
Huft
Valen mengembuskan nafasnya berat, dia ingin sekali makan nasi goreng pinggir jalan, bukan nasi goreng yang berada di Restoran sana.
Dia tau, Rifal itu keras kepala jadi tidak mungkin jika dia merubah pola pikir pria itu. Jika Rifal telah memutuskan hal itu, maka tidak dapat dirubah lagi.
Valen yakin, suaminya itu membeli nasi goreng di restoran bukan dipinggir jalan sesuai dengan permintaannya.
Valen hanya tinggal dimeja makan, sembari menunggu kedatangan Rifal. Jujur saja dia ingin makan nasi goreng pinggir jalan. Dia ingin memasaknya sendiri namun moodnya sudah hancur begitu saja.
Ting....
Valen melirik handponenya yang bergetar menandakan adanya pesan masuk.
"Jadi 'kan jagain, Adelia malam ini?"
Valen langsung menepuk jidatnya saat membaca pesan yang dikirimkan oleh Nathan. Hampir saja dia melupakan jika dia akan menjaga Adelia malam ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Nathan tadi.
Tangan lentik miliknya mengetik untuk membalas pesan dari Nathan.
"Jemput gue yah, soalnya gue malas bawa mobil," menolog Valen mengetik lalu mengirimkan pesan tersebut kepada Nathan.
Valen langsung beranjak dari kursi makan yang dia duduki. Dia hampir lupa kewajibannya malam ini menjaga Adelia yang belum stabil.
Dia langsung berjalan menaiki anak tangga untuk mengganti pakaiannya. Dia tidak mempunyai banyak waktu untuk mandi.
Dia memakai lipstik berwarna pink muda yang sangat cocok untuk bibir mungilnya. Dia menyisir rambutnya lalu memakai parfum agar tidak bau.
Nathan yang menerima pesan dari Valen untuk menjemputnya, tersenyum simpul. Dia menyambar jasnya untuk segera menuju kerumah Valen.
"Bang, Nath!" Farel langsung menghampiri Nathan yang sedang merapikan jas kedokterannya.
Pukul sembilan malam nanti, Nathan dan Valen akan menggantikan posisi kedua perawat yang menjaga Adelia.
Sementara sekarang ini sudah jam delapan malam.
Nathan tersenyum kearah adik bungsunya itu. "Adiknya Abang kenapa?" tanya Nathan sedikit menundukkan tubuhnya agar bisa menyeimbangi tubuh kecil milik Farel.
"Rindu Mamih." Suara Farel menjadi lirih membuat Nathan memegang kedua pipi adiknya itu dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Kamu bakalan terbiasa tanpa Mamih Reta, kamu 'Kan sudah tau. Mamih kamu sudah menikah dengan orang lain lagi," kata Nathan dengan lembut agar adiknya itu tidak mengingat Reta. Meski kenyataannya dua tau, jika melupakan orang tua sangatlah mustahil jika kita bisa melupakannya.
Farel menitihkan air matanya, dia sudah sedikit paham dengan apa yang dikatakan oleh Nathan, meskipun dia masih kecil.
Nathan tersenyum kearah Farel lalu menghapus air matanya. "Anak cowok nggak boleh cengeng. Kalau cengeng itu biasanya cuman cewek. Kamu 'Kan cowok, jadi harus kita," kata Nathan lalu mengusap rambut adiknya itu dengan lembut.
Farel mengangguk mengerti dengan ucapan Nathan membuat Nathan mencium pipi adiknya itu.
Dia sebagai kakak sekaligus seperti ayah untuk Farel. Selama Alex meninggal Nathan dan Frezan telah mengambil Farel.
Sementara Reta? Dia mengakui jika dia sangat menyayangi Farel, namun kenyataannya dia pergi meninggalkan anaknya lalu menikah dengan pria lain.
Yang membuat Nathan dan Frezan sakit hati yaitu, mereka baru tau jika Reta sudah menikah selama satu tahun lamanya. Itu berarti dia masih menjadi istri Alex dan dia menikah lagi.
Sungguh luar biasa bukan?
Sementara Valen langsung memasang jas kedokterannya, sembari menatap dirinya didepan cermin.
