
Perkataan Lea membuat Nando terdiam beberapa detik kemudian Nando tertawa dengan humor Lea.
"Gimana kalau saya yang lebih dulu membuat kamu nyaman?" kata Nando mematikan rokoknya membuat Lea yang berbaring diatas karpet tertawa.
"Nggak bakalan, Lea udah suka sama dokter Nathan," kata Lea dengan yakin membuat Nando menggelengkan kepalanya mendapatkan jawaban seperti itu.
Mereka asik bercanda riah hingga suara mobil membuat Lea langsung menarik tangan Nando, bahkan Lea lebih peka dengan kedatangan Valen dan juga Rifal.
Meski badan Lea yang kecil namun mampu membuat tubuh kekar milik Nando terhuyung karna tindakan gadis kecil itu.
"Dokter Valen sama om Rifal udah datang," kata Lea setelah berhasil menyeret Nando menuju kasebo.
"Buset, badan kamu kecil tapi tenaga kamu bukan main," kata Nando membuat Lea cengengesan kearahnya.
"Karna udah makan direstoran tadi, jadi kuat," kata Lea yang hanya dibalas gelengan kepala oleh Nando saja.
Lea dan Nando fokus kedepan melihat mobil pribadi milik Rifal telah berhenti membuat Nando refleks menggenggam tangan Lea. "Kira-kira Rifal bakalan suka atau nggak dekornya," menolog Nando dengan menggenggam tangan Lea dengan matanya fokus kedepan melihat mobil milik Rifal.
"Nggak tau," jawab Lea sehingga Nando melirik gadis yang sangat dekat dengannya malam ini.
"Gimana kamu nggak tau, ini semuakan ide kamu, Lea," kata Nando membuat Lea juga melirik Nando. Kesekian kalinya, mereka kembali beradu mata.
"Ini emang ide Lea, kalau menurut Lea sih udah keren, tapi nggak tau kalau menurut om Rifal. Masa iya kesukaan Lea harus Lea paksakan untuk disuka sama om Rifal," kata Lea membuat Nando tersenyum kecut kearah gadis itu.
"Iyakan?" tanya Lea dan dibalas anggukan kepala oleh Nando membuat Lea tersenyum cekikikan kearah Nando.
"Stress," gumam Nando membuat Lea langsung menatap tajam kearah Nando.
"Lea dengar yah, apa yang kak Nando bilang," sungut Lea membuat Nando hanya mengedikkan bahunya acuh kepada Lea.
Rifal terlebih dahulu turun dari mobil untuk membukakan Valen pintu .
Rifal membukakan Valen pintu membuat Valen tersenyum. Rifal mengulurkan tangannya kearah Valen membuat Valen menatap tangan Rifal lalu kembali menatap wajah Rifal.
Rifal mengangguk membuat Valen langsung memegang uluran tangan dari Rifal lalu turun dari mobil dengan anggun.
"Wih, istri Rifal benar-benar cantik. Hal mana lagi yang buat dia tidak mencintai istrinya sendiri," menolog Nando yang melihat Valen dan Rifal bergandengan tangan.
__ADS_1
"Mata keranjang," kata Lea tanpa mengalihkan pandangannya dari depan memperhatikan kedua tetangganya dari balik kasebo tempatnya bersembunyi dengan Nando.
"Saya cuman memuji," balas Nando.
"Sama aja, kali," balas Lea memutar bola matanya malas.
Rifal dan Valen berjalan diatas karpet, itu semua saran dari Lea. Nando sempat menolak karna terlalu berlebih-lebihan tapi Lea berkata tidak berlebihan jika menyenangkan istri sendiri.
Valen takjub dengan pemandangan didepannya, dia bisa melihat dekorasi yang sederhana tapi memanjakan matanya serta lampu berwarna warni berbentuk love serta lilin yang mengelilingi meja tempat mereka. Diseberang meja terdapat lilin yang dibuat kreatif membentuk love membuat Valen bertanya-tanya siapa hasil dekorasi unik ini.
Tak lupa danau didepan meja mereka sehingga mereka yang akan duduk merasakan kenyamanan, apa lagi bersama dengan seorang kekasih.
Rifal dan Valen berjalan beriringan dengan bergandengan tangan untuk menuju kearah meja yang sudah terlihat dimata mereka.
