
Valen mengedikkan bahunya tanda dia tidak tau siapa itu Agrif. Pasalnya dia baru saja tau nama tersebut dari Lea tadi.
"Agrif pacarnya, Lea," jawab Nando sehingga Valen dan juga Rifal melirik kearah pria itu. Wajahnya masih sedikit agak pucat karna dia masih sedikit lesuh.
"Dari mana lo tau?" tanya Rifal kepada Nando.
"Yaiyalah saya tau, soalnya kemarin saya pergi bersama Lea, dia juga menyebut nama tersebut dengan kata sayang."
"Oh.... Jadi lo kemarin keluar sama Lea? Pantas aja lo pura-pura sakit," kata Rifal membuat Nando tersenyum kearah Rifal.
"Sorry," kata Nando membuat Rifal manggut-manggut.
"Yaudah, gue bakalan maafin lo. Tapi.... Gaji lo gue potong 20 persen," kata Rifal santai membuat Nando melototkan matanya kearah Rifal.
"Nggak bisa git_" perkataan Nando langsung tercekat di tenggorokannya karna perkataannya langsung di potong oleh Rifal.
"Kalau lo ngebantah gue potong 40 persen," ancam Rifal membuat Nando tidak meneruskan perkataannya.
Sementara Valen hanya menggelengkan kepalanya melihat Nando dan juga Rifal.
"Makan lagi," kata Rifal siap-siap ingin menyuapi Nando namun pria itu menggelengkan kepalanya.
"Saya udah kenyang," kata Nando membuat Valen langsung mengambil obat tablet.
"Minum obatnya dulu," kata Valen sehingga Rifal mengambil obat tersebut dari Valen lalu menuntun Nando untuk minum obat.
Rifal menyimpan gelas tersebut diatas meja setelah Nando telah usai minum obat. Sementara Valen sudah turun ke lantai bawah sehingga di kamar hanya menyisahkan Nando dan juga Rifal.
"Lo nggak suka, Lea kan?" tanya Rifal menyipitkan matanya kearah Nando.
"Nggak," jawabnya dengan singkat kepada Rifal.
"Mana mungkin juga saya menyukai bocah seperti Lea," kata Nando. "Apa lagi kami baru kenal dua hari yang lalu," lanjutnya membuat Rifal menganggukkan kepalanya kecil.
"Bagus kalau gitu," ucap Rifal santai. "Gue nggak rela aja kalau tetangga gue itu dapat cowok kayak lo," ejek Rifal lalu keluar dari kamar Nando membuat Nando memanyunkan bibirnya karna perkataan Rifal tadi.
__ADS_1
Meski Rifal hanya bercanda, tapi rasanya sangat ngeneh sekali menurut Nando.
***
Setelah mengantar Agrif ke sekolah kini Daniel kembali mengantar Lea kerumahnya.
Lea ingin membuka pintu mobil Daniel, namun pergerakan tanganya langsung terhenti saat Daniel angkat bicara padanya.
"Apa kau kuliah hari ini?" tanya Daniel dengan suara dinginnya tanpa melihat kearah Lea. Terlebih dahulu, Daniel sudah menyelidiki siapa itu Lea, dia tau jika gadis berumur 19 tahun itu merupakan mahasiswa keperawatan yang sudah memasuki semester dua.
Lea melirik kearah Daniel yang hanya fokus ke depan. Karakteristik Lea yang pecicilan, sedikit gila, dan heboh itu tiba-tiba saja menjadi gadis yang sangat kalem jika berdekatan dengan pria di sampingnya ini.
"Iya," jawab Lea singkat kepada Daniel.
"Saya tunggu disini," kata Daniel. "Saya akan mengantar kau ke kampus," lanjutnya membuat Lea meneguk salivanya susah payah.
Bagaimana jika geng tamara melihatnya lagi diantar oleh pria yang lain lagi. Bisa-bisa nama baiknya benar-benar tercemar diantar oleh pria dewasa semua.
Sebenarnya Lea ingin menolak, tapi jika dia menolak otomatis dia akan lambat ke kampus karna jalan akan macet jika dia akan mengubungi taxi. Dan pastinya taxi tersebut akan melalui proses beberapa menit untuk sampai kerumahnya.
