Frezan bahkan sulit mendefinisikan.


Rara memegang tangan Frezan, membuat Frezan menaikkan alisnya sebelah. Jika Rara seperti kucing ada yang ingin ia minta dari suaminya.


''Izinin aku yah buat masak di acara pernikahan Nathan nanti, aku janji masakan aku kali nggak bakalan ngecewain. Aku janji.'' Rara membuat jaringanya menjadi piss kearah Frezan.


''Bukan aku nggak mau, cuman aku nggak mau kalau kamu sampai kecapean. Kamu nggak tau, ratusan orang atau bahkan ribuan yang akan datang di acara nikahan Nathan nanti.'' Frezan memberikan pemahaman kepada Rara.


Agar ia tidak menawarkan diri lagi untuk memasak di acara Nathan nanti.


''Kamu nggak dengar apa kata Nathan tadi, kalau ia akan menyewa chef untuk menghidangkan menu makanan du acaranya nanti,'' lanjut Frezan.

__ADS_1


Rara nampak lesu dengan apa yang dikatakan oleh Frezan barusan, tidak mungkin ia bisa memasak menu ratusan orang.


Memasak rendang untuk Frezan waktu itu membuatnya capek, padahal hanya satu orang saja.


''Aku mau buka restoran, bisa, kan?'' tanya Rara.


Frezan nampak berpikir, bukan hal yang sulit jika Rara meminta di buatkan restoran.


''Kal—''


''Tapi aku yang masak,'' potong Rara dengan cepat membuat Frezan harus menambah kesabarannya.


''Sudah jam 9 malam, waktunya tidur,'' perintah Frezan.


''Restoran gimana?''


''Membuatkanmu restoran 10 aku mampu. Tapi jika kamu yang memasak didalamnya aku tidak mampu.''


''Tap—''


''Aku bilang tidur, kamu kebanyakan nonton YouTube memasak membuat kamu seperti ini.''


Rara memanyunkan bibirnya.


''Mau tidur atau nggak?'' Kali ini suara seperti sedang mengancam anak kecil.


Dia baru mengingat jika pukul 9 malam chef juna akan siaran langsung, dan membagikan resep makanan yang lezat.


Frezan bisa melihat dari ekor matanya.


''Ra....tidur. Aku tau apa yang ingin kamu lakukan? Diam dan tidurlah, kalau kamu tidak tidur, jangan harap aku mengisi kuota di ponsel kamu. Dan kamu tidak akan menonton acara YouTube.''


Rara akhirnya menutup matanya, dia melewatkan acara siaran langsung chef juna malam ini.


''Balik sini,'' perintah Frezan membuat Rara membalikkan tubuhnya.


Frezan langsung memeluk tubuh kecil istrinya itu. Rara lupa atau apa, jika selama ia di rumah dia hanya menggunakan WiFi rumah, bukan kuota internet.


''Tidur yang nyenyak,'' ucap Frezan mencium puncuk kepala Rara.


Rara membuka matanya, sehingga jarak yang sangat dekat dia menatap wajah suaminya.


''Kenapa belum tidur?'' tanya Frezan karna Rara memperhatikan dirinya.


Bola mata Rara dan tatapan polos Rara membuat Frezan semakin cinta dengan istrinya itu.


Bagi Frezan Rara itu Pelita dalam kegelapan.

__ADS_1


''Aku kepikiran,'' ucap Rara dengan suara kecil sehingga Frezan melonggarkan pelukanya.


''Kamu kepikiran sama siapa?'' tanya Frezan dengan tatapan intimidasi.


Dia takut jika istri kecilnya ini diam-diam memikirkan pria lain, kecuali dirinya.


''Chef juna.'' Singkat padat dan jelas mampu membuat raut wajah Frezan berubah.


''Siapa chef juna?'' tanya Frezan dengan dingin.


''Apa kamu sedang mencari pria yang pandai memasak, sehingga kamu memikirkan chef Juna.''


Rara menggelengkan kepalanya, sepertinya suami tampannya itu sedang cenburu.


''Chef juna adalah chef yang terkenal di Indonesia, dia jago masak. Malam ini chef juna siaran langsung dan membagikan resep makanan yang enak untuk penonton live nya,'' jujur Rara membuat Frezan menghembuskan nafas berat.


Dia pikir chef juna itu kenalan istirnya, ia jadi takut jika Rara akan mencari pria yang pandai memasak dan mengajarinya memasak enak.


''Mulai besok nggak usah nonton acara masak-masak lagi.''


''Kenapa?''


''Uang kita banyak, buat apa kamu mau belajar memasak? Banyak pekerja di rumah ini yang akan memasak. Jadi kamu tidak perlu belajar untuk memasak.''


Rara menggeleng tak habis pikir dengan ucapan Frezan. ''Kita harus hemat mulai sekarang.''


Mulut Frezan sedikit terbuka saat Rara mengucapkan kata maaf, seperti mereka sedang di rundung ekonomi yang sulit.


''Aku mau jadi istri yang pandai masak, bisa bahagiakan suami dengan masakan yang aku buat sendiri tanpa campur tangan orang lain.''


''Cukup bahagiakan aku diatas ranjang.''


''Maksud kamu, aku bawain kamu makanan diatas tempat tidur? Biar kamu bahagia.''


Frezan tersenyum pasrah, andai saja bukan istirnya di hadapnya ini sudah sedari tadi Rara di tendang oleh Frezan.


''Puas itu bukan selamanya tentang makanan.'' Jelas Frezan.


''Tapi kita bahas makanan.''


Frezan sudah salah mengajak Rara mengobrol sepanjang ini, andai ia tidak bertanya mungkin saja Rara sudah tidur.


''Tidur, Ra. Bisa-bisa aku pusing karna ini,'' Frezan mengusap rambut Rara.


''Kalau kamu bersuara dan mengeluarkan sepatah katapun. Aku akan menghukum untuk tidak memegang ponsel selama satu hari.'' Ancaman itu keluar dari mulut Frezan membuat Rara menggeleng lalu dengan cepat menutup matanya untuk segara tidur.


Mengenai chef Juna, Rara akan bertanya pada Siska besok. Pasti Siska sedang menonton

__ADS_1


__ADS_2