"Yang dekorasi semuanya siapa?" tanya Valen melihat kiri kanannya. Dipenuhi dengan lampu-lampu serta bunga-bunga yang cantik.
Tak lupa pula didekat bunga bertuliskan Diner Romantis membuat Valen berpikir jika tema dekorasi ini adalah diner romantis.
"Duduk dulu," kata Rifal mempersilahkan Valen untuk duduk terlebih dahulu membuat Valen mengangguk lalu duduk berhadapan dengan Rifal.
Pelayan sekitar dua orang datang membawa makanan serta minuman membuat Valen tertawa kecil melihat kostum yang digunakan oleh pelayan tersebut.
Dia menggunakan kostum seperti prajurit istana membuat Valen berpikir siapa yang mengusulkan ini semua.
Rifal juga tidak menyangka, jika asistennya itu menyiapkan seperti ini.
"Silahkan dinikmati," kata pelayan tersebut yang menggunakan baju istana tapi terlihat modern.
"Makasih," kata Valen dan dibalas anggukan kepala oleh pelayan tersebut. Lepas itu pelayan tersebut langsung pergi setelah menyediakan berbagai aneka ragam makanan diatas meja.
Rifal membuka penutup makanan yang paling tengah, sehingga terlihatlah nasi goreng yang lezat, nasi goreng yang sangat disukai oleh Valen.
"Nasi goreng," menolog Valen lalu melihat kearah Rifal.
"Iya, nasi goreng pinggir jalan yang kamu sukai," kata Rifal membuat Valen terhenyuh.
Valen dan Rifal saling bertatapan membuat Lea yang berada di kasebo mengengam erat tangan Nando. Dari kasebo dapat Nando dan Lea lihat mereka secara dekat .
__ADS_1
"Sosweet banget sih," ucap Lea memperhatikan Rifal dan juga Valen saling bertatapan.
Pelayan yang satunya kembali lagi, memutarkan lagu romantis membuat suasana menjadi tambah srek saja.
"Gitu aja dibilang sosweet, padahal cuman pandang-pandangan doang," ketus Nando.
Lea mengerucutkan bibirnya, karna setiap perkataan yang keluar dari mulutnya selalu saja diprotes oleh pria disebelahnya.
Nando juga menatap kearah Rifal dan Valen yang saling berpandangan.
"Maafin aku, Len, baru bisa kasi sesuatu yang sederhana kamu minta," kata Rifal dengan menatap Valen dengan tatapan harap membuat Valen tersentil Dengan perkataan Rifal.
Hingga dia terhanyut, melupakan apa tujuannya. Yaitu untuk melupakan Rifal sebelum hari itu akan segera terjadi dengan dirinya masih juga terjebak dalam dekapan Rifal.
"Kamu maafin, aku kan?" tanya Rifal lagi dengan penuh harap.
Rasanya air mata Valen ingin jatuh dipipihnya melihat Rifal seperti ini.
"Aku serius minta maaf," lanjutnya kepada Valen.
"Maafin aku. Aku belum pernah ngabulin permintaan kamu selama kamu hamil. Maafin aku, disaat kamu butuh aku nggak ada hanya orang lain yang bisa kamu tempati meminta sesuatu."
"Maafin, aku salah besar sama kamu," lanjutnya membuat air mata Valen jatuh begitu saja, apa lagi music malam ini sangat pas untuk keadaan seperti ini.
"Kamu mau 'kan mencintai aku?" kata Rifal lagi. "Dan aku mencintai kamu," sambungnya penuh harap menatap manik mata Valen.
Valen mengangguk kakuh. "Iya, aku mau," kata Valen, biarkan dia yang menanggung semua ini bila suatu saat akan terjadi lagi.
"Makasih," kata Rifal dengan lirih lalu mencium kedua kelopak mata Valen dengan penuh cinta.
"Sosweet," kata Lea lagi yang melihat Rifal mencium kedua bola mata Valen.
"Lebay," kata Nando yang hanya dihiraukan oleh Lea.
Rifal menempelkan bibirnya dengan bibir Valen membuat Lea dari sana melototkan matanya, tentu saja Nando langsung menutup kedua mata Lea dengan tangannya.
"Kalau yang itu, baru romantis. Tapi kamu belum pantas melihatnya," bisik Nando ditelinga milik Lea.
__ADS_1