Jika dia tidak ke kampus, bisa-bisa mamanya akan mencoret dirinya dari kartu keluarga. Kemarin dia sudah tidak ke kampus dan karna mulutnya yang ember mamanya tau.
Lea keluar dari mobil Daniel lalu berjalan masuk kedalam rumahnya. Semalam Valen sudah menelfon mamanya Lea jika dia sedang bersama dengan Lea, dan mamanya Lea percaya jika putrinya aman bersama dengan dokter Valen.
Lea merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, dia anak sulung. Kedua adiknya itu laki-laki yang telah menduduki bangku sekolah dasar.
Adiknya bernama Raka dan juga Riki, mereka berdua kembar tapi tidak seiras. Dalam artian wajah mereka tidak sama meski mereka lahir beda beberapa menit saja.
Lea masuk kedalam rumahnya, dia sudah melihat kedua adiknya itu telah menggunakan seragam sekolah yang siap untuk ke sekolah.
"Kak Lea kemana aja?" tanya Riki yang merupakan adik keduanya.
"Kepo," kata Lea lalu masuk kedalam kamar mandi karna adiknya tengah bersarapan pagi.
Mamah Lea hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Lea mengatakan kata kepo kepada adiknya.
__ADS_1
Setelah sarapan bersama dengan kedua anaknya dia langsung mengantar kedua anaknya keluar untuk menunggu ojek untuk mengantar kedua anaknya ke sekolah.
"Mah, itu mobil siapa?" tanya Riki melihat mobil mewah telah terparkir di depan rumahnya. Mamah Lea juga penasaran mobil siapa itu.
Dia melihat seorang pria mapan tengah asik dengan handphonenya tak lupa raut wajahnya yang serius membuat mamah Lea semakin penasaran siapa pria tampan itu.
Daniel yang merasa di perhatikan melirik kearah jendela mobilnya, kebetulan juga jendela mobilnya dia tutup. Dia melihat wanita yang umurnya sekitar 40 tahunan memperhatikan dirinya dan jangan lupa dia menggandeng kedua anak-anaknya yang mengenakan baju SD.
Daniel yakin, jika orang itu adalah orang Lea dan juga adiknya. Daniel memasukkan handphonenya ke dalam saku jasnya lalu keluar dari mobilnya, rasanya tidak enak jika datang kerumah orang hanya diluar saja, meski dia hanya menunggu saja.
Pria itu menghampiri Mama Lea.
Daniel tersenyum hangat kepada mamah Lea membuat Mamah Lea juga membalas senyuman Daniel. Andai saja Lea melihat Daniel tersenyum mungkin dia akan terpesona.
"Lagi cari siapa?" tanya mamah Lea tak lupa pula kedua anaknya menatap Daniel dari ujung kaki sampai ujung rambut.
"Saya lagi menunggu, Lea," jawab Daniel membuat mamah Lea terdiam. Maksudnya Lea anaknya bukan?
"Maksudnya, Lea anak saya?" tanya mamah Lea memastikan dan dibalas anggukan kepala oleh Daniel.
"Mah!" dari dalam Lea berteriak sehingga ke empat manusia itu menatap ke asal suara.
Jleb
Rasanya Lea sangat malu, dia lupa jika ada Daniel disini.
"Suaranya di undur sedikit Lea, nggak baik anak gadis suara kayak toa," protes mamah Lea.
Daniel bisa melihat Lea menggunakan seragam putih, dia mengenakan baju perawatnya.
Lea tersenyum kikuk, "Mah, uang jajan," kata gadis dengan pelan. Dia malu saja jika didengar oleh Daniel.
Mamah Lea mengeluarkan uang 20 ribu dari saku celananya lalu diberikan oleh Lea.
"Yaudah, Lea pamit dulu ke kampus," pamit Lea menyalami tangan mamahnya.
__ADS_1
"Kamu juga mau ke sekolah?" tanya Daniel kepada Raka dan juga Riki dan dibalas anggukan kepala oleh kedua anak itu.
"Sekalian ikut sama saya."