Dia tertawa kecil, melihat penampilannya seperti ini membuat seseorang akan mengira jika perempuan itu sudah mandi.
"Udah perfect," menolognya lalu mengambil tasnya. Dia menuruni anak tangga untuk menunggu kedatangan Nathan.
Ting....
Dia menutup pintu utama, sehingga apa yang dia pikirkan tadi dia lupakan begitu saja.
Sampai dia lupa dengan Rifal!
Valen melihat mobil berwarna putih diluar, dia yakin jika itu adalah sosok Nathan.
Nathan membuka kaca mobilnya saat melihat Valen berjalan kearah mobilnya dengan penampilannya malam ini sangatlah cantik, padahal setiap hari Valen tampil dengan cantik.
Aura bumil memang beda malam ini!
"Maaf, nunggu lama," kata Valen sembari melihat Nathan. Dia melihat kursi sebelah terdapat anak kecil.
Dia sudah tau jika itu adalah Farel, adik dari Frezan dan juga Nathan. Nathan hanya mengangguk kecil lalu Valen membuka pintu belakang.
"Tante duduk disini. Biar Farel yang pindah," kata Farel lalu pindah kebelakang dengan sedikit celah dekat Nathan.
__ADS_1
Sementara Valen yang sudah membuka pintu mobil langsung menutup kembali karna anak kecil itu sudah duduk dibelakang.
Melihat Farel tersenyum kearahnya membuat Valen membayangkan jika anaknya nanti tumbuh besar seperti Farel.
Dia tidak menyesali jika dia sudah hamil, dia bersyukur bisa hamil karna dia tidak akan merasa kesepian jika Rifal pergi meninggalkan dirinya. Karna adanya anak yang dia kandung.
"Valen," panggil Nathan karna Valen masih tidak bergeming ditempatnya. Dia melirik Farel sedang menatap Valen dengan cinta!
"Maaf," kata Valen lagi tersenyum canggung. Dia sudah dijemput malah menghayal lagi.
Nathan langsung menjalankan mobilnya untuk segera kerumah sakit, terlebih dahulu dia akan kerumah Frezan untuk mengantar Farel.
Dia sudah memberitahukan kepada Frezan jika dia akan membawa Farel. Nathan tidak membawa Farel kerumah sakit karna rumah sakit sarangnya penyakit, sementara Farel masih kecil sehingga penyakit bisa dengan mudah menyerangnya.
Baru-baru saja Nathan menjalankan mobilnya, mobil milik Rifal langsung masuk kedalam pekarangan rumah mewahnya. Dia langsung turun dari mobil dengan membawa sesuatu untuk Valen.
Rifal membuka pintu utama, dia mencari Valen dimeja makan tapi Valen tidak ada disana.
"Valen!" panggil Rifal.
Ini yang kesekian kalinya Rifal berteriak memanggil nama Valen, seakan-akan nama tersebut sangat merasuki relung kehidupannya.
Tidak membuka pintu kamarnya, dia juga tidak menemukan Valen. Sementara kamar sebelah terkunci jadi Valen tidak masuk.
Lalu kemana Valen? Sementara nasi goreng masih Rifal tenteng dengan setia. Dia ingin bertanya namun art tidak ada dirumahnya jika sudah malam hari.
Rifal sudah sedikit khawatir, pikiranya sudah melambung buana memikirkan yang tidak-tidak yang terjadi kepada Valen.
Rifal dengan langkah cepat masuk kedalam ruangannya, dia langsung menyimpan nasi goreng tersebut diatas meja kerjanya.
Dengan cepat Rifal langsung duduk dikursi tempatnya bekerja, sembari mengotak-atik isi laptopnya guna mengecek CCTV dirumahnya.
Hanya itu saja yamg yang dapat dia lakukan karna pekerja dirumahnya sudah tidak ada jika sudah malam, jadi dia tidak bisa bertanya kemana Valen?
Apa Valen nekad keluar sendiri membeli nasi goreng yang dia inginkan?
Terlihat wajah Rifal nampak khawatir melihat CCTV dilayar laptopnya. Dia bohong jika dia tidak khawatir mengenai Valen!
Rifal langsung berdiri dari kursinya menatap laptopnya saat melihat Valen turun dari tangga mengenakan jas berwarna putih.
__ADS_1